Bulan Syawal: Fidyah Puasa Berapa, Panduan Lengkap Tentang Jumlah dan Ketentuannya

Bulan Syawal: Fidyah Puasa Berapa, Panduan Lengkap Tentang Jumlah dan Ketentuannya

Bulan Syawal: Fidyah Puasa Berapa, Panduan Lengkap Tentang Jumlah dan Ketentuannya

17/04/2025 | NOV

Bulan Syawal menjadi momen penting bagi umat Islam untuk menyempurnakan ibadah Ramadan yang telah lewat. Salah satu kewajiban yang kerap menjadi pertanyaan adalah tentang fidyah puasa berapa harus dibayarkan oleh seseorang yang tidak bisa mengganti puasa dengan qadha. Pertanyaan ini muncul terutama bagi mereka yang sakit menahun, lanjut usia, atau memiliki uzur syar’i lain yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.

Dalam Islam, syariat fidyah diberikan sebagai bentuk keringanan. Namun, umat Islam perlu memahami dengan tepat ketentuannya, termasuk berapa jumlah fidyah yang harus dibayarkan dan kepada siapa disalurkan. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai fidyah puasa berapa, siapa yang wajib membayar, dan bagaimana cara membayarnya sesuai dengan tuntunan syariat.

Apa Itu Fidyah dan Siapa yang Wajib Membayarnya?

Dalam bahasa Arab, fidyah berasal dari kata fadaa yang berarti "menebus". Dalam konteks puasa Ramadan, fidyah adalah tebusan berupa makanan yang wajib diberikan kepada fakir miskin oleh seseorang yang tidak mampu berpuasa dan tidak ada harapan sembuh atau tidak mampu mengganti puasa.

Pertanyaan fidyah puasa berapa sering muncul dari kalangan orang tua yang telah lanjut usia. Mereka tidak lagi kuat secara fisik untuk berpuasa dan tidak mampu melaksanakan qadha. Maka, membayar fidyah menjadi solusi yang diberikan oleh syariat agar mereka tetap bisa menunaikan kewajiban puasa secara tidak langsung.

Selain orang tua, wanita hamil atau menyusui yang khawatir akan kesehatan dirinya atau anaknya juga bisa termasuk dalam kategori yang wajib membayar fidyah. Meski dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat ulama, namun mayoritas sepakat bahwa jika tidak mengganti puasanya, maka fidyah wajib dibayarkan. Maka, memahami fidyah puasa berapa menjadi penting bagi para ibu dalam kondisi tersebut.

Orang yang sakit menahun atau kronis juga tergolong wajib membayar fidyah. Apabila sakitnya tidak kunjung sembuh dan menyebabkan ketidakmampuan untuk berpuasa, maka cukup baginya membayar fidyah setiap hari puasa yang ditinggalkan. Lagi-lagi, persoalan fidyah puasa berapa menjadi bagian dari tuntunan yang harus diketahui oleh umat.

Mereka yang menunda-nunda qadha hingga datang Ramadan berikutnya juga dikenai fidyah. Meskipun masih memungkinkan untuk berpuasa, namun karena kelalaiannya, ia wajib membayar fidyah selain tetap mengganti puasanya. Oleh sebab itu, memahami fidyah puasa berapa dan kapan harus dibayar menjadi urgensi bagi umat.

Fidyah Puasa Berapa? Ini Penjelasan Jumlahnya

Secara umum, syariat Islam menetapkan bahwa fidyah dibayar dengan memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Maka, jika seseorang tidak berpuasa selama 30 hari, maka ia wajib memberi makan 30 orang miskin. Namun tetap saja, pertanyaan fidyah puasa berapa secara nominal masih sering diajukan.

Menurut sebagian besar ulama, standar jumlah fidyah adalah satu mud makanan pokok (sekitar 0,6 kg beras).

Namun, sebagian lembaga amil zakat di Indonesia seperti Baznas dan Dompet Dhuafa menetapkan nilai fidyah secara praktis dalam bentuk uang. Misalnya, pada tahun 2025, BAZNAS menetapkan nilai fidyah sebesar Rp60.000 per hari. Maka, jika ada pertanyaan fidyah puasa berapa, umat dapat merujuk kepada lembaga resmi tersebut untuk mengetahui angka pasti dan menyesuaikan dengan keadaan ekonominya.

Penting juga diketahui bahwa fidyah tidak boleh dibayarkan sembarangan. Umat Islam perlu memastikan bahwa fidyah disalurkan kepada fakir miskin atau melalui lembaga terpercaya. Sehingga ketika muncul pertanyaan fidyah puasa berapa, umat juga paham ke mana harus menyalurkannya dan tidak keliru dalam pelaksanaan.

Perlu dicatat bahwa fidyah tidak bisa dibayarkan sebelum waktu puasa ditinggalkan. Artinya, seseorang hanya bisa membayar fidyah setelah puasa ditinggalkan pada hari tersebut, atau setelah bulan Ramadan selesai. Oleh sebab itu, selain mengetahui fidyah puasa berapa, waktu membayar juga penting untuk diperhatikan.

Cara Membayar Fidyah Secara Praktis dan Sesuai Syariat

Dalam praktiknya, membayar fidyah dapat dilakukan dengan dua cara: langsung atau melalui lembaga amil zakat. Kedua cara ini sah secara syariat selama makanan atau uangnya sampai kepada pihak yang berhak. Dalam hal ini, pertanyaan fidyah puasa berapa juga perlu ditanyakan kepada pihak lembaga agar nilainya sesuai ketentuan.

Cara langsung artinya seseorang memasak atau membeli makanan dan memberikan kepada fakir miskin. Misalnya, seorang ibu yang tidak mampu puasa selama 30 hari bisa menyiapkan 30 porsi makanan dan memberikannya kepada 30 orang fakir. Jika ia bertanya fidyah puasa berapa, maka jawabannya bisa disesuaikan dengan biaya satu porsi makan yang layak.

Cara kedua adalah melalui lembaga seperti BAZNAS. Biasanya lembaga ini memiliki program fidyah Ramadan dan menerima dana untuk disalurkan kepada yang berhak. Jika Anda bingung soal fidyah puasa berapa, cukup ikuti ketetapan lembaga tersebut dan pastikan mendapat bukti penyaluran.

Dalam membayar fidyah, niat sangat penting. Walau tidak harus diucapkan secara lisan, namun dalam hati seseorang harus berniat bahwa yang ia berikan adalah fidyah untuk hari-hari puasa yang ditinggalkan. Maka, pertanyaan fidyah puasa berapa bukan hanya soal angka, tapi juga soal niat dan pemahaman yang benar.

Perlu diingat bahwa membayar fidyah tidak menggugurkan kewajiban qadha kecuali bagi mereka yang memang tidak mampu berpuasa. Maka, jika seseorang masih mampu berpuasa, ia tidak cukup hanya bertanya fidyah puasa berapa, tapi juga wajib mengganti puasanya pada hari lain.

Setelah mengetahui hukum dan ketentuan fidyah, umat Islam tidak lagi perlu bingung dengan pertanyaan fidyah puasa berapa. Pemahaman ini penting agar ibadah kita tetap sempurna, meski tidak bisa menjalankan puasa secara langsung. Fidyah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang memiliki keterbatasan.

Bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi dan menyempurnakan ibadah Ramadan. Bagi mereka yang belum bisa berpuasa karena alasan syar’i, membayar fidyah menjadi kewajiban yang tidak boleh ditunda. Maka, mengetahui fidyah puasa berapa dan menunaikannya adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai Muslim.

Jangan sampai kelalaian dalam hal ini membuat kita menanggung beban di akhirat kelak. Fidyah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi juga bentuk solidaritas terhadap fakir miskin. Maka dari itu, mari kita niatkan dengan ikhlas dan pahami benar-benar fidyah puasa berapa yang harus ditunaikan.

Semoga artikel ini dapat membantu umat Islam yang ingin mengetahui ketentuan fidyah dan menjawab kebingungan terkait fidyah puasa berapa. Mari kita jadikan Syawal sebagai momentum untuk menyempurnakan ibadah dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama.

Anda bisa menyalurkan fidyah melalui BAZNAS, caranya cukup mudah dengan mengklik link berikut BAZNAS lalu ikuti petunjuknya.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ