Mitos Bulan Safar: Benarkah Bulan Ini Membawa Kesialan, Ini Faktanya
Mitos Bulan Safar: Benarkah Bulan Ini Membawa Kesialan, Ini Faktanya
09/07/2026 | Humas BAZNAS RIMemasuki Bulan Safar, masih banyak anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa bulan ini identik dengan kesialan atau menjadi waktu yang kurang baik untuk memulai suatu kegiatan. Berbagai kepercayaan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun sehingga masih diyakini oleh sebagian orang. Lantas, benarkah mitos Bulan Safar tersebut sesuai dengan ajaran Islam?
Islam mengajarkan bahwa setiap keyakinan harus berlandaskan Al-Qur'an dan sunah. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami fakta tentang Bulan Safar agar tidak terpengaruh oleh mitos yang tidak memiliki dasar syariat.
Asal Usul Mitos Bulan Safar
Kepercayaan bahwa Bulan Safar membawa kesialan telah ada sejak masa Arab jahiliah. Pada masa itu, sebagian masyarakat meyakini bahwa bulan tertentu dapat mendatangkan musibah atau nasib buruk sehingga mereka menghindari berbagai aktivitas penting selama Bulan Safar.
Setelah Islam datang, Rasulullah SAW meluruskan keyakinan tersebut. Islam mengajarkan bahwa tidak ada waktu, tempat, maupun bulan yang memiliki kekuatan membawa manfaat atau mudarat dengan sendirinya. Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.
Pandangan Islam tentang Bulan Safar
Dalam ajaran Islam, tidak terdapat dalil yang menyatakan bahwa Bulan Safar merupakan bulan yang membawa kesialan. Rasulullah SAW bahkan menegaskan agar umat Islam tidak mempercayai anggapan-anggapan yang berasal dari tradisi jahiliah.
Karena itu, seorang Muslim tetap diperbolehkan melakukan berbagai aktivitas pada Bulan Safar, seperti bekerja, menikah, bepergian, memulai usaha, maupun menjalankan kegiatan lainnya. Semua ikhtiar tersebut hendaknya disertai doa, tawakal, dan keyakinan bahwa segala ketetapan berasal dari Allah SWT.
Fakta yang Perlu Dipahami
Bulan Safar merupakan salah satu dari dua belas bulan dalam kalender Hijriah dan memiliki kedudukan yang sama dengan bulan-bulan lainnya. Tidak ada larangan maupun ketentuan khusus yang mengharuskan seseorang menunda aktivitas karena memasuki Bulan Safar.
Daripada mempercayai mitos yang belum tentu benar, umat Islam dianjurkan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta terus berikhtiar dalam menjalani kehidupan. Sikap tersebut merupakan wujud tawakal kepada Allah SWT sekaligus bentuk pengamalan ajaran Islam yang benar.
Mari Tingkatkan Keimanan dengan Amal Kebaikan
Bulan Safar bukanlah bulan yang patut ditakuti, melainkan kesempatan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal saleh. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us