Menghitung Zakat Emas dan Perak dengan Mudah
Menghitung Zakat Emas dan Perak dengan Mudah
19/02/2026 | Humas BAZNASZakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam menyucikan harta dan menumbuhkan kepedulian sosial. Dalam kehidupan modern, banyak umat Islam menyimpan kekayaan dalam bentuk emas dan perak, baik sebagai perhiasan maupun investasi. Oleh karena itu, memahami cara menghitung zakat emas dan perak menjadi hal yang penting agar kewajiban ibadah ini dapat ditunaikan dengan benar sesuai syariat.
Artikel ini akan membantu Anda memahami ketentuan Zakat emas dan perak, syarat wajib zakat, cara perhitungan yang sederhana, serta contoh praktis yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Menunaikan Zakat atas Emas dan Perak
Dalam Islam, emas dan perak termasuk harta yang wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat tertentu. Kewajiban ini didasarkan pada Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa harta yang disimpan dan tidak ditunaikan zakatnya dapat menjadi beban di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka azab yang pedih.”
(QS. At-Taubah: 34)
Ayat ini mengingatkan bahwa harta bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga memiliki hak bagi orang lain. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membantu kesejahteraan masyarakat.
Pengertian Zakat Emas dan Perak
Zakat emas dan perak adalah zakat yang dikenakan atas kepemilikan logam mulia yang mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun (haul).
Emas dan perak yang wajib dizakati meliputi:
-
Emas batangan atau koin
-
Tabungan emas
-
Perhiasan emas yang disimpan sebagai investasi
-
Perak batangan atau perhiasan perak bernilai simpan
Namun, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai perhiasan emas yang dipakai sehari-hari. Sebagian ulama menyatakan tidak wajib zakat jika digunakan secara wajar, sedangkan sebagian lain tetap mewajibkan zakat. Untuk kehati-hatian, banyak ulama menganjurkan tetap menunaikan zakatnya.
Syarat Wajib Zakat Emas dan Perak
Sebelum menghitung zakat emas dan perak, penting memahami syarat wajibnya:
-
Beragama Islam
Zakat hanya diwajibkan bagi umat Islam. -
Kepemilikan sempurna
Harta tersebut milik penuh dan dapat digunakan. -
Mencapai nisab
Jumlah emas atau perak mencapai batas minimal wajib zakat. -
Melewati haul (1 tahun hijriyah)
Kepemilikan berlangsung selama satu tahun.
Nisab Zakat Emas dan Perak
Nisab adalah batas minimal harta yang membuat seseorang wajib membayar zakat.
-
Nisab emas: 85 gram
-
Nisab perak: 595 gram
Jika kepemilikan emas mencapai atau melebihi 85 gram dan disimpan selama satu tahun, maka wajib zakat.
Jika seseorang memiliki perak mencapai 595 gram atau lebih selama satu tahun, maka wajib zakat.
Kadar Zakat Emas dan Perak
Besaran Zakat yang harus dikeluarkan adalah:
2,5 persen dari total emas atau perak yang dimiliki
Besaran ini berlaku setelah harta mencapai nisab dan haul.
Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak
Menghitung zakat emas dan perak sebenarnya sangat sederhana. Berikut langkah-langkahnya:
1. Hitung total emas atau perak yang dimiliki
Jumlahkan seluruh emas atau perak yang disimpan.
2. Pastikan mencapai nisab
Bandingkan jumlah yang dimiliki dengan nisab.
3. Hitung nilai zakat (2,5 persen)
Kalikan total harta dengan 2,5 persen.
Rumus sederhana:
Jumlah emas/perak × 2,5 persen = zakat yang harus dibayar
Contoh Menghitung Zakat Emas
Seseorang memiliki emas batangan seberat 120 gram yang telah disimpan selama satu tahun.
Karena nisab emas adalah 85 gram, maka emas tersebut wajib dizakati.
Zakat yang harus dibayar:
120 gram × 2,5 persen = 3 gram emas
Jika ingin membayar dalam bentuk uang, kalikan dengan harga emas saat zakat dibayarkan.
Misalnya harga emas Rp1.000.000 per gram:
3 gram × Rp1.000.000 = Rp3.000.000
Contoh Menghitung Zakat Perak
Seseorang memiliki 700 gram perak yang disimpan selama satu tahun.
Karena nisab perak adalah 595 gram, maka wajib zakat.
700 gram × 2,5 persen = 17,5 gram perak
Jika harga perak Rp12.000 per gram:
17,5 × 12.000 = Rp210.000
Bagaimana Jika Emas Berupa Perhiasan?
Perhiasan emas yang digunakan sehari-hari masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Pendapat yang berkembang:
-
Tidak wajib zakat jika digunakan secara wajar
-
Wajib zakat jika berlebihan atau disimpan sebagai investasi
Untuk kehati-hatian dan keberkahan harta, banyak ulama menganjurkan tetap mengeluarkan zakat.
Waktu Terbaik Menunaikan Zakat
Zakat emas dan perak dikeluarkan setelah mencapai haul satu tahun.
Namun, boleh juga menunaikan zakat lebih awal untuk:
-
Mempercepat keberkahan
-
Membantu sesama lebih cepat
-
Memudahkan pengelolaan harta
Hikmah Menunaikan Zakat Emas dan Perak
Memahami dan menunaikan kewajiban ini membawa banyak manfaat spiritual dan sosial.
1. Mensucikan harta
Zakat membersihkan harta dari hak orang lain.
2. Menumbuhkan keberkahan
Harta yang dizakati justru bertambah berkah.
3. Mengurangi kesenjangan sosial
Zakat membantu fakir miskin dan meningkatkan kesejahteraan umat.
4. Melatih keikhlasan dan kepedulian
Zakat menumbuhkan empati terhadap sesama.
Kesalahan Umum dalam Menghitung Zakat
Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menghitung zakat emas dan perak:
-
Tidak menghitung seluruh emas yang dimiliki
-
Mengabaikan haul satu tahun
-
Mengira perhiasan pasti tidak wajib zakat
-
Menggunakan harga emas lama saat menghitung zakat
Memahami cara menghitung zakat emas dan perak dengan benar membantu menghindari kekeliruan dan memastikan kewajiban terpenuhi.
Perbedaan Zakat Emas dengan Tabungan atau Investasi
Jika emas dimiliki sebagai investasi, maka zakat tetap dihitung berdasarkan berat emas atau nilai pasar saat zakat dibayarkan.
Sementara itu, tabungan uang dikenakan zakat maal dengan nisab setara 85 gram emas.
Penyaluran Zakat yang Tepat
Zakat harus diberikan kepada golongan yang berhak menerima (mustahik), yaitu:
-
Fakir
-
Miskin
-
Amil zakat
-
Mualaf
-
Riqab (memerdekakan budak)
-
Gharim (orang berutang)
-
Fi sabilillah
-
Ibnu sabil
Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau LAZ terpercaya dapat memastikan distribusi tepat sasaran.
Menjadikan Zakat sebagai Gaya Hidup Muslim
Memahami cara menghitung Zakat emas dan perak bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bagian dari gaya hidup muslim yang peduli terhadap keberkahan dan kesejahteraan umat. Dengan menunaikan zakat secara rutin, seorang muslim menjaga kesucian harta sekaligus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Zakat bukanlah pengurang kekayaan, melainkan sarana penyucian dan penambah keberkahan. Saat kita ikhlas mengeluarkannya, Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda.
Menghitung zakat emas dan perak dengan mudah dapat dilakukan dengan memahami nisab, haul, dan kadar zakat sebesar 2,5 persen. Jika kepemilikan emas mencapai 85 gram atau perak mencapai 595 gram selama satu tahun, maka zakat wajib ditunaikan.
Dengan memahami tata cara dan hikmahnya, umat Islam dapat menjalankan kewajiban ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semoga kita termasuk hamba Allah yang menjaga amanah harta dan menjadikannya sarana kebaikan bagi sesama.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us