Harta Adalah Hiasan Hidup Semata: Tafsir dan Hikmahnya
Harta Adalah Hiasan Hidup Semata: Tafsir dan Hikmahnya
09/01/2026 | Humas BAZNASDalam kehidupan manusia, harta sering kali menjadi ukuran keberhasilan dan kebahagiaan. Banyak orang menilai seseorang dari seberapa banyak kekayaan yang dimilikinya, seberapa mewah rumahnya, atau seberapa tinggi jabatannya. Namun Islam mengajarkan bahwa harta adalah hiasan hidup yang bersifat sementara dan bukan tujuan utama kehidupan. Harta hanyalah sarana, bukan penentu kemuliaan di sisi Allah SWT.
Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan bahwa harta adalah hiasan hidup yang dapat memperindah dunia, tetapi tidak menentukan nasib akhir manusia di akhirat. Dunia dengan segala gemerlapnya ibarat bunga yang indah, tetapi akan layu dan gugur pada waktunya. Begitu pula dengan harta yang kita miliki, tidak akan dibawa mati kecuali amal saleh.
Kesadaran bahwa harta adalah hiasan hidup seharusnya membentuk cara pandang seorang muslim dalam mencari, mengelola, dan membelanjakan hartanya. Harta bukan untuk dibanggakan, apalagi dijadikan sumber kesombongan, tetapi sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Islam tidak melarang umatnya untuk kaya. Justru Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras, mandiri, dan produktif. Namun Islam mengingatkan bahwa harta adalah hiasan hidup yang tidak boleh melalaikan manusia dari mengingat Allah dan beramal untuk kehidupan akhirat.
Melalui pemahaman ini, seorang muslim akan menempatkan harta pada posisi yang benar, yakni sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menebar manfaat bagi sesama.
Makna Harta dalam Pandangan Islam
Islam memandang bahwa harta adalah hiasan hidup yang diberikan Allah kepada manusia sebagai bentuk ujian. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Artinya, keduanya memiliki daya tarik yang besar bagi manusia, tetapi tidak bersifat kekal.
Kesadaran bahwa harta adalah hiasan hidup membuat seorang muslim tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama hidupnya. Tujuan hidup seorang muslim adalah beribadah kepada Allah dan mencari rida-Nya. Harta hanya menjadi alat untuk menunjang tujuan tersebut, bukan tujuan akhir yang dikejar mati-matian.
Dalam Islam, harta juga disebut sebagai amanah. Ketika seseorang meyakini bahwa harta adalah hiasan hidup, ia akan lebih berhati-hati dalam cara memperolehnya. Ia tidak akan menghalalkan segala cara, karena sadar bahwa harta yang haram hanya akan membawa kesengsaraan.
Harta yang diperoleh secara halal dan digunakan di jalan yang benar akan menjadi sumber keberkahan. Sebaliknya, harta yang diperoleh dengan cara yang batil meskipun tampak indah, sejatinya hanyalah hiasan semu yang menjerumuskan pemiliknya ke dalam dosa.
Oleh karena itu, memahami bahwa harta adalah hiasan hidup bukan berarti menolak kekayaan, tetapi menempatkannya sesuai dengan nilai-nilai Islam agar menjadi jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Tafsir Ayat tentang Harta sebagai Hiasan Hidup
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 46:
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
Ayat ini dengan jelas menegaskan bahwa harta adalah hiasan hidup yang memperindah dunia, namun bukan bekal utama menuju akhirat. Harta hanya memberikan kenikmatan sementara yang akan hilang seiring berjalannya waktu.
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa harta adalah hiasan hidup yang bisa membuat manusia terlena jika tidak disertai dengan iman dan amal saleh. Harta bisa menjadi sarana kebaikan, tetapi juga bisa menjadi sumber fitnah jika disalahgunakan.
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa harta dan anak ibarat bunga yang menghiasi kehidupan dunia, tetapi cepat layu dan gugur. Sedangkan amal saleh adalah tanaman abadi yang buahnya akan terus dipetik di akhirat kelak.
Kesadaran bahwa harta adalah hiasan hidup akan membimbing seorang muslim untuk tidak terjebak dalam cinta dunia yang berlebihan. Ia akan lebih fokus pada amal yang pahalanya kekal dan tidak akan pernah habis.
Dengan memahami tafsir ayat ini, seorang muslim akan memandang harta sebagai titipan Allah yang harus digunakan sebaik mungkin demi kebahagiaan akhirat.
Hikmah di Balik Harta sebagai Hiasan Dunia
Ketika Allah menyatakan bahwa harta adalah hiasan hidup, terdapat hikmah besar di baliknya. Harta diciptakan sebagai ujian untuk mengukur sejauh mana manusia bersyukur dan bersabar. Orang kaya diuji dengan hartanya, sementara orang miskin diuji dengan kekurangannya.
Hikmah lain dari pemahaman bahwa harta adalah hiasan hidup adalah agar manusia tidak tertipu oleh gemerlap dunia. Dunia ini bersifat sementara, sedangkan akhirat adalah kehidupan yang kekal. Maka orang yang cerdas adalah yang menjadikan dunia sebagai ladang amal.
Harta juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan menyadari bahwa harta adalah hiasan hidup, seorang muslim terdorong untuk berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dari sinilah lahir masyarakat yang saling menolong dan penuh kasih sayang.
Selain itu, harta mengajarkan manusia tentang tanggung jawab. Setiap rupiah yang dimiliki akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan, semuanya akan dihisab.
Dengan memahami bahwa harta adalah hiasan hidup, seorang muslim akan menjalani hidup dengan seimbang, menikmati dunia tanpa melupakan akhirat.
Sikap Seorang Muslim terhadap Harta
Seorang muslim yang memahami bahwa harta adalah hiasan hidup akan memiliki sikap yang bijak terhadap kekayaan. Ia tidak akan sombong ketika kaya dan tidak akan putus asa ketika miskin. Ia menyadari bahwa semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Sikap qana’ah atau merasa cukup menjadi karakter utama seorang muslim. Meskipun memiliki banyak harta, ia tetap hidup sederhana dan tidak berlebihan. Ia menggunakan hartanya untuk kebaikan, bukan untuk pamer kemewahan.
Pemahaman bahwa harta adalah hiasan hidup juga melahirkan sikap dermawan. Ia sadar bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, justru akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Selain itu, seorang muslim akan menjadikan hartanya sebagai sarana dakwah. Dengan hartanya, ia membantu pembangunan masjid, pesantren, dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi umat.
Dengan demikian, sikap yang benar terhadap harta akan menjadikan seorang muslim kaya secara materi sekaligus kaya secara spiritual.
Pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa harta adalah hiasan hidup yang tidak akan menemani kita hingga ke liang lahat. Harta hanya akan menjadi cerita dan kenangan bagi orang-orang yang kita tinggalkan. Yang akan menemani kita di alam kubur hanyalah amal perbuatan.
Islam mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Kita diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal, tetapi juga diwajibkan untuk menggunakannya di jalan Allah. Dengan memahami bahwa harta adalah hiasan hidup, kita tidak akan terjebak dalam cinta dunia yang berlebihan.
Marilah kita menjadikan harta sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membantu sesama, dan menebar manfaat bagi umat. Dengan begitu, harta yang kita miliki tidak hanya menjadi hiasan dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju kebahagiaan akhirat.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, amanah dalam mengelola harta, dan selalu ingat bahwa harta adalah hiasan hidup yang fana, sementara akhirat adalah tujuan sejati.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us