Doa Mohon Diberikan Anak Saleh dan Salehah
Doa Mohon Diberikan Anak Saleh dan Salehah
12/10/2026 | Humas BAZNAS RISetiap orang tua Muslim tentu berharap memiliki anak yang saleh dan salehah. Anak bukan sekadar anugerah yang melengkapi kebahagiaan keluarga, melainkan juga amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, dididik, dan dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi sesama.
Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan orang tua adalah memperbanyak doa anak saleh. Melalui doa, kita memohon kepada Allah SWT agar anak-anak diberikan petunjuk, dimudahkan dalam menjalankan ibadah, dijauhkan dari perbuatan buruk, dan tumbuh menjadi generasi yang bertakwa.
Islam mengajarkan sejumlah doa untuk memohon keturunan yang baik. Doa-doa tersebut terdapat dalam Al-Qur'an dan sebagian merupakan doa para nabi. Di antaranya adalah doa Nabi Ibrahim AS yang memohon keturunan saleh, doa Nabi Zakaria AS yang memohon keturunan yang baik, serta doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74 agar keluarga dan keturunan menjadi penyejuk hati.
Lantas, apa saja bacaan doa memohon anak saleh dan salehah yang dapat diamalkan oleh orang tua Muslim? Bagaimana cara mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Doa Anak Saleh dan Salehah dalam Surah Al-Furqan Ayat 74
Salah satu doa yang sangat baik untuk diamalkan oleh orang tua adalah doa yang terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa ini mengajarkan kita untuk memohon keluarga yang membawa kebahagiaan sekaligus keturunan yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Bacaan Latin:
Walladzina yaquluna rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna lil muttaqina imama.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74).
Makna doa Surah Al-Furqan ayat 74
Doa ini mengandung harapan agar pasangan dan anak-anak menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT, memiliki akhlak yang baik, serta menghadirkan ketenangan dalam kehidupan keluarga.
Doa ini juga tidak hanya berisi permohonan agar anak menjadi saleh dan salehah. Kita sekaligus memohon agar diri sendiri menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa.
Dengan demikian, orang tua tidak cukup hanya menginginkan anak yang baik, tetapi juga perlu berusaha memperbaiki diri. Anak membutuhkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti melihat orang tuanya menjaga salat, berkata jujur, bersikap sabar, dan menghormati orang lain.
Doa ini dapat dibaca dalam berbagai kesempatan, termasuk setelah salat atau saat bermunajat kepada Allah SWT. Tidak ada keharusan menetapkan jumlah bacaan tertentu untuk doa ini.
2. Doa Memohon Keturunan yang Saleh dalam Surah As-Saffat Ayat 100
Doa berikutnya adalah doa Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT agar dikaruniai keturunan yang termasuk golongan orang saleh.
Bacaan Latin:
Rabbi hab li minas salihin.
Artinya:
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh." (QS. As-Saffat: 100).
Makna doa Nabi Ibrahim AS
Doa ini singkat, tetapi mengandung permohonan yang sangat mendalam. Nabi Ibrahim AS tidak sekadar meminta keturunan, melainkan memohon agar keturunannya menjadi bagian dari orang-orang saleh.
Kesalehan merupakan karunia yang sangat berharga. Anak yang saleh diharapkan memiliki keimanan yang kuat, menjaga ibadah, berperilaku baik, serta mampu membedakan perbuatan yang benar dan salah.
Bagi pasangan suami istri yang sedang menantikan kehadiran buah hati, doa ini dapat menjadi salah satu amalan untuk memohon keturunan yang baik kepada Allah SWT. Bagi orang tua yang sudah memiliki anak, doa ini juga dapat dibaca sebagai permohonan agar anak-anak senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya.
Kita perlu memahami bahwa doa bukanlah jaminan bahwa semua keinginan akan terwujud tepat sesuai waktu dan cara yang kita harapkan. Doa merupakan bentuk penghambaan, harapan, dan tawakal kepada Allah SWT. Karena itu, kita perlu terus berdoa sambil menjalankan ikhtiar yang baik.
3. Doa Memohon Keturunan yang Baik dalam Surah Ali Imran Ayat 38
Al-Qur'an juga mengabadikan doa Nabi Zakaria AS yang memohon keturunan yang baik. Doa ini terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 38.
Bacaan Latin:
Rabbi hab li min ladunka dzurriyyatan tayyibatan innaka sami'ud du'a.
Artinya:
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (QS. Ali Imran: 38).
Pelajaran dari doa Nabi Zakaria AS
Kisah Nabi Zakaria AS mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya tidak kehilangan harapan untuk memohon pertolongan Allah SWT. Beliau berdoa agar mendapatkan keturunan yang baik. Kisah ini menjadi pengingat tentang kekuasaan Allah dalam memberikan karunia kepada hamba-Nya.
Keturunan yang baik tidak hanya berarti sehat secara fisik atau berhasil dalam urusan duniawi, tetapi juga memiliki agama, akhlak, dan perilaku yang terpuji.
Oleh karena itu, orang tua dapat mengamalkan doa ini ketika mengharapkan keturunan maupun ketika memohon kebaikan bagi anak yang telah lahir.
Doa tersebut juga mengingatkan kita bahwa Allah SWT Maha Mendengar setiap permohonan. Kita tidak perlu merasa bahwa doa harus selalu menggunakan susunan kata yang panjang. Doa yang bersumber dari Al-Qur'an dapat diamalkan sesuai bacaannya, sedangkan permohonan pribadi juga dapat disampaikan dengan bahasa yang kita pahami.
4. Doa agar Diri Sendiri dan Keturunan Rajin Mendirikan Salat
Memiliki anak yang saleh dan salehah bukan hanya tentang memiliki anak yang sopan atau berprestasi. Seorang Muslim juga berharap agar anak-anaknya memiliki hubungan yang baik dengan Allah SWT. Salah satu bentuknya adalah menjaga salat.
Hal ini dapat kita pelajari dari doa Nabi Ibrahim AS dalam Surah Ibrahim ayat 40.
Bacaan Latin:
Rabbij'alni muqimas salati wa min dzurriyyati rabbana wa taqabbal du'a.
Artinya:
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40).
Mengapa doa ini penting?
Salat merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam. Dengan memohon agar diri sendiri dan keturunan senantiasa mendirikan salat, kita belajar bahwa pendidikan agama harus dimulai dari keluarga.
Orang tua sebaiknya tidak hanya memerintahkan anak untuk salat, tetapi juga memberikan contoh dengan melaksanakannya secara konsisten. Ketika anak melihat orang tuanya menjaga salat, ia memiliki kesempatan untuk belajar melalui kebiasaan nyata.
Selain itu, orang tua perlu mengajarkan salat secara bertahap sesuai usia anak. Ajakan yang lembut, penjelasan yang mudah dipahami, dan suasana keluarga yang mendukung dapat membantu anak mengenal ibadah dengan lebih baik.
Doa ini juga mengandung pelajaran bahwa orang tua perlu memperbaiki kualitas ibadahnya sendiri. Kita memohon agar menjadi pribadi yang istikamah sebelum berharap anak-anak mengikuti jalan kebaikan tersebut.
5. Doa agar Mendapatkan Keturunan yang Baik dan Membawa Keberkahan
Selain doa-doa di atas, kita dapat memohon kepada Allah SWT menggunakan kalimat yang baik dan sesuai dengan tuntunan Islam. Misalnya, kita memohon agar anak diberikan kesehatan, dilindungi dari keburukan, dibimbing dalam ketaatan, dan diberi kemampuan untuk berbuat baik kepada orang lain.
Berikut contoh doa dalam bahasa Indonesia yang dapat diamalkan sebagai doa pribadi.
Doa dalam bahasa Indonesia:
"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami anak-anak yang saleh dan salehah. Jadikanlah mereka hamba-hamba-Mu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan senantiasa menjaga salat. Lindungilah mereka dari perbuatan buruk, pergaulan yang menyesatkan, serta segala sesuatu yang menjauhkan mereka dari jalan-Mu. Bimbinglah kami agar mampu mendidik mereka dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan. Jadikanlah anak-anak kami penyejuk hati di dunia dan bekal kebaikan bagi kami di akhirat. Amin."
Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan ayat Al-Qur'an atau hadis. Kita boleh berdoa kepada Allah dengan bahasa yang kita pahami selama isi permohonannya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Orang tua juga dapat menyebutkan nama anak dalam doa pribadi, memohon agar Allah memberikan petunjuk, melapangkan hatinya untuk menerima kebenaran, serta memudahkan langkahnya dalam menuntut ilmu dan berbuat kebajikan.
Yang terpenting bukanlah panjangnya rangkaian kata, melainkan ketulusan hati, keyakinan kepada Allah, dan kesungguhan dalam menjalankan ikhtiar yang baik.
6. Kapan Waktu yang Baik untuk Membaca Doa Anak Saleh?
Pada dasarnya, seorang Muslim boleh memanjatkan doa untuk kebaikan anak kapan saja. Tidak ada ketentuan bahwa doa memohon anak saleh dan salehah hanya boleh dibaca pada waktu tertentu.
Meskipun demikian, ada beberapa kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setelah salat wajib
Setelah menunaikan salat wajib, orang tua dapat meluangkan waktu untuk berzikir dan berdoa. Selain memohon ampunan serta kebaikan dunia dan akhirat, kita dapat memohon agar anak-anak diberikan petunjuk dan kekuatan untuk menjalankan ajaran Islam.
Jadikan doa untuk anak sebagai bagian dari kebiasaan beribadah. Dengan demikian, orang tua senantiasa mengingat bahwa mendidik anak merupakan amanah yang membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Saat salat malam
Waktu malam, terutama ketika seseorang melaksanakan salat tahajud, dapat menjadi kesempatan untuk bermunajat dengan lebih khusyuk. Dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim, dijelaskan tentang keutamaan berdoa kepada Allah pada sepertiga malam terakhir.
Orang tua dapat menggunakan kesempatan ini untuk memohon agar anak diberikan kesehatan, keselamatan, ilmu yang bermanfaat, akhlak mulia, serta keteguhan iman.
Ketika sujud
Sujud merupakan keadaan yang menunjukkan kerendahan seorang hamba di hadapan Allah SWT. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang hamba berada dalam keadaan paling dekat dengan Tuhannya ketika bersujud, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memohon kebaikan bagi anak-anaknya dengan memperhatikan ketentuan doa dalam salat sesuai tuntunan fikih yang diikuti.
Ketika anak menghadapi kesulitan
Doa tidak hanya dipanjatkan ketika anak sedang sehat, berprestasi, atau menunjukkan perilaku yang membanggakan. Ketika anak mengalami kesulitan belajar, menghadapi masalah pergaulan, atau sedang berusaha memperbaiki diri, orang tua juga perlu mendoakannya.
Jangan sampai rasa kecewa membuat kita berhenti berharap kepada Allah SWT. Sebaliknya, jadikan doa sebagai penguat kesabaran sekaligus dorongan untuk mencari cara terbaik dalam membantu anak.
7. Cara Mendidik Anak agar Menjadi Saleh dan Salehah
Membaca doa anak saleh merupakan ikhtiar spiritual yang penting. Namun, doa sebaiknya berjalan beriringan dengan pendidikan, keteladanan, dan usaha nyata. Anak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga lingkungan yang membantu mereka mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua Muslim.
1. Memberikan teladan yang baik
Anak banyak belajar melalui apa yang dilihatnya setiap hari. Oleh karena itu, orang tua perlu berusaha menjadi contoh dalam menjalankan ibadah, menjaga perkataan, bersikap jujur, dan menghormati orang lain.
Jika kita ingin anak rajin salat, mulailah dengan menjaga salat sendiri. Jika kita ingin anak berkata jujur, biasakan kejujuran dalam keluarga. Keteladanan membantu anak memahami bahwa ajaran Islam bukan sekadar nasihat, melainkan pedoman hidup.
2. Mengenalkan Al-Qur'an dan ajaran Islam sejak dini
Orang tua dapat mengenalkan Al-Qur'an, doa sehari-hari, kisah para nabi, serta dasar-dasar akhlak Islam sesuai usia anak.
Lakukan secara bertahap dan dengan pendekatan yang menyenangkan. Anak yang masih kecil, misalnya, dapat diajak menghafal doa pendek atau mendengarkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Seiring bertambahnya usia, orang tua dapat mengajak anak memahami makna ibadah, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
3. Membiasakan ibadah dalam keluarga
Keluarga dapat membangun kebiasaan beribadah bersama, seperti salat berjemaah, membaca Al-Qur'an, dan berdoa sebelum melakukan kegiatan tertentu.
Kebiasaan tersebut membantu anak melihat bahwa agama merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sesuatu yang dibicarakan ketika melakukan kesalahan.
Orang tua juga perlu menyesuaikan pendekatan pendidikan dengan usia dan kemampuan anak. Berikan arahan yang jelas, penghargaan atas usaha yang baik, serta pendampingan ketika anak mengalami kesulitan.
4. Menanamkan akhlak mulia
Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga dengan perilaku terhadap sesama manusia.
Ajarkan anak menghormati orang tua, menyayangi saudara, berkata sopan, menepati janji, meminta maaf ketika bersalah, dan membantu orang yang membutuhkan.
Anak juga perlu memahami bahwa berbuat baik tidak selalu harus mendapatkan pujian atau imbalan. Kebaikan hendaknya dilakukan dengan niat yang benar dan kesadaran bahwa Allah SWT mengetahui setiap perbuatan manusia.
5. Memperhatikan lingkungan pergaulan
Lingkungan memiliki pengaruh terhadap perkembangan perilaku anak. Karena itu, orang tua perlu mengenal teman-teman anak, memperhatikan aktivitasnya, dan membangun komunikasi yang terbuka.
Hal ini bukan berarti orang tua harus mengawasi anak secara berlebihan. Sebaliknya, pendampingan sebaiknya dilakukan dengan kasih sayang, kepercayaan yang bertanggung jawab, dan batasan yang jelas.
Ajarkan anak untuk memilih pergaulan yang baik serta berani menolak ajakan yang bertentangan dengan nilai agama dan moral.
6. Mendoakan anak tanpa merendahkannya
Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua perlu memberikan nasihat dan konsekuensi yang sesuai. Namun, hindari kebiasaan melabeli anak sebagai anak nakal, gagal, atau tidak berguna.
Perkataan orang tua dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri. Karena itu, tegurlah perilakunya tanpa merendahkan martabatnya.
Teruslah mendoakan kebaikan bagi anak, termasuk ketika ia sedang berusaha memperbaiki diri. Doa, komunikasi yang sehat, dan pendidikan yang konsisten merupakan bagian dari ikhtiar orang tua dalam menjalankan amanah Allah SWT.
7. Mengajarkan tanggung jawab dan kemandirian
Anak saleh dan salehah perlu dibimbing agar mampu bertanggung jawab atas pilihan dan perbuatannya. Orang tua dapat memulainya dengan mengajarkan tugas sederhana, seperti merapikan barang, menjaga kebersihan, menyelesaikan pekerjaan sekolah, dan membantu anggota keluarga.
Ketika anak melakukan kesalahan, ajaklah ia memahami akibat perbuatannya dan memperbaikinya. Dengan demikian, anak belajar bahwa menjadi pribadi yang baik juga berarti bersedia mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
8. Keutamaan Memiliki Anak yang Saleh dan Salehah
Dalam Islam, anak yang saleh dan salehah merupakan salah satu karunia yang sangat berharga. Kesalehan anak tidak hanya membawa harapan akan kebaikan dalam kehidupan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan manfaat yang dapat terus dirasakan orang tua setelah meninggal dunia.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis sahih riwayat Muslim bahwa apabila manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.
Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya membangun hubungan yang baik dengan anak dan mendidiknya agar mengenal Allah SWT serta terbiasa mendoakan orang tuanya.
Namun, orang tua perlu memahami bahwa kesalehan anak bukan sesuatu yang dapat dipaksakan atau dijamin hanya melalui satu doa. Anak tumbuh melalui berbagai proses, pengalaman, dan pembelajaran. Karena itu, orang tua perlu terus berusaha memberikan pendidikan terbaik sembari memohon pertolongan Allah SWT.
Selain itu, anak yang saleh dan salehah diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat. Mereka dapat menjadi pribadi yang jujur dalam bekerja, bertanggung jawab dalam menjalankan amanah, membantu sesama, dan menjaga nilai-nilai kebaikan di lingkungan sekitarnya.
Dengan demikian, tujuan mendidik anak bukan semata-mata agar orang tua merasa bangga, melainkan agar anak tumbuh menjadi hamba Allah yang baik dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan.
9. Pertanyaan Umum tentang Doa Anak Saleh
Apakah doa anak saleh boleh dibaca setiap hari?
Ya. Doa untuk memohon kebaikan anak boleh dibaca setiap hari. Orang tua dapat mengamalkan doa dari Al-Qur'an, seperti Surah Al-Furqan ayat 74, Surah Ali Imran ayat 38, Surah As-Saffat ayat 100, dan Surah Ibrahim ayat 40.
Tidak ada ketentuan umum bahwa doa-doa tersebut harus dibaca dengan jumlah tertentu agar permohonan dikabulkan.
Apakah doa anak saleh bisa dibaca oleh ibu dan ayah?
Tentu saja. Ibu dan ayah sama-sama dapat mendoakan anak agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Keduanya juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan serta keteladanan yang baik.
Akan lebih baik apabila doa dan usaha mendidik anak dilakukan bersama-sama dalam keluarga.
Bolehkah berdoa agar anak menjadi penghafal Al-Qur'an?
Boleh. Orang tua dapat memohon agar anak mencintai Al-Qur'an, dimudahkan menghafalnya, memahami ajarannya, serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Permohonan tersebut hendaknya disertai pendampingan yang baik, pembelajaran yang sesuai kemampuan anak, dan penghargaan terhadap proses belajarnya.
Bagaimana jika anak belum menunjukkan perilaku saleh?
Jangan langsung berputus asa. Anak masih berada dalam proses belajar dan berkembang. Orang tua perlu mengevaluasi pendekatan pendidikan, membuka komunikasi yang baik, memberikan nasihat secara bijaksana, dan terus mendoakan kebaikannya.
Jika masalah yang dihadapi cukup berat, orang tua juga dapat mencari bantuan dari guru, konselor, atau pembimbing agama yang kompeten.
Apakah pasangan yang belum memiliki anak boleh membaca doa anak saleh?
Boleh. Pasangan yang mendambakan keturunan dapat memohon kepada Allah SWT melalui doa Nabi Zakaria AS dalam Surah Ali Imran ayat 38 atau doa Nabi Ibrahim AS dalam Surah As-Saffat ayat 100.
Di samping berdoa, pasangan dapat melakukan ikhtiar yang sesuai, termasuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Belum hadirnya keturunan bukan alasan untuk menyalahkan diri sendiri atau menganggap bahwa doa seseorang tidak diterima Allah.
Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita keturunan yang saleh dan salehah, menjadikan keluarga kita sebagai penyejuk hati, serta membimbing anak-anak kita agar senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya. Amin ya Rabbal alamin.
Mari sempurnakan ibadah Anda dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us