Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah, Anak hingga Dewasa

Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah, Anak hingga Dewasa

Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah, Anak hingga Dewasa

14/01/2026 | Humas BAZNAS

Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang hidup hingga akhir Ramadan dan menjelang Idulfitri. Banyak umat Islam yang masih bertanya-tanya tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah, apakah hanya orang dewasa, ataukah juga anak-anak. Pemahaman yang benar tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah sangat penting agar ibadah ini dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat Islam.

Dalam ajaran Islam, zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban individu, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Oleh karena itu, mengetahui siapa yang wajib membayar zakat fitrah menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah seorang Muslim.

Pertanyaan tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah sering muncul menjelang akhir Ramadan. Tidak sedikit umat Islam yang masih ragu apakah anak kecil, orang tua, atau anggota keluarga yang tidak bekerja tetap wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Padahal, Islam telah memberikan penjelasan yang sangat jelas tentang hal ini.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai siapa yang wajib membayar zakat fitrah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, dan pendapat para ulama. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan umat Islam dapat menunaikan zakat fitrah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Dengan memahami siapa yang wajib membayar zakat fitrah, kita tidak hanya menjalankan kewajiban, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.


Pengertian Zakat Fitrah dan Dasar Hukumnya dalam Islam

Pembahasan tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah tidak dapat dilepaskan dari pemahaman dasar mengenai apa itu zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap Muslim sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan. Zakat ini dibayarkan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.

Dalam Islam, zakat fitrah memiliki kedudukan yang sangat penting. Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor. Oleh karena itu, siapa yang wajib membayar zakat fitrah adalah setiap Muslim yang memenuhi syarat-syarat tertentu sebagaimana dijelaskan dalam hadis.

Hadis riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah atas setiap Muslim, baik merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Dari hadis ini, jelas bahwa siapa yang wajib membayar zakat fitrah mencakup seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.

Dengan memahami dasar hukum ini, umat Islam tidak perlu lagi ragu tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah. Bahkan anak yang baru lahir sebelum matahari terbenam di hari terakhir Ramadan pun termasuk dalam golongan yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh orang tuanya.

Kesadaran akan siapa yang wajib membayar zakat fitrah akan mendorong umat Islam untuk lebih disiplin dalam menunaikan kewajiban ini tepat waktu dan sesuai ketentuan syariat.


Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah dalam Keluarga Muslim

Dalam kehidupan keluarga Muslim, pertanyaan tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah sering kali muncul ketika menghitung jumlah anggota keluarga yang harus dibayarkan zakatnya. Islam mengajarkan bahwa siapa yang wajib membayar zakat fitrah mencakup seluruh anggota keluarga yang berada dalam tanggungan seorang kepala keluarga.

Seorang ayah sebagai kepala keluarga memiliki tanggung jawab untuk membayarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri, istrinya, anak-anaknya, dan anggota keluarga lain yang menjadi tanggungannya. Oleh karena itu, siapa yang wajib membayar zakat fitrah bukan hanya mereka yang sudah bekerja, tetapi juga mereka yang belum memiliki penghasilan.

Anak-anak, baik yang masih balita maupun yang sudah remaja, termasuk dalam kategori siapa yang wajib membayar zakat fitrah. Orang tua berkewajiban membayarkan zakat fitrah anak-anaknya selama mereka masih menjadi tanggungannya.

Begitu pula dengan istri, meskipun ia memiliki penghasilan sendiri, namun dalam tradisi keluarga Muslim, zakat fitrahnya tetap dapat dibayarkan oleh suami sebagai bentuk tanggung jawab nafkah.

Dengan memahami siapa yang wajib membayar zakat fitrah dalam keluarga, seorang Muslim dapat memastikan bahwa tidak ada satu pun anggota keluarganya yang terlewat dari kewajiban ibadah ini.


Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah Berdasarkan Kemampuan Ekonomi

Dalam Islam, siapa yang wajib membayar zakat fitrah juga berkaitan dengan kemampuan ekonomi seseorang. Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap Muslim yang memiliki kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya pada malam dan hari raya Idulfitri.

Artinya, seseorang yang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan pada malam Idulfitri dan keesokan harinya tidak termasuk dalam kategori siapa yang wajib membayar zakat fitrah. Sebaliknya, ia justru berhak menerima zakat fitrah.

Namun bagi seorang Muslim yang memiliki makanan lebih dari cukup, meskipun ia tidak tergolong orang kaya, tetap termasuk dalam golongan siapa yang wajib membayar zakat fitrah. Hal ini menunjukkan bahwa zakat fitrah tidak hanya diwajibkan kepada orang-orang kaya.

Dengan ketentuan ini, Islam ingin memastikan bahwa semua umat Muslim yang mampu secara minimal ikut berpartisipasi dalam ibadah sosial ini. Oleh karena itu, siapa yang wajib membayar zakat fitrah adalah mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok di hari raya.

Kesadaran tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah berdasarkan kemampuan ekonomi akan membantu umat Islam menunaikan kewajiban ini tanpa merasa terbebani.


Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah Menurut Mazhab Fikih

Dalam kajian fikih, para ulama dari berbagai mazhab sepakat mengenai siapa yang wajib membayar zakat fitrah. Mazhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali memiliki pandangan yang sejalan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang hidup hingga akhir Ramadan dan memiliki kecukupan makanan.

Mazhab Syafi’i menyebutkan bahwa siapa yang wajib membayar zakat fitrah adalah setiap Muslim yang memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam dan hari raya Idulfitri. Mazhab ini juga menegaskan bahwa zakat fitrah wajib dibayarkan untuk anak kecil dan orang yang tidak berakal.

Mazhab Hanafi menambahkan bahwa siapa yang wajib membayar zakat fitrah adalah setiap Muslim yang memiliki harta mencapai nisab, meskipun sebagian ulama kontemporer lebih condong kepada pendapat mayoritas ulama.

Mazhab Maliki dan Hanbali juga sepakat bahwa siapa yang wajib membayar zakat fitrah adalah setiap Muslim yang mampu secara ekonomi, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak.

Dengan memahami pandangan para ulama, umat Islam dapat semakin yakin dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah sesuai dengan tuntunan agama.


Hikmah Mengetahui Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah

Mengetahui siapa yang wajib membayar zakat fitrah memiliki banyak hikmah bagi kehidupan seorang Muslim. Pertama, zakat fitrah menjadi sarana penyucian jiwa setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan.

Kedua, dengan memahami siapa yang wajib membayar zakat fitrah, umat Islam dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap sesama, khususnya kepada fakir miskin yang membutuhkan bantuan di hari raya.

Ketiga, zakat fitrah menjadi bentuk solidaritas sosial yang mempererat hubungan antarumat Islam. Mereka yang mampu membantu mereka yang kurang mampu agar dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.

Keempat, kesadaran tentang siapa yang wajib membayar zakat fitrah juga mendidik umat Islam untuk disiplin dalam menjalankan kewajiban agama.

Kelima, zakat fitrah menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan selama ini.


Memahami Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah sebagai Wujud Ketaatan

Sebagai umat Islam, memahami siapa yang wajib membayar zakat fitrah merupakan bagian dari ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban tahunan, tetapi juga ibadah yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat besar.

Dengan mengetahui siapa yang wajib membayar zakat fitrah, kita dapat memastikan bahwa seluruh anggota keluarga telah ditunaikan kewajiban zakatnya dengan benar dan tepat waktu. Hal ini akan menyempurnakan ibadah puasa Ramadan yang telah kita jalani.

Zakat fitrah juga menjadi sarana untuk membersihkan diri dari kekurangan selama berpuasa serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, memahami siapa yang wajib membayar zakat fitrah bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang membangun karakter Muslim yang peduli dan bertanggung jawab.

Semoga dengan memahami siapa yang wajib membayar zakat fitrah, kita dapat menunaikan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan ridha Allah SWT.

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ