Berkah Ramadhan Bagi Silvyani, Pelaku UMKM Mitra BAZNAS
Berkah Ramadhan Bagi Silvyani, Pelaku UMKM Mitra BAZNAS
28/02/2026 | Humas BAZNASRamadan selalu membawa cerita tentang harapan dan keberkahan. Bagi sebagian orang, bulan suci ini menjadi momentum memperbanyak ibadah dan berbagi. Namun bagi yang lain, Ramadan juga menghadirkan peluang untuk bangkit dan memperbaiki taraf hidup. Kisah Silvyani, pelaku UMKM dari Bintoro, Demak, menjadi bukti nyata bagaimana semangat, ketekunan, dan dukungan yang tepat mampu mengubah peluang menjadi keberkahan.
Di usia 54 tahun, Silvyani—yang akrab disapa Silvi—menjalankan usaha rumahan produksi makanan ringan. Setiap Ramadan tiba, dapur rumahnya berubah menjadi pusat aktivitas yang sibuk. Aroma mete goreng, kue kering, eggroll, hingga bawang goreng kemasan memenuhi ruangan, menandai meningkatnya pesanan dari berbagai pelanggan.
Bagi Silvi, Ramadan bukan sekadar bulan suci, tetapi juga musim panen rezeki. Pesanan datang dari berbagai kalangan, mulai dari perorangan hingga kantor-kantor yang memesan dalam jumlah besar untuk kebutuhan Lebaran dan kegiatan berbagi. Produk seperti mete matang, nastar, dan bawang goreng kemasan menjadi favorit karena kualitas rasa dan kebersihannya yang terjaga.
“Alhamdulillah, di bulan puasa tahun ini banyak pesanan yang masuk. Ada dari kantor dinas dan teman-teman,” tutur Silvi dengan wajah penuh syukur.
Kesibukan Ramadan membawa peningkatan pendapatan yang signifikan. Selama bulan puasa, omzet usahanya dapat mencapai sekitar Rp16 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp6 juta. Hasil tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus penyemangat untuk terus mengembangkan usaha.
Perjalanan usaha Silvi tidak lepas dari peran penting Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Melalui program Baznas Microfinance, Silvi memperoleh dukungan pembiayaan modal usaha yang sangat berarti. Bantuan tersebut ia manfaatkan untuk menambah kapasitas produksi, khususnya pada produk mete dan kue kering yang permintaannya meningkat tajam saat Ramadan.
Dukungan Baznas tidak hanya berupa bantuan modal, tetapi juga menghadirkan rasa percaya diri dan harapan baru bagi pelaku usaha kecil seperti Silvi. Dengan tambahan modal, ia mampu membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar, meningkatkan kualitas kemasan, dan memenuhi pesanan tepat waktu.
Kisah Silvyani mencerminkan bagaimana zakat yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi umat. Baznas hadir sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan amanah para muzaki dengan kebutuhan mustahik produktif, sehingga tercipta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Ramadan tahun ini menjadi saksi kerja keras Silvi dan kebermanfaatan zakat yang disalurkan melalui Baznas. Dari dapur sederhana di Bintoro, lahir produk-produk berkualitas yang tidak hanya memenuhi kebutuhan Lebaran, tetapi juga membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kisah Silvi mengingatkan kita bahwa di balik setiap paket kue Lebaran yang tersaji di meja, terdapat perjuangan, doa, dan harapan. Dan melalui peran Baznas, harapan itu tumbuh menjadi kekuatan yang membantu pelaku UMKM kecil bangkit, mandiri, dan menatap masa depan dengan lebih optimis.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan keberkahan bagi sesama. Melalui zakat yang dikelola Baznas, keberkahan itu nyata dirasakan—menguatkan usaha kecil, menggerakkan ekonomi umat, dan menghadirkan senyum harapan seperti yang dirasakan Silvyani.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us