Urutan Tata Cara Shalat Witir yang Benar Beserta Bacaannya

Urutan Tata Cara Shalat Witir yang Benar Beserta Bacaannya

Urutan Tata Cara Shalat Witir yang Benar Beserta Bacaannya

28/02/2026 | Humas BAZNAS

Shalat Witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebagai penutup shalat malam. Rasulullah SAW senantiasa menjaga Witir dalam berbagai kondisi, menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, memahami Urutan Tata Cara Shalat Witir menjadi langkah penting agar ibadah dilakukan sesuai tuntunan syariat.

 

Banyak umat Islam melaksanakan Witir setelah shalat Isya, Tarawih di bulan Ramadhan, atau setelah tahajud pada sepertiga malam terakhir. Namun, tidak semua memahami niat, bacaan, dan urutan pelaksanaannya secara lengkap. Dengan mengetahui Urutan Tata Cara Shalat Witir, seorang muslim dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan yakin.

 

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap niat Witir, bacaan yang dianjurkan, serta Urutan Tata Cara Shalat Witir yang benar sesuai sunnah Rasulullah SAW. Penjelasan disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan diamalkan oleh umat Islam.

 


 

Pengertian dan Keutamaan Shalat Witir

 

Shalat Witir adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil sebagai penutup shalat malam. Memahami Urutan Tata Cara Shalat Witir dimulai dari mengetahui bahwa kata “witir” berarti ganjil.

 

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah Maha Ganjil dan menyukai yang ganjil. Oleh karena itu, melaksanakan Urutan Tata Cara Shalat Witir dengan rakaat ganjil merupakan bentuk ketaatan kepada sunnah.

 

Shalat Witir menjadi penyempurna ibadah malam. Dengan menjalankan Urutan Tata Cara Shalat Witir, seorang muslim menutup rangkaian ibadah hariannya dengan amalan yang penuh keberkahan.

 

Para ulama menjelaskan bahwa menjaga Urutan Tata Cara Shalat Witir secara konsisten menunjukkan kesungguhan iman dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

 

Selain itu, shalat Witir memberikan ketenangan batin. Ketika Urutan Tata Cara Shalat Witir dilakukan dengan khusyuk, hati menjadi lebih damai dan penuh rasa syukur.

 


 

Waktu Pelaksanaan Shalat Witir

 

Waktu pelaksanaan Witir dimulai setelah shalat Isya hingga terbit fajar. Mengetahui waktu pelaksanaan merupakan bagian penting dalam Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Sebagian orang memilih melaksanakan Witir setelah Isya karena khawatir tidak bangun malam. Dalam kondisi ini, Urutan Tata Cara Shalat Witir tetap sah dan dianjurkan.

 

Bagi yang melaksanakan tahajud, Witir sebaiknya dijadikan penutup ibadah malam. Dengan demikian, Urutan Tata Cara Shalat Witir menjadi akhir ibadah yang menenangkan hati.

 

Pada bulan Ramadhan, Witir sering dikerjakan setelah Tarawih berjamaah. Pelaksanaan ini tetap mengikuti Urutan Tata Cara Shalat Witir sesuai sunnah.

 

Menunda Witir hingga sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan tersendiri karena waktu tersebut merupakan saat mustajab untuk berdoa.

 


 

Niat Shalat Witir

 

Niat merupakan bagian penting dalam Urutan Tata Cara Shalat Witir karena menentukan sah atau tidaknya ibadah. Niat dilakukan dalam hati sebelum takbiratul ihram.

 

Berikut niat shalat Witir satu rakaat:

 

“Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala.”
Artinya: Saya niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.

 

Niat shalat Witir tiga rakaat:

 

“Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka’atin lillahi ta’ala.”
Artinya: Saya niat shalat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.

 

Membaca niat membantu menghadirkan kesadaran penuh dalam menjalankan Urutan Tata Cara Shalat Witir dengan khusyuk.

 

Yang terpenting, niat dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT agar Urutan Tata Cara Shalat Witir bernilai ibadah di sisi-Nya.

 


 

Jumlah Rakaat Shalat Witir

 

Jumlah rakaat minimal Witir adalah satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Mengetahui jumlah rakaat membantu memahami Urutan Tata Cara Shalat Witir dengan benar.

 

Witir satu rakaat dapat dilakukan sebagai penutup setelah shalat malam. Meskipun singkat, Urutan Tata Cara Shalat Witir ini tetap sah dan bernilai ibadah.

 

Witir tiga rakaat merupakan bentuk yang paling umum. Pelaksanaannya bisa dua rakaat salam lalu satu rakaat, atau tiga rakaat sekaligus.

 

Sebagian ulama membolehkan lima, tujuh, atau sembilan rakaat sesuai kemampuan. Semua bentuk tersebut tetap bagian dari Urutan Tata Cara Shalat Witir yang diajarkan Rasulullah SAW.

 

Dengan memahami pilihan rakaat, seorang muslim dapat menyesuaikan Urutan Tata Cara Shalat Witir dengan kondisi fisiknya tanpa mengurangi pahala.

 


 

Urutan Tata Cara Shalat Witir yang Benar

 

Niat dalam hati sebelum takbiratul ihram merupakan langkah awal dalam Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Mengangkat tangan dan membaca takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek. Tahapan ini merupakan bagian utama dalam Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Melakukan ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana shalat biasa.

 

Pada rakaat terakhir, setelah bangkit dari ruku dianjurkan membaca doa qunut. Bacaan ini menjadi pelengkap Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Setelah tasyahud akhir, shalat ditutup dengan salam ke kanan dan kiri sebagai penyempurna Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 


 

Bacaan yang Dianjurkan dalam Shalat Witir

 

Setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama, dianjurkan membaca surat Al-A’la. Bacaan ini sering dipraktikkan dalam Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Pada rakaat kedua, dianjurkan membaca surat Al-Kafirun. Bacaan ini menegaskan keteguhan tauhid dalam Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Pada rakaat ketiga, dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Bacaan ini melengkapi kesempurnaan Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Jika belum hafal, boleh membaca surat pendek lainnya. Hal ini tetap sah dan tidak mengurangi nilai Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 

Membaca surat dengan tartil dan memahami maknanya akan menambah kekhusyukan dalam menjalankan Urutan Tata Cara Shalat Witir.

 


 

Hikmah dan Manfaat Shalat Witir

 

Shalat Witir memiliki hikmah besar dalam kehidupan spiritual seorang muslim. Dengan menjaga Urutan Tata Cara Shalat Witir, seorang muslim membiasakan diri menutup hari dengan ibadah.

 

Ketenangan jiwa merupakan manfaat utama dari Urutan Tata Cara Shalat Witir yang dilakukan secara rutin.

 

Ibadah ini juga melatih kedisiplinan spiritual. Konsistensi dalam menjalankan Urutan Tata Cara Shalat Witir menunjukkan komitmen dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Witir menjadi sarana introspeksi diri dan memohon ampunan atas kesalahan sepanjang hari.

 

Dengan istiqamah menjalankan Urutan Tata Cara Shalat Witir, kualitas iman dan ketakwaan akan meningkat.

 

Memahami Urutan Tata Cara Shalat Witir membantu umat Islam menyempurnakan ibadah malam sesuai sunnah Rasulullah SAW. Shalat ini menjadi penutup ibadah yang menghadirkan ketenangan dan keberkahan.

 

Dengan mengetahui niat, jumlah rakaat, bacaan, serta tata cara pelaksanaannya, seorang muslim dapat menjalankan Urutan Tata Cara Shalat Witir dengan benar dan penuh kekhusyukan.

 

Semoga panduan ini membantu umat Islam menghidupkan malam dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Setelah menutup malam dengan shalat Witir yang khusyuk, jangan lupa menyempurnakan ibadah dengan sedekah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat iman dan kesempatan beribadah. Mari hadirkan keberkahan Ramadhan dengan berbagi kepada sesama melalui sedekah terbaik kita.  Salurkan sedekah

 

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ