Zakat Mal Meliputi Apa Saja: Ini Jenis Harta yang Wajib Dizakati
Zakat Mal Meliputi Apa Saja: Ini Jenis Harta yang Wajib Dizakati
31/08/2026 | Humas BAZNAS RIKetika harta telah memenuhi syarat tertentu, ada sebagian yang wajib kita keluarkan untuk zakat. Namun, masih banyak di antara kita yang bertanya-tanya, zakat mal meliputi apa saja dan jenis harta apa yang sebenarnya wajib dizakati?
Pertanyaan tersebut sangat wajar karena bentuk kekayaan pada zaman sekarang semakin beragam. Dahulu kita lebih sering mengenal zakat emas, perak, hasil pertanian, dan hewan ternak. Sekarang, seorang Muslim dapat memiliki tabungan, deposito, saham, investasi, usaha, penghasilan profesi, hingga berbagai aset lainnya. BAZNAS menjelaskan bahwa zakat mal dapat mencakup uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, aset perdagangan, hasil pertambangan, hasil laut, hasil sewa aset, dan bentuk kekayaan lainnya yang memenuhi ketentuan syariat.
Karena itu, memahami zakat mal meliputi apa saja penting dilakukan agar kita dapat mengetahui apakah harta yang dimiliki sudah menjadi objek zakat atau belum. Dengan pemahaman yang benar, insyaAllah kita dapat menunaikan kewajiban zakat dengan lebih tenang dan tepat.
Apa Itu Zakat Mal?
Sebelum membahas zakat mal meliputi apa saja, kita perlu memahami terlebih dahulu pengertiannya.
Secara sederhana, zakat mal adalah zakat yang dikenakan terhadap harta tertentu yang dimiliki seorang Muslim dan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh syariat. Kata mal berasal dari bahasa Arab yang berarti harta atau kekayaan.
Dalam ajaran Islam, harta bukan semata-mata milik pribadi yang dapat digunakan tanpa batas. Harta merupakan amanah dari Allah SWT. Ketika seseorang memperoleh rezeki yang banyak dan memenuhi ketentuan wajib zakat, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat.
Allah SWT berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...”
(QS. At-Taubah: 103)
Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting bahwa zakat memiliki fungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta sekaligus diri orang yang menunaikannya.
BAZNAS menjelaskan bahwa zakat mal dikenakan atas berbagai jenis harta yang secara zat maupun cara memperolehnya tidak bertentangan dengan ketentuan agama.
Zakat Mal Meliputi Apa Saja?
Lalu, zakat mal meliputi apa saja?
Secara umum, jenis harta yang termasuk objek zakat mal di Indonesia mencakup emas, perak dan logam mulia lainnya; uang dan surat berharga; perniagaan; pertanian, perkebunan dan kehutanan; peternakan dan perikanan; pertambangan; perindustrian; pendapatan dan jasa; serta rikaz atau harta temuan. Daftar tersebut sejalan dengan penjelasan BAZNAS mengenai zakat mal dan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan zakat.
Berikut penjelasan masing-masing jenisnya.
1. Zakat Emas, Perak, dan Logam Mulia
Emas dan perak termasuk jenis harta yang sejak dahulu menjadi objek zakat. Pada masa sekarang, bentuknya tidak hanya berupa keping emas atau batangan, tetapi juga dapat berupa berbagai bentuk kepemilikan emas yang memenuhi ketentuan zakat.
Contohnya antara lain:
- Emas batangan.
- Logam mulia.
- Emas simpanan.
- Perak.
- Bentuk logam mulia lain yang memenuhi ketentuan.
Untuk emas, nisab yang umum digunakan adalah setara 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen setelah memenuhi syarat yang berlaku. BAZNAS juga menjelaskan emas dan logam mulia sebagai salah satu kategori harta yang termasuk zakat mal.
Namun, persoalan perhiasan yang digunakan sehari-hari memiliki pembahasan fikih tersendiri. Karena terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai perhiasan yang dipakai secara wajar, kita sebaiknya mengikuti panduan lembaga zakat atau pendapat ulama yang kita percayai.
2. Zakat Uang, Tabungan, dan Deposito
Jenis harta berikutnya yang sangat dekat dengan kehidupan kita adalah uang.
Pada masa sekarang, sebagian besar kekayaan tidak lagi disimpan dalam bentuk emas atau uang tunai di rumah. Kita mungkin menyimpan uang di rekening bank, tabungan, deposito, atau instrumen keuangan lainnya.
BAZNAS memasukkan uang dan simpanan seperti tabungan serta deposito sebagai bagian dari harta yang dapat menjadi objek zakat apabila memenuhi ketentuan.
Misalnya, seseorang memiliki:
- Tabungan Rp100 juta.
- Deposito Rp50 juta.
- Saldo rekening lain Rp30 juta.
Jika keseluruhan harta tersebut memenuhi nisab dan haul sesuai ketentuan, maka perlu dihitung zakatnya.
Umumnya zakat uang dihitung sebesar 2,5 persen dari harta yang menjadi objek zakat setelah memenuhi persyaratan.
Inilah salah satu alasan mengapa kita perlu memahami zakat mal meliputi apa saja, karena seseorang mungkin merasa tidak mempunyai "harta" dalam bentuk aset fisik, padahal saldo rekeningnya sudah memenuhi syarat wajib zakat.
3. Zakat Harta Perniagaan atau Perdagangan
Apabila kita memiliki usaha perdagangan, barang dagangan juga dapat menjadi objek zakat.
Contohnya adalah:
- Toko pakaian.
- Toko elektronik.
- Pedagang sembako.
- Bisnis makanan.
- Toko online.
- Distributor barang.
- Usaha perdagangan lainnya.
Pada prinsipnya, barang yang memang dimiliki untuk diperdagangkan dapat diperhitungkan sebagai harta perdagangan.
BAZNAS menjelaskan bahwa harta perniagaan termasuk salah satu jenis harta yang wajib dizakati apabila memenuhi ketentuan. Dalam praktik perhitungan, aset usaha seperti nilai persediaan, kas usaha, dan piutang yang dapat ditagih dapat diperhitungkan sesuai metode yang digunakan.
Misalnya, setelah satu tahun berjalan, nilai aset perdagangan yang menjadi objek zakat adalah Rp400 juta. Jika telah memenuhi nisab, dengan kadar 2,5 persen zakatnya secara sederhana adalah:
Rp400.000.000 × 2,5 persen = Rp10.000.000.
Untuk kondisi usaha yang memiliki utang, piutang bermasalah, aset tetap, atau struktur keuangan kompleks, perhitungannya sebaiknya dikonsultasikan kepada amil zakat.
4. Zakat Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan
Pertanian juga termasuk harta yang memiliki ketentuan zakat.
Contohnya:
- Padi.
- Jagung.
- Gandum.
- Kurma.
- Hasil perkebunan tertentu.
- Hasil pertanian lain yang memenuhi ketentuan syariat.
Salah satu hal yang membedakan zakat pertanian dengan beberapa jenis zakat mal lainnya adalah tidak adanya kewajiban menunggu haul satu tahun. Zakat pertanian berkaitan dengan hasil panen ketika telah memenuhi nisab dan ketentuan yang berlaku.
Allah SWT berfirman:
“Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya.”
(QS. Al-An'am: 141)
Untuk hasil pertanian, kadar zakat dapat berbeda berdasarkan sistem pengairannya. BAZNAS menjelaskan contoh kadar 10 persen untuk hasil yang diairi secara alami seperti air hujan dan 5 persen apabila menggunakan irigasi yang membutuhkan biaya.
Karena detail jenis tanaman dan ukuran nisab dapat memiliki ketentuan fikih tersendiri, petani sebaiknya menggunakan pedoman lembaga zakat setempat ketika menghitungnya.
5. Zakat Peternakan dan Perikanan
Bagi seorang Muslim yang memiliki usaha peternakan, ada pula ketentuan zakat yang perlu diperhatikan.
Jenis hewan ternak yang secara klasik memiliki pembahasan zakat antara lain:
- Unta.
- Sapi.
- Kerbau.
- Kambing.
- Domba.
Zakat peternakan tidak cukup dihitung hanya dengan mengalikan jumlah hewan dengan 2,5 persen. Ada ketentuan nisab dan jenis pembayaran yang berbeda sesuai jenis serta jumlah ternak.
Karena itu, peternak sebaiknya tidak menggunakan rumus zakat uang untuk menghitung zakat ternak.
Dalam perkembangan pengelolaan zakat di Indonesia, perikanan juga termasuk dalam cakupan zakat mal. Regulasi dan penjelasan BAZNAS memasukkan peternakan dan perikanan sebagai salah satu kategori harta zakat.
6. Zakat Hasil Pertambangan
Hasil pertambangan juga termasuk kategori harta yang dibahas dalam zakat mal.
Misalnya, seseorang atau perusahaan memperoleh hasil pertambangan yang memenuhi ketentuan syariat dan peraturan yang berlaku. Hasil tersebut dapat menjadi objek zakat sesuai jenis dan karakteristiknya.
Perlu dibedakan antara zakat hasil pertambangan dan zakat atas emas yang sudah menjadi simpanan. Keduanya mempunyai pembahasan fikih dan metode penghitungan yang tidak selalu sama.
Untuk usaha pertambangan dengan nilai aset besar, penghitungan sebaiknya dilakukan dengan bantuan amil zakat atau pihak yang memahami fikih zakat dan laporan keuangan.
7. Zakat Perindustrian
Dalam kehidupan modern, banyak orang memperoleh kekayaan melalui sektor industri.
Contohnya adalah perusahaan yang memproduksi:
- Makanan dan minuman.
- Pakaian.
- Produk rumah tangga.
- Peralatan.
- Produk manufaktur.
- Barang produksi lainnya.
Perindustrian termasuk salah satu kategori zakat mal dalam kerangka pengaturan zakat di Indonesia.
Dalam praktiknya, penghitungan zakat perusahaan atau industri tidak selalu sederhana karena harus melihat karakter usaha, aset, kewajiban, persediaan, piutang, serta pendapatan.
Karena itu, perusahaan Muslim sebaiknya tidak sekadar mengambil 2,5 persen dari seluruh aset tanpa analisis. Metode penghitungan harus disesuaikan dengan ketentuan zakat yang relevan.
8. Zakat Penghasilan dan Jasa
Di zaman sekarang, banyak orang mendapatkan penghasilan dari pekerjaan dan jasa profesional.
Contohnya:
- Dokter.
- Pengacara.
- Konsultan.
- Desainer.
- Freelancer.
- Guru.
- Karyawan.
- Pengusaha jasa.
- Pekerja profesional lainnya.
Zakat penghasilan atau profesi termasuk pembahasan zakat kontemporer. BAZNAS memasukkan pendapatan profesi sebagai salah satu bentuk zakat mal.
MUI juga memiliki pembahasan mengenai zakat penghasilan. Dalam penjelasan mengenai keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI 2018, zakat penghasilan berkaitan dengan pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa profesional, dan pekerjaan bebas.
Untuk zakat penghasilan, terdapat perbedaan metode yang perlu dipahami, khususnya mengenai waktu pembayaran, nisab, dan dasar perhitungannya. Karena itu, kita sebaiknya mengikuti panduan resmi lembaga zakat yang digunakan.
9. Zakat Saham dan Surat Berharga
Investasi juga menjadi bagian dari kehidupan ekonomi umat Islam saat ini.
Seseorang mungkin memiliki:
- Saham.
- Surat berharga.
- Investasi syariah.
- Instrumen investasi lainnya.
BAZNAS memasukkan surat berharga dan saham sebagai bagian dari pembahasan zakat mal.
Akan tetapi, cara menghitung zakat saham tidak selalu sama dengan cara menghitung zakat tabungan. Kita perlu melihat apakah saham tersebut dimiliki untuk perdagangan, investasi jangka panjang, atau mendapatkan keuntungan dari dividen.
Jika kita mempunyai portofolio investasi yang cukup besar, sebaiknya gunakan kalkulator zakat dari lembaga zakat terpercaya atau konsultasikan langsung dengan amil.
10. Zakat Rikaz atau Harta Temuan
Rikaz adalah harta terpendam atau harta temuan tertentu yang memiliki ketentuan zakat tersendiri.
Dalam regulasi Kementerian Agama, rikaz didefinisikan sebagai harta temuan. PMA Nomor 52 Tahun 2014 juga menjelaskan bahwa syarat haul tidak berlaku untuk zakat rikaz, sebagaimana juga terdapat pengecualian haul untuk beberapa jenis zakat lainnya.
Karena rikaz memiliki karakter khusus, jangan menyamakannya begitu saja dengan tabungan atau emas yang telah disimpan selama satu tahun.
Syarat Harta yang Wajib Dizakati
Setelah mengetahui zakat mal meliputi apa saja, pertanyaan berikutnya adalah: apakah semua harta tersebut otomatis wajib dizakati?
Jawabannya, tidak.
Ada persyaratan tertentu yang harus terpenuhi.
Menurut PMA Nomor 52 Tahun 2014, harta yang dikenai zakat mal harus memenuhi syarat berupa kepemilikan penuh, halal, mencapai nisab, dan haul. Namun, ketentuan haul tidak berlaku untuk beberapa jenis zakat, seperti pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta rikaz.
Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir bahwa setiap harta yang dimiliki langsung terkena zakat.
Sebaliknya, kita perlu mengetahui karakteristik masing-masing harta agar kewajiban dapat ditunaikan dengan benar.
Apa Itu Nisab dan Haul?
Dua istilah penting dalam zakat mal adalah nisab dan haul.
Nisab
Nisab adalah batas minimal harta yang menyebabkan zakat menjadi wajib.
Sebagai contoh, untuk zakat emas, nisab yang umum digunakan adalah 85 gram emas. Nilai nisab dalam rupiah dapat berubah mengikuti harga emas.
Haul
Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah.
Namun, seperti telah dijelaskan sebelumnya, tidak semua jenis zakat mensyaratkan haul. Zakat pertanian dan rikaz, misalnya, memiliki ketentuan yang berbeda.
Karena itu, kita tidak boleh menggunakan satu rumus untuk seluruh jenis zakat mal.
Apakah Rumah dan Kendaraan Wajib Dizakati?
Ini menjadi pertanyaan yang sering muncul.
Pada dasarnya, rumah yang kita tempati sebagai kebutuhan tempat tinggal dan kendaraan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tidak otomatis menjadi objek zakat mal hanya karena memiliki nilai yang tinggi.
Zakat berkaitan dengan jenis harta dan tujuan kepemilikannya. Misalnya, rumah yang digunakan untuk tempat tinggal berbeda dengan rumah yang sengaja dibeli untuk diperjualbelikan. Demikian pula kendaraan pribadi berbeda dengan kendaraan yang menjadi bagian dari aset usaha.
Karena itu, ketika mengecek kewajiban zakat, jangan hanya melihat harga sebuah aset. Perhatikan juga fungsi, tujuan kepemilikan, dan ketentuan zakat untuk aset tersebut.
Apakah Semua Harta Harus Dikumpulkan dan Dizakati?
Tidak semua aset pribadi harus langsung dijumlahkan menjadi satu.
Misalnya, seseorang memiliki rumah tinggal, mobil pribadi, pakaian, perabot rumah, dan tabungan. Tidak berarti seluruh nilai tersebut otomatis dijumlahkan lalu dikalikan 2,5 persen.
Zakat memiliki objek dan ketentuan masing-masing.
Yang perlu kita lakukan adalah mengidentifikasi harta apa yang termasuk objek zakat, kemudian memeriksa nisab, haul, kadar zakat, dan ketentuan lain yang berlaku.
Dengan cara tersebut, kita dapat menjalankan ibadah zakat secara lebih tertib.
Cara Sederhana Mengetahui Apakah Kita Wajib Zakat
Agar tidak bingung, kita dapat melakukan beberapa langkah sederhana.
- Identifikasi seluruh harta yang dimiliki. Catat tabungan, emas, usaha, investasi, hasil pertanian, ternak, dan penghasilan yang relevan.
- Pisahkan harta yang merupakan kebutuhan pokok. Tidak semua aset pribadi otomatis menjadi objek zakat.
- Tentukan jenis zakatnya. Tabungan memiliki ketentuan berbeda dengan pertanian, perdagangan, atau peternakan.
- Periksa nisab. Bandingkan nilai harta dengan batas minimal yang berlaku.
- Periksa haul jika disyaratkan. Untuk jenis harta tertentu, kepemilikan harus mencapai satu tahun hijriah.
- Gunakan kadar zakat yang sesuai. Jangan menggunakan kadar zakat uang untuk semua jenis harta.
- Bayarkan melalui lembaga zakat terpercaya. Hal ini membantu memastikan dana zakat disalurkan kepada pihak yang berhak.
Mengapa Memahami Zakat Mal Itu Penting?
Sebagai Muslim, kita tidak hanya ingin memiliki harta yang banyak. Kita juga ingin harta tersebut membawa keberkahan.
Zakat mengajarkan kepada kita bahwa rezeki yang kita terima bukan semata-mata hasil usaha kita sendiri. Ada kehendak Allah SWT di balik setiap rezeki yang kita dapatkan.
Ketika telah memenuhi syarat, menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus kepedulian terhadap sesama.
Zakat juga memiliki dimensi sosial yang sangat besar. Dana zakat disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya atau asnaf. BAZNAS menjelaskan bahwa zakat merupakan salah satu instrumen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menciptakan manfaat sosial.
Karena itu, jangan sampai kita menganggap zakat sebagai beban. Sebaliknya, mari memandangnya sebagai ibadah dan bentuk syukur atas rezeki yang Allah SWT berikan. Mari sempurnakan ibadah Anda dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us