Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan

Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan

Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan

25/02/2026 | Humas BAZNAS

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Setiap muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadahnya, baik di siang hari melalui puasa maupun di malam hari dengan qiyamul lail. Salah satu ibadah malam yang sangat istimewa adalah shalat Tarawih dan Witir. Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir bukan hanya terletak pada pahala yang besar, tetapi juga pada kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT di bulan yang mulia ini.

Sebagai umat Islam, memahami Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir akan menumbuhkan semangat dan keistiqamahan dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana untuk membersihkan hati, memperkuat iman, serta memperbaiki diri secara spiritual.


Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir sebagai Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan

Shalat Tarawih adalah bagian dari qiyamul lail yang dikhususkan pada bulan Ramadhan. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad beliau bersabda:

“Barang siapa yang mengerjakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan utama Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir. Ketika seorang muslim melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Allah SWT menjanjikan ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu. Betapa besar rahmat Allah di bulan yang suci ini.

Shalat Witir sendiri merupakan penutup dari rangkaian shalat malam. Rasulullah sangat menjaga shalat Witir, bahkan dalam perjalanan sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa Witir memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ibadah malam.


Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir dalam Menghapus Dosa

Salah satu Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir yang paling dirindukan oleh setiap muslim adalah diampuninya dosa. Ramadhan adalah momentum taubat, dan Tarawih menjadi salah satu sarana terbaik untuk kembali kepada Allah.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah keluar beberapa malam untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di masjid. Namun beliau kemudian tidak melanjutkannya secara rutin karena khawatir diwajibkan atas umatnya. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian beliau terhadap ibadah ini.

Di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, shalat Tarawih kembali dihidupkan secara berjamaah dengan satu imam. Sejak saat itu, kaum muslimin di seluruh dunia terbiasa melaksanakan Tarawih berjamaah di masjid-masjid selama Ramadhan.

Pengampunan dosa yang dijanjikan bukanlah sesuatu yang ringan. Ia adalah anugerah besar bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Karena itu, memahami Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir seharusnya mendorong kita untuk tidak melewatkan satu malam pun tanpa menghidupkannya.


Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir dalam Mendekatkan Diri kepada Allah

Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Di siang hari kita menahan lapar dan dahaga, sementara di malam hari kita berdiri lama dalam shalat. Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir juga terletak pada kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Ketika seorang muslim berdiri dalam shalat Tarawih, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, mendengarkan imam melantunkan firman Allah, maka hatinya perlahan-lahan dilunakkan. Air mata bisa menetes tanpa disadari. Di situlah ruh merasakan ketenangan yang tidak bisa digantikan oleh kenikmatan dunia.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang beriman adalah mereka yang sedikit tidur di malam hari dan memohon ampun di waktu sahur (QS. Adz-Dzariyat: 17–18). Ayat ini menjadi pengingat bahwa ibadah malam memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

Shalat Witir sebagai penutup juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Kata “witir” berarti ganjil. Allah itu Maha Esa dan mencintai yang ganjil. Dengan menutup malam Ramadhan dengan Witir, seorang muslim menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah sebelum beristirahat.


Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir sebagai Sarana Meraih Lailatul Qadar

Salah satu tujuan utama menghidupkan malam Ramadhan adalah mencari Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir menjadi sangat terasa ketika kita menyadari bahwa ibadah inilah yang mengantarkan kita pada malam istimewa tersebut.

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah. Ini menjadi teladan bagi setiap muslim agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Dengan istiqamah melaksanakan Tarawih dan Witir sejak awal Ramadhan hingga akhir, insyaAllah kita tidak akan melewatkan Lailatul Qadar. Setiap rakaat yang kita dirikan menjadi saksi kesungguhan kita dalam mencari rahmat Allah.


Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir dalam Membangun Kebersamaan Umat

Selain bernilai ibadah personal, Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir juga terlihat dari sisi sosial. Masjid-masjid dipenuhi jamaah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul dalam satu saf, menghadap kiblat yang sama.

Suasana ini menumbuhkan ukhuwah Islamiyah. Saling menyapa, berbagi takjil, mendengarkan tausiyah singkat sebelum atau sesudah Tarawih—semua menjadi bagian dari keberkahan Ramadhan.

Di banyak tempat, Tarawih juga menjadi momentum khataman Al-Qur’an. Imam membaca satu juz setiap malam hingga selesai 30 juz di akhir Ramadhan. Ini menjadi motivasi bagi jamaah untuk semakin mencintai Al-Qur’an.


Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir dalam Melatih Disiplin dan Kesabaran

Melaksanakan Tarawih setiap malam selama sebulan penuh bukanlah perkara mudah. Ada rasa lelah setelah bekerja seharian, ada kantuk yang menyerang, ada godaan untuk beristirahat di rumah. Namun justru di sinilah letak pendidikan spiritualnya.

Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir juga terletak pada latihan kesabaran dan kedisiplinan. Seorang muslim belajar mengatur waktu, mengutamakan akhirat di atas kenyamanan dunia, dan berjuang melawan hawa nafsu.

Konsistensi selama Ramadhan diharapkan membentuk kebiasaan baik yang berlanjut setelah Ramadhan usai. Jiwa yang terbiasa bangun malam akan lebih mudah melaksanakan tahajud di bulan-bulan berikutnya.


Menjadikan Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir sebagai Motivasi Ibadah

Memahami Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi menjadi bahan renungan dan motivasi. Setiap rakaat yang kita dirikan adalah investasi akhirat. Setiap sujud adalah bentuk penghambaan yang tulus kepada Allah SWT.

Ramadhan adalah kesempatan yang belum tentu terulang tahun depan. Karena itu, jangan biarkan malam-malamnya berlalu tanpa Tarawih dan Witir. Jika tidak mampu berjamaah di masjid karena uzur, kita tetap bisa melaksanakannya di rumah bersama keluarga.

Di penghujung tulisan ini, marilah kita kembali merenungi Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir sebagai karunia besar dari Allah SWT. Ibadah ini adalah pintu ampunan, sarana mendekatkan diri kepada-Nya, jalan meraih Lailatul Qadar, serta media membangun kebersamaan umat. Semoga Allah memberikan kekuatan dan keistiqamahan kepada kita untuk menghidupkan setiap malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan akan ridha-Nya.

Mari sempurnakan malam-malam Ramadhan tidak hanya dengan shalat Tarawih dan Witir, tetapi juga dengan memperbanyak sedekah dan infak sebagai bukti syukur atas kesempatan beribadah. Salurkan sedekah terbaikmu di  BAZNAS agar pahala Ramadhan semakin berlipat.

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ