Cerita Miarti Sang Guru Madrasah, Ekonomi Keluarga Bangkit Bersama ZMart BAZNAS
Cerita Miarti Sang Guru Madrasah, Ekonomi Keluarga Bangkit Bersama ZMart BAZNAS
30/05/2026 | Humas BAZNAS RIDi sebuah sudut lingkungan yang dipenuhi aktivitas warga dan lantunan anak-anak mengaji, sebuah warung kelontong sederhana perlahan tumbuh menjadi penopang ekonomi keluarga yang lebih kuat. Di balik perubahan itu, ada Miarti—seorang guru madrasah diniyah yang setiap hari membagi waktu antara mengajar dan mengelola usaha kecil di rumahnya.
Sebelum mengalami perubahan, warung tersebut berjalan dalam skala terbatas. Omzet harian hanya berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Angka itu cukup untuk kebutuhan harian, namun belum memberi ruang bagi pengembangan usaha yang lebih luas dan berkelanjutan.
Perubahan mulai terjadi ketika program ZMart dari BAZNAS hadir membawa pendekatan pemberdayaan yang lebih komprehensif. Tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha yang menyentuh aspek penting seperti penataan warung, pengelolaan stok, hingga penguatan layanan kepada pelanggan.
Warung yang sebelumnya sederhana kemudian ditata ulang menjadi lebih rapi dan menarik. Rak disusun lebih terorganisir, produk ditampilkan dengan lebih baik, dan suasana belanja dibuat lebih nyaman. Pendampingan ini perlahan mengubah cara pandang dalam mengelola usaha kecil.
Di tengah proses perubahan itu, Miarti merasakan dampak yang tidak hanya terlihat dari sisi fisik warung, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan pelanggan.
“Saya tidak menyangka warung kecil ini bisa berubah seperti sekarang. Dulu saya hanya menjalankan seadanya, tetapi setelah didampingi BAZNAS melalui ZMart, saya jadi lebih percaya diri dan tahu cara mengelola usaha dengan lebih baik,” ungkapnya dengan penuh haru.
Perubahan paling terasa datang dari pelayanan. Sikap ramah, murah senyum, dan kedekatan dengan warga sekitar menjadikan warung ini bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang hangat. Pelanggan merasa nyaman dan terus kembali berbelanja.
Dampaknya terlihat jelas pada angka omzet. Dari sebelumnya Rp100 ribu–Rp150 ribu per hari, kini meningkat menjadi sekitar Rp300 ribu–Rp350 ribu. Pada hari-hari tertentu, omzet bahkan dapat mencapai Rp500 ribu. Kenaikan ini setara dengan sekitar 133 persen hingga 200 persen.
Di balik capaian tersebut, peran BAZNAS melalui program ZMart menjadi faktor penting. Pendekatan yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membangun kapasitas dan mendampingi pelaku usaha secara berkelanjutan, menjadi kunci perubahan nyata bagi usaha mikro seperti warung Miarti.
Di akhir perjalanannya, Miarti tak henti bersyukur atas perubahan yang ia rasakan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada BAZNAS atas pendampingan ini. Usaha saya jadi lebih tertata, omzet meningkat, dan yang paling penting saya jadi lebih yakin untuk terus berusaha. Semoga ke depan semakin banyak orang yang merasakan manfaat seperti saya,” tuturnya penuh syukur.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us