Bangkit di Tengah Lesunya Ekonomi, Bu Tina Bertahan Berkat Dukungan BAZNAS

Bangkit di Tengah Lesunya Ekonomi, Bu Tina Bertahan Berkat Dukungan BAZNAS

08/01/2026 | Humas BAZNAS

Di saat banyak pelaku usaha mengeluhkan sepinya pembeli akibat melemahnya daya beli masyarakat, semangat pantang menyerah justru terpancar dari sosok Ibu Zuriyatina (50). Perempuan yang akrab disapa Bu Tina ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, ia mampu bangkit dan kembali menata harapan dari usaha kecil yang dijalaninya.

Bu Tina merupakan mustahik binaan BAZNAS melalui Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi. Sejak tahun 2024, ia menjalankan usaha sarapan pagi dan makanan ringan di Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi—sebuah kawasan yang dikenal ramai di pagi hari, namun turut terdampak perlambatan ekonomi.

Perjalanan usaha Bu Tina tidak selalu mulus. Ia sempat mengandalkan usaha minuman keliling sebagai sumber penghasilan utama. Namun, lesunya aktivitas jual beli membuat usaha tersebut tak lagi mampu bertahan. Banyak pelaku UMKM memilih menyerah dalam situasi serupa. Tidak demikian dengan Bu Tina.

Dengan tekad kuat untuk tetap berikhtiar, ia memutar arah usahanya ke sektor kuliner yang lebih dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat. Dari teras rumah sederhana, Bu Tina membuka warung sarapan pagi yang menyajikan Soto Ayam, Lontong, dan Nasi Goreng. Pilihan menu yang tepat sasaran ini perlahan menghidupkan kembali roda ekonominya. Dari usaha tersebut, Bu Tina mampu meraih omzet kotor sekitar Rp300.000 per hari atau setara Rp9.000.000 per bulan.

“Kondisi memang sedang lesu, tapi kita tetap harus makan setiap hari. Karena itu, kita harus mampu mencarikan solusi agar tetap bisa berdagang,” tutur Bu Tina, menegaskan filosofi bertahannya.

Keberlangsungan usaha ini tidak lepas dari peran BAZNAS. Dukungan permodalan yang diberikan menjadi napas baru bagi Bu Tina untuk memulai kembali. Tak hanya itu, pendampingan intensif dari Pendamping BMD Bukittinggi turut memainkan peran penting—mulai dari bimbingan pengelolaan usaha, penguatan mental wirausaha, hingga ide-ide adaptif agar usaha tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan inilah yang membuat program BMD tidak sekadar memberi modal, tetapi juga menumbuhkan kemandirian. Bu Tina merasa tidak berjalan sendiri; ada sistem pendampingan yang menguatkan langkahnya di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kisah Ibu Zuriyatina menjadi potret nyata bagaimana zakat yang dikelola secara produktif mampu menghadirkan perubahan. Dengan semangat, ketekunan, serta dukungan dan pendampingan yang tepat dari BAZNAS, pelaku usaha kecil seperti Bu Tina dapat bangkit, bertahan, dan terus produktif—bahkan ketika tantangan ekonomi sedang tidak bersahabat.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ