Pantangan yang Harus Dihindari Selama Bulan Ramadan

Pantangan yang Harus Dihindari Selama Bulan Ramadan

Pantangan yang Harus Dihindari Selama Bulan Ramadan

03/02/2026 | Humas BAZNAS

Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang sangat dimuliakan dalam Islam. Pada bulan inilah umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, puasa Ramadan tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan nilai ibadah. Oleh karena itu, memahami pantangan bulan Ramadan menjadi hal yang sangat penting agar ibadah yang dijalani benar-benar bernilai dan diterima oleh Allah SWT.

 

Pantangan bulan Ramadan tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang membatalkan puasa secara fikih, tetapi juga mencakup larangan akhlak dan perilaku yang bertentangan dengan tujuan utama puasa, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa. Artikel ini akan membahas secara lengkap pantangan yang harus dihindari selama bulan Ramadan agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan optimal.

 

Makna Pantangan Bulan Ramadan dalam Islam

 

Pantangan bulan Ramadan sejatinya merupakan bentuk penjagaan diri (mujahadah an-nafs) agar seorang Muslim mampu mengendalikan hawa nafsu. Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual yang melatih kesabaran, kejujuran, serta keikhlasan dalam beribadah.

 

Dengan menghindari berbagai pantangan bulan Ramadan, seorang Muslim tidak hanya menjaga keabsahan puasa, tetapi juga menjaga kualitas ibadahnya. Puasa yang sempurna adalah puasa yang mampu menahan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah SWT, baik yang bersifat lahir maupun batin.

 

Makan dan Minum dengan Sengaja di Siang Hari

 

Pantangan bulan Ramadan yang paling jelas dan mendasar adalah makan dan minum dengan sengaja di siang hari. Perbuatan ini secara tegas membatalkan puasa dan mewajibkan qadha, bahkan bisa disertai kafarat jika dilakukan dengan sengaja tanpa uzur syar’i.

 

Islam memberikan keringanan bagi orang-orang tertentu seperti orang sakit, musafir, ibu hamil, dan menyusui. Namun, bagi yang mampu berpuasa, menjaga diri dari makan dan minum adalah bentuk ketaatan mutlak terhadap perintah Allah SWT.

 

Berkata Dusta dan Berbuat Curang

 

Pantangan bulan Ramadan berikutnya yang sering disepelekan adalah berkata dusta dan berbuat curang. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah SWT tidak membutuhkan seseorang yang berpuasa tetapi masih gemar berbohong dan berbuat curang.

 

Berkata dusta, menipu, memanipulasi informasi, dan berkhianat dalam amanah merupakan perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Bahkan, puasa yang tidak diiringi dengan kejujuran dikhawatirkan hanya akan menghasilkan lapar dan dahaga semata.

 

Ghibah, Fitnah, dan Ucapan Sia-Sia

 

Menjaga lisan merupakan bagian penting dari pantangan bulan Ramadan. Ghibah (menggunjing), fitnah, mengadu domba, serta ucapan sia-sia harus benar-benar dihindari. Perbuatan ini tidak membatalkan puasa secara hukum, tetapi dapat menghapus pahala puasa.

 

Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk membersihkan lisan dan hati. Mengisi waktu dengan zikir, membaca Al-Qur’an, dan ucapan yang baik jauh lebih utama daripada terlibat dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat.

 

Marah Berlebihan dan Emosi Tak Terkendali

 

Pantangan bulan Ramadan yang sering terjadi adalah marah berlebihan dan emosi yang tidak terkendali. Puasa sejatinya melatih kesabaran dan ketenangan jiwa. Ketika seseorang mudah marah saat berpuasa, maka tujuan utama puasa tidak tercapai.

 

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jika seseorang diajak bertengkar atau dicaci saat berpuasa, hendaknya ia berkata, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Ini menunjukkan bahwa pengendalian emosi merupakan bagian penting dari ibadah puasa.

 

Melalaikan Salat dan Kewajiban Ibadah Lainnya

 

Salah satu pantangan bulan Ramadan yang sangat berbahaya adalah melalaikan salat. Puasa tanpa salat tidak akan memberikan manfaat spiritual yang sempurna. Salat lima waktu adalah kewajiban utama yang tidak boleh ditinggalkan, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.

 

Selain salat wajib, Ramadan juga identik dengan ibadah sunnah seperti salat tarawih dan witir. Melalaikan ibadah-ibadah ini tanpa alasan yang jelas merupakan kerugian besar, mengingat besarnya pahala yang ditawarkan di bulan suci.

 

Bermalas-malasan dan Menyia-nyiakan Waktu

 

Pantangan bulan Ramadan lainnya adalah bermalas-malasan dan menyia-nyiakan waktu. Ramadan bukan alasan untuk mengurangi produktivitas atau menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti tidur berlebihan atau hiburan yang melalaikan.

 

Sebaliknya, Ramadan seharusnya menjadi bulan yang penuh dengan aktivitas positif, baik ibadah maupun pekerjaan yang bernilai kebaikan. Mengatur waktu dengan baik akan membantu seorang Muslim memaksimalkan pahala Ramadan.

 

Berlebihan Saat Berbuka dan Sahur

 

Makan berlebihan saat berbuka dan sahur juga termasuk pantangan bulan Ramadan yang perlu dihindari. Tujuan puasa adalah melatih pengendalian diri, bukan membalas lapar dengan makan secara berlebihan.

 

Pola makan yang tidak terkendali justru dapat menimbulkan rasa malas, mengantuk, dan mengurangi semangat ibadah. Islam mengajarkan kesederhanaan dalam segala hal, termasuk dalam urusan makan dan minum.

 

Mengabaikan Hak Sesama Manusia

 

Pantangan bulan Ramadan juga berkaitan dengan hubungan sosial. Mengabaikan hak orang lain, bersikap kasar, atau tidak peduli terhadap sesama bertentangan dengan nilai-nilai Ramadan. Bulan suci ini justru mengajarkan empati, kepedulian, dan solidaritas sosial.

 

Membantu fakir miskin, berbagi makanan berbuka, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga serta tetangga merupakan amalan yang sejalan dengan semangat Ramadan.

 

Terlalu Fokus pada Hal Duniawi

 

Pantangan bulan Ramadan yang sering tidak disadari adalah terlalu fokus pada urusan duniawi hingga melupakan tujuan spiritual Ramadan. Kesibukan bekerja memang tidak bisa dihindari, tetapi jangan sampai menghilangkan waktu untuk ibadah dan refleksi diri.

 

Ramadan adalah momentum untuk menata kembali prioritas hidup, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan memperkuat nilai-nilai keimanan.

 

Menjaga Diri dari Pantangan Bulan Ramadan

 

Pantangan bulan Ramadan bukanlah pembatas yang memberatkan, melainkan sarana untuk menjaga kesucian ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan. Dengan menghindari berbagai pantangan bulan Ramadan, seorang Muslim dapat meraih hikmah puasa secara utuh dan mendalam.

 

Semoga Ramadan menjadi bulan yang membawa perubahan positif dalam diri kita, menjadikan kita pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih bertakwa. Dengan menjaga diri dari pantangan bulan Ramadan, semoga setiap ibadah yang kita lakukan diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Aamiin.

 

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ