Kapan 1 Ramadan 1447 H: Ini Jadwal Sidang Isbat Puasa 2026
Kapan 1 Ramadan 1447 H: Ini Jadwal Sidang Isbat Puasa 2026
03/02/2026 | Humas BAZNASKementerian Agama Republik Indonesia telah menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang ini menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh Nusantara untuk mengetahui tanggal resmi dimulainya ibadah puasa tahun ini. Keputusan final akan diumumkan usai seluruh rangkaian sidang selesai digelar.
Acara akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta.
Rangkaian Tahapan Sidang Isbat
Sidang Isbat untuk menentukan 1 Ramadhan tahun ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, sesuai standar yang selama ini diterapkan:
-
Pemaparan Data Hisab (Astronomi)
Tim ahli dari Kementerian Agama akan menyampaikan data posisi hilal (bulan sabit muda) berdasarkan perhitungan astronomi. Data ini menjadi dasar ilmiah awal sebelum dilakukan observasi langsung. -
Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal
Setelah hisab, dilakukan verifikasi langsung terhadap hasil pemantauan hilal dari 37 titik rukyatul hilal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Lokasi pengamatan dipilih secara strategis untuk mendapatkan laporan terbaik tentang kemunculan hilal. -
Musyawarah dan Pengambilan Keputusan
Seluruh pihak yang hadir dalam sidang akan berdiskusi dan bermusyawarah untuk mengambil keputusan. Hasil putusan inilah yang akan dijadikan acuan resmi pemerintah dan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers.
Metode Penentuan Awal Bulan
Dalam menentukan tanggal awal Ramadhan, Syawal (Idul Fitri), dan Zulhijjah (Idul Adha), Kementerian Agama menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memadukan perhitungan astronomi dan pengamatan nyata, serta menjaga persatuan seluruh umat Islam di Indonesia.
Selain itu, terdapat payung hukum baru berupa Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026, yang memperkuat mekanisme pelaksanaan Sidang Isbat, menjamin transparansi, kepastian hukum, serta keseragaman penetapan awal bulan Hijriah secara nasional.
Peserta Sidang dan Landasan Hukum
Sidang Isbat akan dihadiri oleh berbagai elemen penting, seperti:
• Perwakilan organisasi masyarakat Islam
• Majelis Ulama Indonesia (MUI)
• Perwakilan duta besar negara-negara Islam
• Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
• Ahli falak (astronomi)
• Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
• Perwakilan Mahkamah Agung
Kehadiran berbagai pihak diharapkan menghasilkan keputusan yang komprehensif, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syar’i. Selain itu, pelaksanaan Sidang Isbat merujuk pada dasar hukum yang kuat sesuai Fatwa MUI tentang penetapan awal bulan Hijriah.
Perbedaan Penetapan dengan Muhammadiyah
Meski Sidang Isbat pemerintah dijadwalkan pada 17 Februari 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini didasarkan pada metode hisab hakiki yang digunakan secara konsisten oleh organisasi tersebut.
Masyarakat tetap diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah setelah Sidang Isbat agar mendapatkan tanggal awal puasa yang resmi berlaku di Indonesia.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us