Panen Padi Huma di Jatigede, Petani Binaan BAZNAS Jaga Kearifan Lokal

Panen Padi Huma di Jatigede, Petani Binaan BAZNAS Jaga Kearifan Lokal

  • 08/04/2026 | Humas BAZNAS RI
  • Bagikan :

Samri, petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), berhasil memanfaatkan lahan greenbelt Bendungan Jatigede, Sumedang, sebagai sumber pangan sekaligus penguatan ekonomi keluarga melalui panen raya padi huma.

Bersama istrinya, Samri tampak antusias mengumpulkan bulir-bulir padi dari lahan yang kini menjadi tumpuan hidup baru bagi warga sekitar. Dalam proses panen, keduanya masih mempertahankan kearifan lokal dengan menggunakan alat tradisional berupa etem untuk memotong tangkai padi secara manual satu per satu. Cara ini dinilai mampu menjaga kualitas bulir tetap utuh serta meminimalkan kerusakan tanaman.

Setelah dipanen, padi diproses menggunakan irik tradisional untuk memisahkan bulir dari batangnya, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering sempurna. Proses yang telaten ini menghasilkan gabah yang bersih, tahan lama, dan memiliki aroma khas.

Hasil panen tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan dari penjualan kelebihan produksi. Program binaan ini membantu meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi petani di tengah dinamika harga pangan.

 

Pemanfaatan lahan nonproduktif di kawasan greenbelt ini menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, masyarakat mampu mengoptimalkan potensi lokal. Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain untuk mendorong lahirnya lebih banyak petani mandiri.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ