Dari Bata Merah ke Gurihnya Harapan ZChicken, BAZNAS Antarkan Pujiyanto Bangkit

Dari Bata Merah ke Gurihnya Harapan ZChicken, BAZNAS Antarkan Pujiyanto Bangkit

29/01/2026 | Humas BAZNAS

Hidup tak selalu berjalan lurus. Bagi Pujiyanto, warga Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kegagalan usaha pernah menjadi titik terendah yang nyaris memadamkan harapan. Namun, melalui sentuhan program pemberdayaan ekonomi ZChicken dari BAZNAS, roda kehidupannya perlahan kembali berputar—kali ini menuju arah yang lebih menjanjikan.

Beberapa tahun lalu, Pujiyanto dikenal sebagai pengusaha bata merah. Usaha itu menjadi tumpuan hidup keluarga. Sayangnya, tekanan ekonomi dan beratnya persaingan membuat bisnisnya berhenti total. Selama lebih dari satu tahun, ia terpaksa menjalani hari tanpa penghasilan tetap. Beban ekonomi keluarga pun bertumpu pada sang istri yang bekerja sebagai buruh pabrik, dengan pendapatan yang belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Setelah usaha bata merah berhenti, saya sempat vakum lama. Tidak ada kerjaan, tidak ada pemasukan. Rasanya berat sekali,” ujar Pujiyanto mengenang masa-masa sulit itu.

Di tengah keterpurukan, secercah harapan datang lewat program ZChicken, salah satu program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS yang menyasar mustahik agar mampu bangkit dan mandiri. Melalui program ini, Pujiyanto tidak hanya menerima bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan agar mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan.

Kini, setiap hari mulai pukul 12.00 siang, Pujiyanto sudah berdiri di balik gerobak ZChicken miliknya. Dengan penuh ketelatenan, ia menggoreng ayam krispi yang renyah dan menggugah selera. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 15 hingga 30 potong ayam, yang biasanya habis menjelang malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Tak berhenti di situ, pendampingan yang diberikan BAZNAS mendorong Pujiyanto untuk terus berinovasi. Ia menambahkan aneka gorengan sebagai menu pelengkap, seperti ketela goreng manis, tahu goreng gurih, mendoan hangat, hingga bakwan renyah. Langkah ini terbukti efektif menarik lebih banyak pembeli dari berbagai kalangan.

Perlahan tapi pasti, hasil kerja keras itu mulai terasa. Dari usaha ZChicken, Pujiyanto kini mampu meraup omzet sekitar Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari. Nominal yang mungkin terlihat sederhana, namun sangat berarti bagi keberlangsungan ekonomi keluarganya.

“Saya benar-benar bersyukur. Program ZChicken dari BAZNAS ini sangat membantu. Sekarang saya punya penghasilan untuk membantu istri mencukupi kebutuhan keluarga,” tuturnya dengan mata berbinar.

Kisah Pujiyanto menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu diubah menjadi kekuatan produktif. Melalui program pemberdayaan seperti ZChicken, BAZNAS hadir sebagai jembatan bagi mustahik untuk bangkit, berusaha, dan perlahan menuju kemandirian ekonomi.

Pujiyanto pun tak ingin berhenti sampai di sini. Ia menyimpan harapan besar agar usahanya terus berkembang, pelanggan semakin banyak, dan kesejahteraan keluarganya semakin meningkat.

Dari bata merah yang pernah runtuh, kini Pujiyanto menata ulang hidupnya lewat gurihnya ayam krispi ZChicken. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kegagalan bukanlah akhir segalanya. Dengan ikhtiar, pendampingan yang tepat, dan peran nyata BAZNAS, harapan selalu bisa digoreng kembali—lebih renyah dan penuh masa depan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ