Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya

Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya

Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya

20/07/2026 | Humas BAZNAS RI

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali disalahpahami oleh sebagian masyarakat. Masih ada anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan atau musibah, padahal keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi bulan ini dengan berbagai amal saleh, termasuk keutamaan amal jariyah bulan safar yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Memahami keutamaan amal jariyah bulan safar menjadi penting agar setiap Muslim mampu memanfaatkan waktu dengan amalan yang bernilai ibadah. Bulan Safar sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya yang merupakan kesempatan untuk memperbanyak kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menanam investasi akhirat melalui amal jariyah.

Apa Itu Amal Jariyah?

Amal jariyah adalah amal yang manfaatnya terus berlangsung sehingga pahala dari amalan tersebut tetap mengalir kepada pelakunya, bahkan setelah ia wafat. Konsep ini menjadi salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya karena memberikan kesempatan memperoleh pahala yang berkelanjutan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya."

(HR. Muslim No. 1631)

Hadis ini menjadi landasan utama mengenai pentingnya amal jariyah dalam kehidupan seorang Muslim.

Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai keutamaan amal jariyah bulan safar, penting untuk meluruskan pemahaman yang keliru mengenai bulan Safar.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu pembawa sial dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."

(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa Islam menolak segala bentuk keyakinan tentang kesialan yang dikaitkan dengan waktu tertentu, termasuk bulan Safar. Semua bulan adalah ciptaan Allah SWT dan memiliki nilai yang sama sebagai kesempatan untuk beribadah.

Dengan demikian, daripada mempercayai mitos, umat Islam sebaiknya memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal jariyah.

Keutamaan Amal Jariyah Bulan Safar yang Perlu Diketahui

Mengapa seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amal jariyah pada bulan Safar? Berikut beberapa keutamaannya.

1. Menjadi Investasi Akhirat yang Tidak Pernah Terputus

Setiap amal jariyah yang dilakukan dengan ikhlas akan terus menghasilkan pahala selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain.

Beberapa bentuk amal jariyah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membangun masjid.
  • Wakaf Al-Qur'an.
  • Wakaf sumur.
  • Menanam pohon yang menghasilkan buah.
  • Membangun pesantren.
  • Menyediakan fasilitas pendidikan Islam.

Semua bentuk amal tersebut akan menjadi bekal yang terus mengalir hingga Hari Kiamat.

2. Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh

Alih-alih mempercayai mitos, keutamaan amal jariyah bulan safar justru mengajarkan bahwa setiap hari adalah peluang memperbanyak pahala.

Allah SWT berfirman:

"Dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."

(QS. Al-Hajj: 77)

Ayat ini menjadi motivasi bahwa seluruh waktu adalah kesempatan berbuat baik.

3. Mendatangkan Keberkahan dalam Kehidupan

Orang yang gemar bersedekah akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah tidak akan mengurangi harta."

(HR. Muslim No. 2588)

Amal jariyah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menjadi Bukti Keimanan Seorang Muslim

Seorang Muslim yang memahami hakikat kehidupan dunia akan berusaha meninggalkan warisan kebaikan.

Warisan tersebut tidak hanya berupa harta, tetapi juga amal yang terus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Bentuk Amal Jariyah yang Dapat Dilakukan di Bulan Safar

Berikut beberapa contoh keutamaan amal jariyah bulan safar yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedekah Pembangunan Masjid

Masjid merupakan pusat ibadah umat Islam. Setiap orang yang salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, atau mengikuti kajian di dalamnya akan menjadi sumber pahala bagi orang yang ikut membangunnya.

Wakaf Al-Qur'an

Memberikan mushaf Al-Qur'an kepada masjid, pesantren, sekolah Islam, maupun rumah tahfiz merupakan salah satu amal jariyah terbaik.

Selama mushaf tersebut dibaca, pahala akan terus mengalir kepada pewakafnya.

Membantu Pendidikan Santri

Memberikan bantuan biaya pendidikan kepada santri termasuk bentuk sedekah yang manfaatnya sangat besar.

Ilmu yang dipelajari kemudian diamalkan dan diajarkan kembali akan menjadi pahala yang terus bertambah.

Membangun Sumur Air Bersih

Air merupakan kebutuhan pokok manusia.

Membangun sumur atau menyediakan sarana air bersih menjadi salah satu amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat.

Menanam Pohon

Dalam Islam, menanam pohon juga bernilai sedekah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seorang Muslim menanam pohon lalu dimakan manusia, burung atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya."

(HR. Bukhari No. 2320 dan Muslim No. 1552)

Mengapa Amal Jariyah Sebaiknya Tidak Ditunda?

Salah satu pelajaran penting dari keutamaan amal jariyah bulan safar adalah bahwa kesempatan beramal belum tentu datang dua kali.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal menjemput.

Allah SWT berfirman:

"Dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati."

(QS. Luqman: 34)

Karena itu, selama Allah masih memberikan kesehatan, rezeki, dan kesempatan hidup, hendaknya seorang Muslim segera memperbanyak amal jariyah.

Tips Memaksimalkan Amal Jariyah di Bulan Safar

Agar amal semakin bernilai di sisi Allah SWT, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.

Niatkan Ikhlas karena Allah SWT

Setiap amal bergantung kepada niatnya.

Jangan sampai amal jariyah dilakukan demi pujian manusia.

Pilih Amal yang Bermanfaat Jangka Panjang

Utamakan amal yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

Contohnya:

  • Wakaf tanah.
  • Wakaf Al-Qur'an.
  • Membangun masjid.
  • Membangun sumur.
  • Mendukung pendidikan Islam.
  • Menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

Ajak Keluarga Berpartisipasi

Melibatkan pasangan dan anak-anak dalam amal jariyah akan menumbuhkan budaya berbagi sejak dini sekaligus menjadi pendidikan karakter Islami di dalam keluarga.

Istiqamah dalam Beramal

Tidak harus bernilai besar.

Amal yang dilakukan secara rutin meskipun sedikit lebih dicintai Allah SWT daripada amal yang besar tetapi hanya sesekali.

Rasulullah SAW bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit."

(HR. Bukhari No. 6464 dan Muslim No. 783)

Hikmah Memahami Keutamaan Amal Jariyah Bulan Safar

Memahami keutamaan amal jariyah bulan safar akan mengubah cara pandang seorang Muslim terhadap bulan ini. Bukan lagi dipenuhi rasa takut karena mitos yang tidak berdasar, melainkan dipenuhi semangat untuk memperbanyak amal saleh.

Perlu dipahami bahwa tidak terdapat dalil yang menetapkan keutamaan khusus amal jariyah yang hanya berlaku pada bulan Safar. Keutamaan amal jariyah berlaku sepanjang waktu. Namun, menjadikan bulan Safar sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah merupakan langkah yang baik selama tidak meyakini adanya keistimewaan syariat yang tidak memiliki dasar.

Setiap hari dalam bulan Safar dapat menjadi ladang pahala apabila diisi dengan sedekah, wakaf, membantu sesama, mengajarkan ilmu, membangun sarana ibadah, dan berbagai bentuk amal jariyah lainnya. Semakin banyak manfaat yang dirasakan manusia, semakin besar pula pahala yang akan terus mengalir kepada pelakunya.

Keutamaan amal jariyah bulan safar terletak pada semangat seorang Muslim dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik, bukan karena bulan Safar memiliki keutamaan khusus dalam syariat terkait amal jariyah. Islam mengajarkan bahwa semua waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amal saleh yang ikhlas.

Mari jadikan bulan Safar sebagai pengingat untuk memperbanyak sedekah, wakaf, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, membantu sesama, dan mendukung berbagai kegiatan dakwah. Semoga setiap amal jariyah yang dilakukan menjadi pemberat timbangan kebaikan, terus mengalir pahalanya hingga setelah kita meninggal dunia, serta menjadi bekal terbaik ketika menghadap Allah SWT.

Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ