Niat Puasa Ramadhan dan Waktu Membaca yang Tepat

  • Diposting oleh : Admin
  • Tanggal : 11/03/2022
  • Niat Puasa Ramadhan dan Waktu Membaca yang Tepat


    Datangnya bulan suci Ramadhan di tahun 2022 tinggal menghitung hari. Bulan yang mulia ini menjadi bulan yang paling dirindukan oleh seluruh umat muslim, karena setiap ibadah dan kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan akan mendapat pahala yang berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

    Maka dari itu, banyak umat Muslim yang berlomba-lomba untuk memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadhan. Salah satu ibadah yang wajib dijalani oleh umat Islam adalah ibadah puasa.

    Sebelum menjalankan ibadah puasa selama 29-30 hari, kita diwajibkan untuk membaca niat puasa Ramadhan terlebih dahulu. Niat merupakan syarat sahnya puasa dan termasuk dalam rukun puasa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini, “Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya,” (HR. Al-Bukhari).

     

    Berikut adalah niat puasa Ramadhan:

    Nawaitu shauma ghodin an adaai fardhi syahri romadhoona hadzihis-sanati lillahitaala.

    Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Taala.

    Niat puasa Ramadhan dianjurkan untuk dibaca setiap malam hari atau ketika melaksanakan sahur sebelum memasuki waktu subuh. Dilansir dari NU Online, jika niat puasa Ramadhan dilafalkan di luar waktu tersebut, maka puasa dapat dianggap tidak sah.  Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya," (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah).

    Dari hadist di atas dapat disimpulkan bahwa jika seseorang tidak membaca niat puasa Ramadhan di malam hari hingga memasuki subuh, maka ia harus mengganti puasanya selain di bulan Ramadhan karena puasanya tidak sah. Terkecuali bagi orang-orang yang tidak membaca niat puasa Ramadhan karena utzur, seperti lupa atau tertidur sampai memasuki waktu subuh, maka ia tetap dapat menjalankan puasanya meskipun tidak membaca niat puasa Ramadhan sebelumnya.

    Adapun niat puasa Ramadhan sebaiknya cukup dilantunkan dalam hati, sebagaimana niat definisikan sebagai dorongan untuk melakukan perbuatan tulus dari hati. Umat Muslim dianjurkan melantunkan niat puasa Ramadhan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Namun, apabila niat puasa Ramadhan diucapkan dengan lugas, maka hal tersebut dianggap sunnah.

    Di samping itu, bagi umat muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya, dapat membayar utang tersebut bersamaan dengan puasa Senin Kamis agar mendapat dua pahala sekaligus. Umat muslim yang berniat menggabungkan kedua puasa tersebut tidak perlu membaca niat puasa Ramadhan dan niat puasa Senin-Kamis masing-masing, melainkan cukup membaca satu niat qadha puasa saja.

    Berikut adalah niat puasa Senin Kamis yang digabung dengan qadha puasa Ramadhan:

    Nawaitu shauma ghodin an qadha’I fardhi syahri romadhoona lillahi taala. 

    Artinya: Aku berniat untuk meng-qadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta ala.

    Dengan mengukuhkan niat puasa Ramadhan dengan baik, insya Allah umat muslim akan diberikan kelancaran dalam menjalankan puasa Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Berkenaan dengan berapa hari lagi puasa tentunya harus menunggu keputusan hasil sidang isbat, namun diperkirakan bulan Ramadhan tahun ini akan jatuh pada 2 April 2022. 

    Mari mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan berbagai amalan baik, salah satunya dengan bersedekah melalui BAZNAS yang dapat Anda tunaikan di tautan berikut ini https://baznas.go.id/bayarzakat.

BAYAR ZAKAT