Cara Mendapat Pahala Hari Jumat yang Berlimpah
Cara Mendapat Pahala Hari Jumat yang Berlimpah
28/08/2026 | Humas BAZNAS RIHari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Setiap pekan, Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta melaksanakan salat Jumat bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat. Karena itu, sebagai seorang Muslim, kita tentu berharap dapat memperoleh Pahala Hari Jumat sebanyak-banyaknya dengan menjalankan berbagai amalan yang sesuai dengan tuntunan syariat.
Keutamaan hari Jumat bukan sekadar karena menjadi hari berkumpulnya umat Islam untuk melaksanakan salat Jumat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Jumat merupakan hari yang memiliki keutamaan besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebut Jumat sebagai hari terbaik di antara hari-hari ketika matahari terbit.
Maka, sudah semestinya kita tidak melewatkan hari Jumat begitu saja. Kesibukan bekerja, berdagang, belajar, atau mengurus keluarga tetap penting, tetapi hari Jumat juga menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT. Dengan memahami amalan-amalan yang dianjurkan, insyaallah kita dapat mengisi hari Jumat dengan lebih bermakna.
Mengapa Hari Jumat Begitu Istimewa bagi Umat Islam?
Jumat memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada hari Jumat terdapat sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan kehidupan manusia, termasuk penciptaan Nabi Adam AS dan berbagai peristiwa besar lainnya.
Keistimewaan tersebut menjadi alasan bagi kita untuk lebih memperhatikan ibadah pada hari Jumat. Bukan berarti ibadah hanya dilakukan pada hari Jumat, tetapi hari ini dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas amal yang sudah kita lakukan setiap hari.
Allah SWT juga secara khusus menyebut hari Jumat dalam Al-Qur'an melalui Surah Al-Jumu'ah. Ketika panggilan salat Jumat telah dikumandangkan, orang-orang beriman diperintahkan untuk segera menuju zikir kepada Allah dan meninggalkan aktivitas jual beli.
Ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa urusan dunia tidak boleh membuat kita melalaikan kewajiban kepada Allah SWT.
Cara Mendapat Pahala Hari Jumat dengan Memperbanyak Amalan
Ada berbagai amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi hari Jumat. Sebagian merupakan ibadah yang memang memiliki kaitan khusus dengan Jumat, sementara sebagian lainnya adalah amal saleh yang dapat dilakukan kapan saja dan semakin baik jika dimanfaatkan untuk mengisi waktu dengan ketaatan.
Berikut beberapa amalan yang dapat kita lakukan.
1. Mempersiapkan Diri untuk Salat Jumat
Bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, salat Jumat merupakan ibadah yang sangat penting. Karena itu, persiapan menuju salat Jumat sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru.
Kita dapat mempersiapkan diri dengan mandi, membersihkan badan, memakai pakaian yang baik dan bersih, menggunakan wewangian jika tersedia, serta berangkat menuju masjid dengan tenang.
MUI merangkum sejumlah amalan Jumat, termasuk mandi dan bersuci, memakai wewangian, menuju masjid, melaksanakan salat sesuai kemampuan, serta diam dan mendengarkan khutbah ketika imam berkhutbah.
Persiapan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kebersihan fisik. Lebih dari itu, kita sedang mempersiapkan hati untuk menghadap Allah SWT dan mengikuti ibadah yang dilaksanakan bersama kaum Muslimin.
2. Berangkat ke Masjid Lebih Awal
Salah satu kebiasaan baik yang dapat kita bangun adalah berusaha datang ke masjid lebih awal sebelum salat Jumat dimulai.
Datang lebih awal memberikan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan ibadah tambahan, seperti salat sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, atau berdoa.
Selain itu, datang lebih awal juga membantu kita mengikuti khutbah dengan lebih tenang. Jangan sampai kita datang ketika khutbah sudah berlangsung hanya karena terlalu lama menyelesaikan urusan dunia.
3. Mendengarkan Khutbah dengan Khusyuk
Khutbah Jumat merupakan bagian penting dari pelaksanaan salat Jumat. Karena itu, ketika khatib sedang menyampaikan khutbah, kita sebaiknya menjaga sikap dan perhatian.
Hindari berbicara, bermain ponsel, bercanda, atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu kekhusyukan.
Mendengarkan nasihat agama dengan baik juga merupakan kesempatan untuk melakukan introspeksi. Mungkin selama satu pekan kita melakukan kesalahan atau lalai dalam beribadah. Khutbah Jumat dapat menjadi pengingat untuk kembali memperbaiki diri.
4. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Amalan berikutnya yang sangat baik dilakukan adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Membaca shalawat merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Pada hari Jumat, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat. MUI juga memasukkan memperbanyak shalawat sebagai salah satu amalan untuk memaksimalkan keutamaan hari Jumat.
Kita dapat membaca shalawat ketika sedang dalam perjalanan menuju masjid, setelah salat, ketika memiliki waktu luang, atau pada waktu lain selama hari Jumat.
Amalan ini sederhana, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan baik yang membuat hati lebih dekat kepada Rasulullah SAW.
5. Membaca Surah Al-Kahfi
Membaca Surah Al-Kahfi juga dikenal sebagai salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. MUI mencantumkan membaca Surah Al-Kahfi sebagai salah satu amalan untuk mengisi momentum Jumat.
Bagi sebagian orang, membaca seluruh surah mungkin membutuhkan waktu. Kita dapat menyediakan waktu secara khusus sejak malam Jumat hingga hari Jumat untuk membacanya.
Yang terpenting bukan hanya menyelesaikan bacaan, tetapi juga berusaha memahami pesan yang terkandung di dalam Al-Qur'an. Dengan begitu, membaca Al-Kahfi tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana untuk mendapatkan pelajaran dan memperbaiki kehidupan.
6. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Hari Jumat juga dapat kita manfaatkan untuk memperbanyak zikir dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Kita semua memiliki kesalahan. Tidak ada manusia yang terbebas dari kekurangan dan dosa. Karena itu, memperbanyak istighfar merupakan kebiasaan yang baik untuk dilakukan.
Kita dapat mengucapkan istighfar setelah salat, ketika sedang dalam perjalanan, sebelum tidur, atau pada waktu luang.
Selain istighfar, kita juga dapat memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Amalan tersebut membantu hati mengingat Allah SWT di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.
7. Memperbanyak Doa pada Hari Jumat
Salah satu keutamaan Jumat adalah adanya waktu yang menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk berdoa kepada Allah SWT. Dalam hadis, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa pada hari Jumat terdapat suatu waktu ketika seorang Muslim berdoa kepada Allah dan memohon sesuatu, maka Allah memberikan apa yang dimintanya.
MUI juga mencantumkan adanya waktu mustajab pada hari Jumat sebagai salah satu amalan yang perlu diperhatikan.
Karena itu, jangan hanya berdoa ketika sedang mendapatkan masalah. Jadikan Jumat sebagai momentum untuk memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, keteguhan iman, kebaikan keluarga, serta keselamatan di dunia dan akhirat.
Kita juga dapat mendoakan orang tua, pasangan, anak, saudara, guru, dan kaum Muslimin secara umum.
8. Bersedekah Sesuai Kemampuan
Sedekah merupakan salah satu bentuk amal saleh yang dapat dilakukan pada hari Jumat. Kita dapat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang yang membutuhkan.
Tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan. Yang lebih penting adalah keikhlasan dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Misalnya, kita dapat membantu fakir miskin, memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu pembangunan fasilitas ibadah, mendukung pendidikan, atau membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan.
Jangan pula menjadikan nominal sebagai ukuran utama kebaikan. Bagi orang yang memiliki kemampuan terbatas, sedekah kecil yang diberikan dengan ikhlas tetap merupakan bentuk kepedulian yang baik.
9. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Hari Jumat juga dapat menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi kita dengan Al-Qur'an.
Jika biasanya kita hanya membaca beberapa ayat setiap hari, kita dapat menambah waktu membaca pada hari Jumat. Setelah selesai membaca, luangkan waktu untuk memahami arti dan pesan ayat.
Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungkan dan diamalkan.
Dengan menjadikan membaca Al-Qur'an sebagai kebiasaan, kita dapat mengisi hari Jumat dengan kegiatan yang bermanfaat daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak memberikan manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
10. Memperbanyak Amal Kebaikan kepada Sesama
Mendapatkan Pahala Hari Jumat tidak hanya dilakukan melalui ibadah yang bersifat ritual. Kita juga dapat mengisinya dengan berbagai kebaikan kepada sesama.
Menolong orang tua, membantu pekerjaan pasangan, memberikan makanan kepada tetangga, menyambung silaturahmi, membantu teman, atau memberikan senyuman kepada orang lain merupakan contoh sederhana dari perilaku baik.
Islam mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu berbentuk harta. Bahkan ketika kita tidak memiliki kemampuan finansial untuk bersedekah dalam jumlah besar, kita tetap dapat berbuat baik melalui tenaga, waktu, ilmu, dan perhatian.
Jangan Sampai Kesibukan Menghilangkan Kesempatan Beribadah
Salah satu tantangan umat Islam saat ini adalah kesibukan. Hari Jumat bagi sebagian orang tetap menjadi hari kerja. Ada yang harus berada di kantor, menjalankan usaha, mengajar, berkendara, atau menyelesaikan berbagai pekerjaan.
Namun, kita harus berusaha mengatur waktu agar kewajiban kepada Allah tidak terabaikan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9 agar orang-orang beriman segera menuju zikir kepada Allah ketika panggilan salat Jumat telah diserukan dan meninggalkan jual beli.
Ayat ini memberikan pelajaran penting bahwa kehidupan dunia tetap berjalan, tetapi ketika kewajiban ibadah tiba, seorang Muslim harus mendahulukannya.
Setelah salat Jumat selesai, Allah SWT juga mempersilakan manusia untuk kembali beraktivitas dan mencari karunia-Nya, sembari tetap banyak mengingat Allah.
Dengan demikian, Islam tidak mengajarkan kita meninggalkan pekerjaan. Islam mengajarkan keseimbangan antara mencari rezeki dan menjalankan kewajiban kepada Allah.
Bagaimana Membuat Hari Jumat Lebih Produktif secara Spiritual?
Agar tidak sekadar mengetahui keutamaan Jumat, kita dapat membuat kebiasaan sederhana.
Misalnya, pada Kamis malam kita mulai mempersiapkan diri dengan membaca Al-Qur'an dan memperbanyak shalawat. Kemudian pada Jumat pagi kita menjaga kebersihan diri, mengenakan pakaian yang baik, dan mempersiapkan keberangkatan menuju masjid.
Sebelum salat Jumat, kita dapat memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur'an. Ketika khutbah dimulai, kita fokus mendengarkannya. Setelah salat, kita dapat melanjutkan aktivitas sambil tetap menjaga zikir dan amal kebaikan.
Dengan pola seperti ini, Jumat tidak hanya menjadi hari yang berulang setiap pekan, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi kualitas iman dan amal kita.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari pada Hari Jumat
Selain memperbanyak amal, kita juga perlu menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kualitas ibadah.
Beberapa di antaranya adalah:
- Sengaja datang terlambat ke masjid tanpa alasan yang dibenarkan.
- Tidak memperhatikan khutbah.
- Sibuk bermain ponsel ketika khutbah berlangsung.
- Mengobrol dan mengganggu jamaah lain.
- Menganggap Jumat hanya sebagai hari libur atau rutinitas biasa.
- Menunda salat Jumat karena pekerjaan atau aktivitas duniawi.
- Bersedekah atau beribadah dengan tujuan utama mendapatkan pujian manusia.
- Menganggap amal tertentu memiliki keutamaan khusus tanpa dasar yang jelas.
Kita perlu berhati-hati dalam berbicara mengenai pahala. Tidak semua amalan yang populer di masyarakat memiliki dalil yang kuat. Sebagai Muslim, kita sebaiknya berusaha merujuk kepada Al-Qur'an dan hadis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menjadikan Jumat sebagai Momentum Memperbaiki Diri
Pada akhirnya, tujuan utama memperbanyak amal pada hari Jumat bukan sekadar mengumpulkan pahala, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Jika setelah Jumat kita menjadi lebih rajin salat, lebih lembut kepada keluarga, lebih peduli kepada tetangga, lebih jujur dalam bekerja, dan lebih mampu meninggalkan maksiat, berarti momentum Jumat telah memberikan pengaruh positif dalam kehidupan kita.
Jangan sampai kita hanya mengejar banyaknya amalan tanpa memperhatikan perubahan akhlak.
Jumat seharusnya menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanya sementara. Setiap pekan kita diberikan kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan kembali mengingat tujuan hidup sebagai seorang hamba Allah.
Hari Jumat adalah hari yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW menyebut Jumat sebagai salah satu hari yang paling utama, dan syariat memberikan sejumlah tuntunan yang dapat kita lakukan untuk mengisi hari tersebut dengan ibadah.
Cara mendapatkan Pahala Hari Jumat dapat dilakukan dengan berbagai amal, seperti mempersiapkan diri untuk salat Jumat, datang lebih awal ke masjid, mendengarkan khutbah dengan baik, memperbanyak shalawat, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak zikir dan istighfar, berdoa, membaca Al-Qur'an, bersedekah, serta membantu sesama.
Yang tidak kalah penting, kita harus menjaga niat agar seluruh ibadah dilakukan karena mengharap rida Allah SWT. Jangan menjadikan pahala sebagai satu-satunya tujuan dengan melupakan keikhlasan dan perubahan akhlak.
Mari kita jadikan setiap Jumat sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Jangan menunggu menjadi orang yang sempurna untuk mulai beramal. Mulailah dari amalan sederhana yang mampu kita lakukan dan berusahalah istiqamah.
Â
Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk terus memperbanyak Pahala Hari Jumat, menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberikan keberkahan kepada keluarga dan rezeki kita, serta menjadikan setiap Jumat sebagai momentum untuk semakin dekat kepada-Nya. Aamiin.
Mari sempurnakan ibadah Jumat Anda dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us