Keutamaan Bulan Syakban yang Sering Terlupakan oleh Umat Islam

Keutamaan Bulan Syakban yang Sering Terlupakan oleh Umat Islam

Keutamaan Bulan Syakban yang Sering Terlupakan oleh Umat Islam

11/02/2026 | Humas BAZNAS

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang sering kali terlewatkan oleh sebagian umat Islam. Padahal, keutamaan bulan Sya’ban sangat besar dan memiliki posisi strategis sebagai pengantar menuju bulan suci Ramadan. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap bulan ini dengan memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah. Oleh karena itu, memahami keutamaan bulan Sya’ban menjadi penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki Ramadan.

 

Mengenal Bulan Sya’ban dalam Kalender Islam

 

Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadan. Nama Sya’ban berasal dari kata sya’aba yang berarti berpencar, karena pada masa Arab dahulu orang-orang berpencar mencari sumber air atau rezeki setelah bulan Rajab yang dimuliakan.

 

Dalam Islam, bulan Sya’ban memiliki keistimewaan tersendiri. Ia menjadi masa transisi yang sangat penting, bukan hanya secara waktu, tetapi juga secara spiritual. Di bulan inilah seorang muslim dianjurkan untuk mulai meningkatkan kualitas ibadah sebagai persiapan menyambut Ramadan.

 

Keutamaan Bulan Sya’ban Menurut Hadis Nabi

 

Salah satu keutamaan bulan Sya’ban yang paling dikenal adalah kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah dalam satu bulan sebanyak puasa beliau di bulan Sya’ban, kecuali di bulan Ramadan.

 

Hal ini menunjukkan bahwa bulan Sya’ban memiliki nilai ibadah yang tinggi. Puasa di bulan Sya’ban bukan sekadar ibadah sunnah biasa, melainkan bentuk latihan fisik dan spiritual sebelum menjalankan kewajiban puasa Ramadan.

 

Bulan Diangkatnya Amal Perbuatan

 

Keutamaan bulan Sya’ban berikutnya adalah sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa Sya’ban adalah bulan ketika amal-amal manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Karena itu, beliau sangat menyukai ketika amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.

 

Makna diangkatnya amal ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri. Bulan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi amal selama setahun terakhir, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

 

Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban

 

Salah satu pembahasan penting dalam keutamaan bulan Sya’ban adalah malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban. Pada malam ini, Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang memohon ampun, kecuali bagi mereka yang masih bergelimang dalam dosa besar seperti syirik dan permusuhan.

 

Malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk memperbanyak doa, istighfar, serta memperbaiki niat dan hati. Meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama terkait amalan khusus di malam tersebut, memperbanyak doa dan zikir tetap dianjurkan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Waktu Tepat Memperbanyak Istighfar dan Taubat

 

Keutamaan bulan Sya’ban juga terletak pada fungsinya sebagai waktu yang ideal untuk bertaubat. Sebelum memasuki Ramadan, seorang muslim dianjurkan untuk membersihkan hati dari dosa dan kesalahan. Dengan memperbanyak istighfar di bulan Sya’ban, hati menjadi lebih siap menerima cahaya Ramadan.

 

Taubat yang dilakukan di bulan Sya’ban hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh, disertai penyesalan, berhenti dari perbuatan dosa, serta tekad untuk tidak mengulanginya kembali. Inilah salah satu cara terbaik memanfaatkan keutamaan bulan Sya’ban secara optimal.

 

Persiapan Spiritual Menyambut Ramadan

 

Tidak dapat dimungkiri, keutamaan bulan Sya’ban sangat erat kaitannya dengan persiapan menuju Ramadan. Ibarat pemanasan sebelum pertandingan besar, Sya’ban adalah masa latihan agar ibadah di bulan Ramadan dapat dijalani dengan maksimal.

 

Di bulan Sya’ban, umat Islam dianjurkan untuk mulai membiasakan diri dengan puasa sunnah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, meningkatkan kualitas salat, serta melatih kesabaran dan pengendalian diri. Dengan persiapan ini, ibadah Ramadan tidak terasa berat dan justru menjadi lebih bermakna.

 

Bulan Sya’ban dan Peningkatan Amal Sosial

 

Selain ibadah individual, keutamaan bulan Sya’ban juga dapat diwujudkan melalui amal sosial. Bersedekah, membantu sesama, serta mempererat silaturahmi menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Amal sosial di bulan Sya’ban menjadi ladang pahala sekaligus sarana membersihkan hati dari sifat kikir dan egois.

 

Dengan memperbanyak amal kebaikan di bulan ini, seorang muslim tidak hanya mempersiapkan diri untuk Ramadan, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik yang dapat terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

 

Mengapa Bulan Sya’ban Sering Dilupakan?

 

Meskipun memiliki banyak keutamaan, bulan Sya’ban sering kali luput dari perhatian. Banyak orang lebih fokus pada bulan Rajab dan Ramadan, sehingga Sya’ban berada di antara dua bulan besar yang “tertutupi”. Padahal, Rasulullah SAW justru menegaskan pentingnya bulan ini karena sering dilalaikan manusia.

 

Kesadaran akan keutamaan bulan Sya’ban perlu terus disebarkan agar umat Islam tidak kehilangan momentum berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman.

 

Menghidupkan Keutamaan Bulan Sya’ban

 

Keutamaan bulan Sya’ban sangatlah besar dan sarat dengan nilai spiritual. Mulai dari diangkatnya amal perbuatan, anjuran memperbanyak puasa sunnah, keistimewaan malam Nisfu Sya’ban, hingga fungsinya sebagai persiapan menuju Ramadan, semuanya menunjukkan bahwa bulan ini tidak boleh diabaikan.

 

Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita menghidupkan bulan Sya’ban dengan berbagai amalan kebaikan. Dengan memanfaatkan keutamaan bulan Sya’ban secara maksimal, insya Allah kita akan memasuki Ramadan dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan semangat ibadah yang tinggi.

 

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ