Cerita Korban Banjir Bandang Sumbar, Panik Saat Air Mendadak Datang

Cerita Korban Banjir Bandang Sumbar, Panik Saat Air Mendadak Datang

22/05/2024 | Humas BAZNAS

Suara gemuruh pada Sabtu malam di Desa Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, mungkin akan terus diingat oleh Akmal, pria 67 tahun yang jadi korban banjir bandang.

Ya, pada tanggal 11 Mei 2024 itu, terjadi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Ranah Minang. Akmal yang sedang bermain Bersama cucu kesayangannya, turut menyaksikan bagaimana air mendadak datang menerjang.

"Jadi lagi main di atas bersama cucu di warung, mendengar seperti gempa rasanya seperti tsunami. Habis itu nengok keluar rupanya enggak kelihatan, lalu menggunakan senter melihat rumah roboh," ujarnya saat ditemui Selasa (21/5/2024). 

Akmal bercerita, kemudian anggota keluarganya memeriksa sekitar rumah, dan mendapati air sudah tinggi. Lalu bunyi gemuruh kembali muncul. Ia pun ketakutan luar biasa.

Bencana banjir bandang yang terjadi turut melumat habis harta bendanya. Tak ada yang bisa diselamatkan oleh perantau asal Jambi itu.

"Yang tersisa hanya baju dan celana. Keluarga kami di sini harta bendanya habis. Saya berharap bisa kembali ke Jambi, harta tidak ingat lagi, karena yang penting nyawa," ujarnya lirih. 

Suasana mencekam juga dirasakan Diana, wanita 30 tahun asal Desa Sungai Jambu. Kumpul bersama keluarga di malam itu mendadak tegang saat air tiba-tiba datang menghantam permukimannya.

"Awalnya kami sedang ngumpul dan nonton bersama keluarga itu jam 21.30, ada dentuman keras di belakang. Semuanya terkejut, pas lari keluar air sudah sampai di jalan, terus rumah yang ada di seberang sudah hanyut. Terus kami langsung memanggil semua anggota keluarga langsung lari dan enggak pakai sendal ke atas," ujar Diana. 

Harta benda milik Diana pun turut hanyut terbawa arus, termasuk rumah yang ditinggalinya selama ini juga ikut hancur. 

"Kami di sini juga jual barang harian, barang pecah belah dan yang bisa kami selamatkan hanya barang-barang pecah belah," katanya.

Suara gemuruh turut dirasakan Herinzal saat tengah menunggu warungnya. Peristiwa terjadi begitu cepat, tanpa sempat ia sadari.

"Ada orang di warung itu sekitar 10 orang di hari Sabtu malam Minggu jam 20.30, sudah terasa gemuruhnya. Tetapi karena di gunung, jadi orang menganggap itu biasa aja," ucap Herinzal.

Ia bercerita, kala itu kepanikan melanda warga desa tempatnya tinggal. Mereka berlarian dan berteriak saling berlomba menyelamatkan diri.

"Alhamdulillah tidak ketiduran, sehingga pada bisa menyelamatkan diri sendiri ke bawah. Pada ke arah Manunggal yang ada kali dan masjid. Ada 10 orang yang menyeberang ke sebelah hampir hanyut juga dan kita menggunakan tali nyeberangnya. Untung ada yang menolong. Warung masih aman," ucapnya.

Bencana yang terjadi di Sumatra Barat menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Guna mempercepat proses pemulihan para korban terdampak bencana, BAZNAS menerjunkan tim ke lokasi bencana, serta melakukan sejumlah langkah strategis. 

BAZNAS RI membantu para korban banjir bandang Sumbar dengan mendirikan dapur umum yang menyediakan lebih dari 1.400 porsi makanan setiap harinya di beberapa wilayah yaitu Sungai Pua, Kampung Kubu Tengah, Nagari Koto Baru, Koto Tuo.

Selain mendirikan dapur umum, BAZNAS RI terus melakukan pencarian korban banjir bandang di Sungai Pua serta mendirikan dapur air di Kp. Kubu Tengah, Jorong Galuan, Desa Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam untuk memastikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat. Tim BAZNAS juga telah menyalurkan selimut, sembako, pembuatan jembatan darurat, dan bantuan lainnya.

Tak hanya itu, BAZNAS turut menghadirkan Mobil Dapur Umum dan Mobil Klinik untuk melayani penyintas korban banjir bandang di Sumatra Barat.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2024 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ