Bantuan Air Bersih BAZNAS Menguatkan Warga Pandeglang di Tengah Kekeringan Panjang

Bantuan Air Bersih BAZNAS Menguatkan Warga Pandeglang di Tengah Kekeringan Panjang

31/07/2026 | Humas BAZNAS RI

Bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi harapan baru dan penguat bagi warga Desa Pasir Loa, Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang selama sekitar dua bulan menghadapi kekeringan. 

Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika aktivitas warga Desa Pasir Loa mulai berjalan. Namun, bagi warga di wilayah tersebut, menjalani hari tanpa air bersih bukan perkara mudah. Di tengah kekeringan, air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi sesuatu yang harus dicari dengan susah payah.

Bagi Neng, warga Desa Pasir Loa yang sehari-hari bertani dan membuka warung sembako di rumah, kekeringan tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga. Kondisi itu juga berdampak langsung terhadap sumber penghasilannya sebagai petani.

Modal yang dikeluarkan untuk mengolah lahan dan menanam padi tidaklah sedikit. Namun, kekeringan membuat hasil pertaniannya tidak seperti yang diharapkan dan hal tersebut menambah beban ekonominya. 

Sebelum kekeringan, hasil panen yang diperoleh Neng bisa mencapai sekitar 1 ton hingga 2 ton. Namun, saat kekeringan melanda dan berujung pada gagal panen, hasil yang diperoleh hanya sekitar sembilan karung dengan berat sekitar 100 kilogram per karung.

"Akibat kekeringan, saya mengalami gagal panen. Sebelum kekeringan, hasil panen bisa mencapai sekitar 1 ton hingga 2 ton," ujar Neng.

Persoalan lain muncul ketika kebutuhan air bersih untuk rumah tangga harus dipenuhi. Warga Desa Pasir Loa hanya mengandalkan air dari kali atau sungai yang jaraknya cukup jauh. Untuk mengambil air, Neng harus menggunakan sepeda motor atau bahkan harus berjalan kaki. 

Setiap hari, air harus diangkut, terutama pada pagi dan sore hari untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Bahkan, dalam kondisi tertentu, pakaian harus dibawa langsung ke kali untuk dicuci.

"Kesulitan air bersih, air untuk minum, mandi, mencuci, hingga pengairan sawah. Di sini kami hanya mengandalkan air dari kali (sungai). Jaraknya cukup jauh," katanya.

Kondisi tersebut turut meningkatkan biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan petani. Menurut Neng, kekeringan membuat perubahan pada penghasilan, pembiayaan, dan pemeliharaan pertanian.

Di tengah situasi tersebut, bantuan air bersih dari BAZNAS RI menjadi angin segar bagi warga. Bagi Neng, bantuan tersebut bukan sekadar air yang datang ke kampungnya. Bantuan itu menjadi penopang baginya yang selama berbulan-bulan harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.

"Terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS atas bantuan air bersih untuk warga Pasir Loa. Bantuan ini sangat bermanfaat dan sangat berharga bagi kami dan warga di sini," kata Neng.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ