Berapa Banyak Daging Kurban yang Boleh Dimakan oleh Sahibul Kurban

Berapa Banyak Daging Kurban yang Boleh Dimakan oleh Sahibul Kurban

Berapa Banyak Daging Kurban yang Boleh Dimakan oleh Sahibul Kurban

07/06/2024 | Humas BAZNAS

Menjelang perayaan Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia bersiap untuk melaksanakan ibadah kurban. Dalam Islam, terdapat syarat pembagian daging kurban yang harus dipenuhi. Seorang shahibul kurban boleh memakan daging kurban maksimal sesuai dengan ketentuan.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang berapa banyak daging kurban yang boleh dimakan oleh shahibul kurban, yaitu orang yang berkurban. Pemahaman yang benar mengenai hal ini penting agar pelaksanaan kurban sesuai dengan syariat Islam dan membawa berkah bagi semua pihak.

Dalam suatu hadis juga menguatkan bahwa pentingnya berkurban dan dibagikan kepada fakir miskin. Rasulullah Saw bersabda:

"Sesungguhnya Kami telah melarang kamu sekalian (untuk memakan daging kurban setelah lewat tiga hari), karena untuk diberikan kepada orang-orang lemah yang datang kemudian, maka makanlah, sedekahkanlah dan simpanlah" (HR. Abu Daud).

 

Pembagian Daging Kurban

Menurut ajaran Islam, daging kurban sebaiknya dibagi menjadi tiga bagian:

 

1. Sepertiga untuk Shahibul Kurban dan Keluarganya

Shahibul kurban dan keluarganya berhak menikmati sebagian dari daging kurban. Hal ini adalah bentuk syukur kepada Allah dan kebahagiaan bersama keluarga.

 

2. Sepertiga untuk Sedekah kepada Fakir Miskin

Bagian ini diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Daging kurban adalah salah satu bentuk ibadah sosial yang bertujuan membantu mereka yang kurang beruntung.

 

3. Sepertiga untuk Tetangga dan Kerabat

Bagian ini diberikan kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk silaturahmi dan mempererat hubungan sosial dalam masyarakat.

 

Rincian Penggunaan Daging oleh Sahibul Kurban

Sahibul kurban diperbolehkan memakan daging kurban, namun ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan:

1. Jumlah yang Dikonsumsi

Sebaiknya shahibul kurban tidak mengonsumsi daging kurban lebih dari sepertiga bagian dari total daging kurban. Meskipun tidak ada batasan yang sangat ketat, pembagian ini dianjurkan agar manfaat daging kurban bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.

 

2. Memperhatikan Hak Orang Lain

Penting bagi sahibul kurban untuk memperhatikan hak orang lain, terutama mereka yang lebih membutuhkan. Membagikan daging kurban secara adil dan merata akan memberikan berkah dan kebahagiaan kepada lebih banyak pihak.

 

3. Kondisi Khusus

Dalam kondisi tertentu, seperti jika terdapat banyak fakir miskin di sekitar, sahibul kurban disarankan untuk mengutamakan pembagian kepada mereka meskipun hal ini mungkin berarti mengurangi porsi yang dimakan oleh keluarga sendiri.

 

Hikmah dari Pembagian Daging Kurban

Ibadah kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga mengandung makna dan hikmah yang mendalam, antara lain:

- Meningkatkan Rasa Syukur: Dengan membagikan daging kurban, sahibul kurban belajar untuk bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT dan berbagi dengan sesama.

- Menguatkan Tali Silaturahmi: Pembagian daging kurban kepada tetangga dan kerabat dapat mempererat hubungan sosial dan menciptakan suasana kebersamaan yang harmonis.

- Membantu yang Membutuhkan: Daging kurban menjadi berkah tersendiri bagi fakir miskin yang mungkin jarang merasakan daging dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengetahui ketentuan dan hikmah dari pembagian daging kurban, akhirnya kita akan mengetahui bahwa seorang shahibul kurban boleh memakan daging kurban maksimal sesuai dengan ketentuan. Shahibul kurban dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Semoga perayaan Idul Adha kali ini membawa keberkahan bagi seluruh umat Muslim di dunia.

BAZNAS kembali menggelar Kurban Online agar bisa menjangkau seluruh masyarakat yang ingin melakukan ibadah kurban. Caranya mudah, klik link KURBAN ONLINE, lalu ikuti petunjuk yang diberikan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2024 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ