Dari Dapur Desa ke Harapan yang Tumbuh, Radzel Catering dan Peran BAZNAS Menopang Usaha Kecil

Dari Dapur Desa ke Harapan yang Tumbuh, Radzel Catering dan Peran BAZNAS Menopang Usaha Kecil

06/01/2026 | Humas BAZNAS

Di sebuah rumah sederhana di Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, aroma kue dan masakan rumahan kerap menguar sejak pagi. Dari dapur inilah Susanti (51) merawat mimpi yang telah ia bangun hampir tiga dekade lalu. Radzel Catering, usaha rumahan yang ia rintis sejak 1996, menjadi saksi ketekunan seorang perempuan desa yang memilih bertahan di tengah naik-turun dunia usaha kecil—dengan kejujuran sebagai pegangan dan konsistensi sebagai jalan.

“Usaha ini saya mulai dari rumah, dari apa yang saya bisa. Dari dulu sampai sekarang prinsipnya sama, pelan-pelan tapi terus jalan,” ujar Susanti mengenang awal mula Radzel Catering.

Radzel Catering tidak hanya menyajikan satu jenis produk. Dari tangan Susanti, lahir kue kering dan kue basah, jamu tradisional, nasi kotak, minuman soya, hingga aneka kudapan yang akrab di lidah warga. Semua diproduksi mandiri dari rumah, tanpa pabrik besar, tanpa mesin canggih—hanya keterampilan, pengalaman, dan komitmen menjaga rasa. Pemasaran pun dilakukan dengan cara yang dekat dengan masyarakat: memanfaatkan jaringan offline dan online yang dibangun perlahan.

Kedekatan itu semakin kuat karena peran sosial Susanti sebagai kader BKKBN. Aktivitasnya di tengah komunitas membuat Radzel Catering kerap dipercaya untuk mendukung kegiatan Posyandu, puskesmas, program PMT balita, hingga berbagai acara desa. Kepercayaan ini bukan datang seketika, melainkan tumbuh dari reputasi yang dirawat bertahun-tahun.
“Kalau sudah dipercaya warga, itu amanah. Jadi saya selalu jaga kualitas dan tepat waktu,” tuturnya.

Setiap Minggu pagi, Susanti juga membuka etalase kecil di Car Free Day Alun-Alun Tulungagung. Di sanalah Radzel Catering bertemu wajah-wajah baru—pelanggan yang singgah, mencicipi, lalu kembali. Untuk penjualan harian, produknya telah masuk ke satu kantin dan dua warung sekitar, menyediakan kue, jus buah, dan menu lainnya. Layanan pesan antar pun tersedia, khususnya untuk wilayah Karangrejo dan sekitarnya.

Dalam sebulan, omzet Radzel Catering berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta, dengan laba bersih di atas 50 persen. Angka itu mungkin tampak sederhana, namun di baliknya ada tantangan yang tidak kecil. Fluktuasi pesanan menjadi ujian paling nyata. Ada masa ramai, ada pula hari-hari sepi.
“Kadang order kecil, kadang ramai. Tapi saya tetap jalani. Yang penting usaha tetap hidup,” kata Susanti.

Titik penting lain dalam perjalanan Radzel Catering datang melalui pendampingan dan pembiayaan dari Badan Amil Zakat Nasional melalui program Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Pada tahap pertama, akhir November 2024, Susanti menerima pembiayaan sebesar Rp1,8 juta yang langsung dimanfaatkan untuk membeli bahan baku.
“Modal dari BAZNAS sangat membantu, terutama untuk beli bahan baku. Jadi kalau ada pesanan, saya tidak kebingungan lagi,” ungkapnya.

Setahun berselang, November 2025, Susanti kembali mengajukan pembiayaan tahap kedua sebesar Rp2 juta. Dana ini kembali diarahkan untuk kebutuhan bahan baku dan pemenuhan pesanan. Lebih dari sekadar modal, pendampingan BAZNAS Microfinance Desa menghadirkan rasa percaya diri baru.
“Alhamdulillah, dengan pendampingan BAZNAS saya jadi lebih berani menerima pesanan. Ada semangat untuk terus maju,” ujarnya.

Peran BAZNAS juga tercermin pada dorongan peningkatan kualitas usaha. Radzel Catering kini telah mengantongi sertifikasi halal—sebuah langkah penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Dengan sertifikat halal, pelanggan lebih yakin. Saya juga berharap ke depan bisa punya outlet sendiri,” kata Susanti penuh harap.

Dari dapur sederhana di Desa Tulungrejo, Radzel Catering menjadi cermin bagaimana usaha kecil bisa bertahan puluhan tahun ketika ditopang nilai kejujuran, kedekatan dengan masyarakat, dan dukungan lembaga yang berpihak pada pemberdayaan. Di sanalah peran BAZNAS terasa nyata—bukan sekadar memberi modal, tetapi menguatkan langkah, menjaga nyala harapan, dan membuka jalan agar pelaku usaha kecil seperti Susanti terus tumbuh, dari desa untuk umat.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ