Memberi Makan Orang Berpuasa dan Keutamaannya

Memberi Makan Orang Berpuasa dan Keutamaannya

Memberi Makan Orang Berpuasa dan Keutamaannya

20/02/2026 | Humas BAZNAS

Memberi makan orang puasa merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama saat bulan Ramadan. Amalan ini bukan sekadar tindakan sosial, tetapi juga bentuk ibadah yang sarat nilai spiritual dan kepedulian terhadap sesama. Rasulullah SAW memberikan teladan tentang pentingnya berbagi makanan kepada orang yang berpuasa, karena di dalamnya terkandung pahala besar dan keberkahan yang melimpah.

 

Dalam kehidupan masyarakat Muslim, tradisi berbagi hidangan berbuka puasa telah menjadi bagian dari budaya kebaikan yang terus diwariskan. Dari menyediakan takjil sederhana hingga menyelenggarakan buka puasa bersama, semua bentuk kebaikan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas umat.

 

Dalil dan Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa

 

Islam mengajarkan bahwa memberi makan orang puasa memiliki pahala yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

 

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)

 

Hadis ini menunjukkan betapa besar balasan bagi mereka yang mau berbagi. Bahkan, pahala yang diperoleh setara dengan pahala orang yang menjalankan ibadah puasa itu sendiri.

 

Selain itu, memberi makan orang puasa juga merupakan wujud nyata dari nilai kasih sayang dan ukhuwah Islamiyah. Islam mendorong umatnya untuk saling membantu, terutama dalam hal kebutuhan pokok seperti makanan.

 

Bentuk-Bentuk Memberi Makan Orang Puasa

 

Memberi makan orang puasa tidak harus dalam bentuk jamuan mewah. Islam menilai keikhlasan dan niat sebagai faktor utama dalam setiap amal. Beberapa bentuk sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

 

1. Menyediakan Takjil di Masjid atau Jalan

 

Membagikan air minum, kurma, atau makanan ringan untuk berbuka puasa merupakan cara sederhana namun bernilai besar.

 

2. Mengundang Tetangga atau Kerabat Berbuka Puasa

 

Mengadakan buka puasa bersama dapat mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan Ramadan.

 

3. Mengirimkan Makanan kepada yang Membutuhkan

 

Memberi makan orang puasa kepada fakir miskin, pekerja harian, atau musafir menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

 

4. Berpartisipasi dalam Program Sosial dan Amal

 

Banyak lembaga zakat dan organisasi kemanusiaan menyediakan program berbagi makanan berbuka puasa yang dapat diikuti oleh masyarakat.

 

Semua bentuk tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam Islam.

 

Hikmah dan Manfaat Spiritual Berbagi Makanan Saat Puasa

 

Memberi makan orang puasa tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membawa kebaikan bagi pemberi. Di antara hikmahnya:

 

Menumbuhkan Empati dan Kepedulian

 

Dengan berbagi makanan, seorang Muslim belajar merasakan kesulitan orang lain dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah.

 

Menghapus Dosa dan Mendatangkan Keberkahan

 

Amalan sedekah, termasuk memberi makan orang puasa, dapat menjadi sebab diampuninya dosa dan dilipatgandakannya pahala.

 

Mempererat Persaudaraan

 

Berbagi makanan menciptakan hubungan yang hangat dan memperkuat ukhuwah antar sesama Muslim.

 

Mendatangkan Rezeki yang Lebih Luas

 

Dalam Islam, sedekah tidak mengurangi harta. Justru Allah menjanjikan balasan berlipat ganda bagi orang yang gemar berbagi.

 

Siapa Saja yang Berhak Menerima?

 

Walaupun siapa pun boleh menerima hidangan berbuka, Islam memberikan perhatian khusus kepada mereka yang lebih membutuhkan, seperti:

 

  • Fakir dan miskin

  • Anak yatim

  • Musafir

  • Pekerja yang masih berada di perjalanan saat berbuka

  • Tetangga sekitar yang membutuhkan bantuan

 

Namun demikian, memberi makan orang puasa kepada siapa pun tetap bernilai ibadah selama dilakukan dengan niat yang tulus.

 

Waktu Terbaik untuk Memberi Makan Orang Puasa

 

Amalan ini dapat dilakukan sepanjang bulan Ramadan, tetapi memiliki nilai istimewa jika dilakukan pada waktu-waktu berikut:

 

  • Saat menjelang berbuka puasa

  • Pada sepuluh hari terakhir Ramadan

  • Saat kegiatan ibadah bersama di masjid

  • Ketika terjadi kondisi darurat atau bencana

 

Memberi makan orang puasa pada momen-momen tersebut dapat meningkatkan keberkahan dan pahala yang diperoleh.

 

Niat Ikhlas: Kunci Utama Pahala

 

Dalam setiap amal, niat menjadi penentu nilai ibadah. Memberi makan orang puasa hendaknya dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk pujian atau pengakuan dari manusia. Keikhlasan menjadikan amal kecil bernilai besar di sisi Allah.

 

Keikhlasan juga membuat seseorang merasa bahagia saat berbagi. Ia tidak merasa kehilangan, tetapi justru merasakan ketenangan hati dan kepuasan spiritual.

 

Peran Tradisi Berbagi dalam Kehidupan Masyarakat Muslim

 

Di berbagai daerah, tradisi berbagi makanan berbuka puasa telah menjadi simbol kebersamaan. Masyarakat saling bekerja sama menyiapkan hidangan, membagikan takjil, dan menyelenggarakan buka puasa bersama.

 

Tradisi ini memperkuat nilai gotong royong dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Dalam konteks modern, kegiatan ini juga berkembang melalui program komunitas, lembaga zakat, hingga gerakan sosial digital yang mengajak masyarakat untuk berbagi makanan berbuka.

 

Memberi Makan Orang Puasa sebagai Investasi Akhirat

 

Seorang Muslim meyakini bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan utama. Memberi makan orang puasa menjadi salah satu amal yang pahalanya terus mengalir dan menjadi bekal di hari kemudian.

 

Ketika seseorang membantu orang lain berbuka puasa, ia tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik penerima, tetapi juga membantu mereka menjalankan ibadah dengan lebih baik. Hal ini menjadi amal jariyah yang bernilai tinggi.

 

Menghidupkan Ramadan dengan Berbagi

 

Memberi makan orang puasa merupakan amalan sederhana yang memiliki keutamaan luar biasa. Ia mengajarkan keikhlasan, menumbuhkan empati, mempererat persaudaraan, serta mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

 

Dengan menjadikan berbagi makanan sebagai kebiasaan, seorang Muslim dapat menghidupkan semangat Ramadan dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Tidak perlu menunggu menjadi kaya untuk berbagi; bahkan sebutir kurma dan seteguk air dapat menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

 

Mari menjadikan bulan suci sebagai momentum memperbanyak amal, memperkuat kepedulian sosial, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan memberi makan orang puasa.

Raih pahala seperti orang yang berpuasa dengan memberi makan mereka yang membutuhkan. Salurkan infak Anda melalui BAZNAS untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

 

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ