.
Mitos Seputar Daging Kurban
10/07/2020 | AdminHari Raya Idul Adha sebentar lagi tiba, hari raya yang berkaitan dengan berkurban ini, akan segera kita laksanakan, meski bumi masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan pedoman terkait pelaksanaan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban saat pandemi.
Idul Adha dirayakan setiap tahunnya, tiap tahun pula terdapat mitos seputar daging kurban yang membuat kita bertanya-tanya, dan ragu untuk melakukannya. Berikut sejumlah mitos soal daging kurban yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Daging Kambing Mengobati Darah Rendah
Selama ini banyak orang beranggapan bahwa, memakan daging kambing, dapat membantu menambah darah yang berada di tubuh kita. Padahal, daging kambing itu sendiri memiliki kandungan lemak yang lebih rendah daripada daging sapi dan ayam.
Belum ada penelitian resmi yang membuktikan bahwa daging kambing mampu meningkatkan tekanan darah secara cepat. Meski begitu, kita perlu bijak mengonsumsi daging kambing, meski kandungan lemaknya lebih rendah dari daging sapi dan ayam.
2. Daging Kurban Tak Perlu Dicuci
Sebagian orang masih mengira kalau daging sapi atau kambing yang berasal dari penyembelihan kurban itu, sebelum dimasak atau ketika ingin disimpan di dalam lemari pendingin itu tak perlu dicuri terlebih dahulu, karena dianggap dapat menurunkan kualitas dan kandungan baik dari daging tersebut.
Padahal, menurut para dokter, daging dari hasil pemotongan hewan kurban juga perlu dilakukan pencucian, sebab bisa saja, daging yang keluar dari tempat pemotongan daging tidak dengan bersih, atau dibersihkan, namun tidak sempurna, sehingga terdapat kuman, atau virus yang bisa membahayakan tubuh kita.
3. Pengidap Hipertensi Tak Boleh Konsumsi
Bagi para penderita hipertensi, saat Hari Raya Idul Adha tiba, bahkan di hari biasa, mereka lebih memilih untuk tidak mengonsumsi daging, karena ditakutkan meningkatkan kolesterolnya.
Semua itu bisa diakali, dan penderita hipertensi masih bisa menikmati daging kurban, namun harus dikonsumsi dengan batas wajar tidak berlebihan. Dalam mengolahnya, dianjurkan untuk tidak menggunakan santan, tidak dimasak dengan durasi lama, atau dipanaskan berulang-ulang.
Anjuran lainnya, tetap konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayur sayuran. Lalu diimbangi juga dengan olahraga yang cukup. Bagi yang tidak memiliki banyak waktu, bisa melakukan olahraga kecil seperti berjalan cepat di kamar, atau olahraga lain yang tak memerlukan ruangan, atau alat khusus.
4. Ibu Hamil Tak Boleh Konsumsi Daging Kambing
Ibu hami dianggap tidak diperbolehkan mengonsumsi daging kambing, karena dikhawatirkan dapat mengganggu janin yang tengah dikandungnya.
Daging kambing memiliki sejumlah kandungan yang cukup baik untuk tumbuh kembang si bayi yang dikandung. Mengonsumsi daging kambing diperbolehkan selama itu tetap berada pada batas wajar dan tidak berlebihan.
Tingkat kematangan dalam mengolah daging kambing juga perlu diperhatikan, pastikan daging yang diolah telah matang seutuhnya, perbanyak minum air puih, dan yang terpenting juga, konsumsi daging kambing dibarengi dengan konsumsi makanan sehat lainnya seperti buah dan sayuran.
Tunaikan kurban anda melalui program Kurban Online BAZNAS. Program ini sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Di dalam programnya terdapat pemberdayaan terhadap para peternak, dan mustahik yang mampu membantu meningkatkan perekonomian mereka, silakan kunjungi baznas.go.id/kurbanonline.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us