Dibantu BAZNAS, Usaha Tempe Milik Mustahik Binaan di Jateng Semakin Berkembang
Usaha tempe milik Nadriyatul, mustahik binaan Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berkembang hingga mampu menjadi sumber penghasilan keluarga dengan omzet sekitar Rp550 ribu per hari.
Setiap hari, Nadriyatul mengolah sekitar 25 kilogram kedelai impor dengan harga bahan baku sekitar Rp11.000 per kilogram. Tempe kemudian dikemas dalam beberapa ukuran dan dipasarkan dengan harga Rp2.500 hingga Rp5.000 per kemasan sesuai ukuran.
Dari usaha tersebut, Nadriyatul memperoleh omzet Rp550 ribu dengan laba bersih sekitar Rp150 ribu per hari. Pemasaran dilakukan dengan mengandalkan pelanggan tetap di Desa Rejosari serta menitipkan produk di sejumlah warung di sekitar desa.
Nadriyatul juga menjaga kualitas tempe melalui proses pengolahan kedelai yang memastikan sekitar 90 persen kulit kedelai terlepas. Dari proses tersebut membuat tempe memiliki tampilan yang lebih baik dan dapat bertahan lebih lama tanpa menggunakan bahan pengawet.
Kualitas produk dan pelanggan tetap menjadi modal Nadriyatul untuk mempertahankan usaha tempenya di tengah persaingan produk sejenis di tingkat lokal.
Bagi Nadriyatul, usaha produksi tempe bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bentuk ketekunan dalam memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan sekitar. Dengan produksi yang dilakukan setiap hari dan pemasaran yang terus dijaga, usaha rumahan tersebut mampu memberikan penghasilan secara rutin.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us