Aroma Takjil dan Semangat Ramadan: Kisah Lukman Khakim, Mustahik ZChicken Jepara yang Bangkit Bersama BAZNAS

Aroma Takjil dan Semangat Ramadan: Kisah Lukman Khakim, Mustahik ZChicken Jepara yang Bangkit Bersama BAZNAS

23/02/2026 | Humas BAZNAS

Ramadan selalu menghadirkan kisah-kisah keteguhan hati dan perjuangan mencari rezeki yang penuh keberkahan. Di Desa Paren, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, kisah itu terpancar dari gerai sederhana milik Lukman Khakim. Pria ini merupakan penerima manfaat (mustahik) program ZChicken dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Berkat pendampingan dan dukungan program pemberdayaan tersebut, Lukman tak hanya bertahan, tetapi mampu berinovasi dan berkembang di tengah momentum bulan suci.

Menjelang sore hari, suasana Desa Paren perlahan berubah. Jalan desa mulai dipadati pekerja yang pulang dari aktivitas harian. Tepat pukul 15.00 WIB, Lukman bersama sang istri membuka gerai ZChicken miliknya. Dari wajan yang mengepul, aroma gurih gorengan dan ayam krispy menguar, mengundang siapa saja yang melintas untuk singgah.

Ramadan tahun ini menjadi momen penting bagi Lukman untuk menunjukkan kelincahan membaca peluang. Jika pada hari biasa ia fokus menjual ayam krispy, kini gerainya bertransformasi menjadi pusat takjil favorit warga. Ia menambahkan menu gorengan—hidangan sederhana namun selalu dirindukan saat berbuka puasa.

Setiap sore, sekitar 100 buah gorengan disiapkan. Waktu berjualan yang dipilih bukan tanpa alasan. Jam tersebut bertepatan dengan arus pulang kerja para buruh dan karyawan yang melintasi Desa Paren. Strategi ini membuat lapaknya menjadi persinggahan praktis bagi mereka yang ingin membawa pulang takjil hangat untuk keluarga.

Keputusan berinovasi itu membuahkan hasil. Pada hari kedua Ramadan, Jumat (20/02/26), meski waktu berbuka masih lama, Lukman telah mencatat omzet sementara sebesar Rp180.000. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya pembeli menjelang azan magrib.

“Kami mencoba menyesuaikan diri dengan keinginan pelanggan yang mencari menu praktis untuk takjil, namun tetap mempertahankan kualitas ZChicken,” ujar Lukman dengan senyum optimistis.

Meski gorengan menjadi daya tarik baru, Lukman tetap menjaga identitas usahanya. Ia menyiapkan sekitar 15 potong ayam krispy setiap sore untuk pelanggan setia yang menjadikan ZChicken sebagai menu berbuka favorit. Cita rasa ayam krispy yang gurih dan konsisten telah membangun kepercayaan masyarakat sekitar.

Bukti kepercayaan itu terlihat sejak hari pertama puasa. Lukman menerima pesanan khusus 10 potong ayam untuk menu sahur. Kepercayaan pelanggan menjadikan ZChicken miliknya bukan sekadar tempat membeli makanan, tetapi bagian dari tradisi keluarga dalam menjalani Ramadan.

Untuk menjaga loyalitas pelanggan, Lukman juga menerapkan strategi promosi sederhana namun efektif. Setiap pembelian dua potong ayam ZChicken, pelanggan mendapatkan gratis satu cup es teh. Cara ini terbukti mampu menarik pembeli sekaligus membangun kedekatan dengan pelanggan.

Di balik kesibukan menggoreng dan melayani pembeli, ada peran besar BAZNAS yang menjadi fondasi keberhasilan Lukman. Melalui program ZChicken, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, serta motivasi agar mustahik mampu mandiri secara ekonomi.

Program ini dirancang untuk mengubah penerima zakat menjadi pelaku usaha produktif. Dengan pendekatan pemberdayaan, mustahik didorong untuk memiliki keterampilan, manajemen usaha, serta semangat kewirausahaan yang berkelanjutan.

Transformasi Lukman menjadi contoh nyata bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan. Dari penerima manfaat, ia kini berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga. Bahkan, kehadiran gerainya turut memberi dampak ekonomi kecil bagi lingkungan sekitar, mulai dari pemasok bahan baku hingga masyarakat yang memperoleh akses makanan berbuka dengan harga terjangkau.

Ramadan bagi Lukman bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat usaha dan memperluas manfaat. Setiap gorengan yang terjual dan setiap potong ayam yang dibawa pulang pelanggan menjadi bagian dari perjalanan menuju kemandirian.

Kisah Lukman Khakim adalah potret keberhasilan zakat yang dikelola secara produktif. Melalui peran BAZNAS dan semangat pantang menyerah, seorang mustahik mampu bangkit menjadi pelaku usaha tangguh. Di tengah dinamika Ramadan, gerai kecil di Desa Paren itu bukan hanya menjual takjil, tetapi juga menyajikan harapan, ketekunan, dan bukti nyata bahwa keberkahan dapat dijemput dengan usaha dan dukungan yang tepat.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ