Bolehkah Kurban Secara Kolektif

  • Diposting oleh : Admin
  • Tanggal : 30/06/2020
  • .


    Umat Muslim di seluruh dunia, saat melaksanakan ibadah kurban pada hari Raya Idul Adha, diberikan pilihan di antara tiga jenis hewan yang akan dikurbankan, yakni unta, sapi, dan kambing. Dari tiga jenis hewan kurban ini, memiliki ketentuan yang berbeda beda, dimana unta dan sapi dapat dilakukan secara bersama-sama atau kolektif sebanyak tujuh orang, sementara kambing hanya satu orang saja.

     

    Salah satu alasan banyak orang melakukan kurban secara kolektif adalah masalah kondisi keuangan. Karena tak mampu untuk berkurban seekor sapi perorangan, membayar kolektif bersama-sama dengan tujuh orang mengurbankan satu sapi merupakan solusinya. Dan tidak ada larangan juga satu orang menyumbang seekor unta atau sapi, karena semua kembali tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing Mudhahhy.

     

    Dan hukum kurban dalam Islam secara kolektif juga diperbolehkan. Hal ini juga pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW. Namun terdapat ketentuan di dalamnya. Misalnya saja pada kambing, satu ekor kambing diperbolehkan disembelih untuk satu keluarga, tapi kurbannya atau penyebutan namanya tetap untuk satu orang saja.

     

    Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya. (HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa no. 1142).

     

    Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu beliau mengatakan, 

    Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.

     

    Untuk urutan keutamaan hewan yang dikurbankan adalah unta, sapi, kambing domba, kambing kacang, kurban unta kolektif, kemudian yang terakhir kurban sapi kolektif. Tolak ukur urutan afdhaliyyah ini pertama dititikberatkan kepada sisi kuantitas daging. Oleh karena itu, unta lebih utama dari sapi, sapi lebih utama dari domba, sebab lebih banyak daging yang dikurbankan. Pertimbangan kedua mengacu kepada sisi kualitas daging. Oleh sebab itu, domba lebih utama dari pada kambing kacang.

     

    Syekh Ibnu Hajar al-Haitami berkata:

    Kurban yang paling utama adalah unta, sapi, domba, kambing kacang, unta kolektif kemudian sapi kolektif, sebab masing-masing dari apa yang telah disebutkan lebih baik dari urutan setelahnya, maksudnya karakternya memang demikian, (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi, juz 6, hal. 615, Dar al-Minhaj).

     

    Tentunya umat muslim dapat memaknai ibadah kurban sebagai jalan untuk berserah diri untuk segalanya kepada Allah SWT, seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim yang menyerahkan dan mengikhlaskan putranya untuk Allah SWT. Selain mendekatkan diri pada Allah SWT, kurban juga dapat mendekatkan diri pada keluarga dan saudara, menumbuhkan sifat berbagi, dan mengajarkan keikhlasan bagi yang menjalankannya.

     

    Dikutip dari berbagai sumber

BAYAR ZAKAT