Begini Cara Hitung Zakat yang Mudah dan Sesuai Syariat

Begini Cara Hitung Zakat yang Mudah dan Sesuai Syariat

Begini Cara Hitung Zakat yang Mudah dan Sesuai Syariat

26/02/2026 | Humas BAZNAS

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam membersihkan harta sekaligus membantu sesama. Bagi seorang Muslim, memahami cara hitung zakat bukan hanya soal kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan umat. Dengan mengetahui cara hitung zakat yang benar dan sesuai syariat, setiap Muslim dapat menunaikan kewajiban ini dengan tenang dan penuh keyakinan.

Di Indonesia, pengelolaan zakat telah diatur secara sistematis oleh pemerintah dan lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Ketentuan mengenai nisab, kadar zakat, dan tata kelola zakat disusun berdasarkan syariat Islam serta pertimbangan kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami cara hitung zakat agar ibadah yang dilakukan sah secara syariat dan memberikan manfaat maksimal bagi mustahik (penerima zakat).

Memahami Makna dan Kewajiban Zakat dalam Islam

Zakat secara bahasa berarti suci, berkembang, dan berkah. Secara syariat, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah memenuhi syarat tertentu.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menegaskan bahwa zakat berfungsi menyucikan harta dan jiwa. Dengan memahami cara hitung zakat, seorang Muslim dapat memastikan bahwa kewajiban ini ditunaikan secara tepat.

Jenis-Jenis Zakat yang Wajib Diketahui

Sebelum memahami cara hitung zakat, penting untuk mengetahui jenis zakat yang wajib ditunaikan:

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib ditunaikan setiap Muslim menjelang Idulfitri.

BAZNAS RI menetapkan zakat fitrah tahun 1447 H/2026 M sebesar Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Besaran ini ditetapkan berdasarkan kajian harga beras di berbagai daerah agar sesuai dengan kondisi masyarakat.

2. Zakat Mal (Harta)

Zakat mal mencakup:

  • Zakat penghasilan/profesi

  • Zakat emas dan perak

  • Zakat perdagangan

  • Zakat pertanian

  • Zakat tabungan dan investasi

Memahami cara hitung zakat untuk setiap jenis harta akan membantu memastikan kewajiban ditunaikan dengan benar.

Cara Hitung Zakat Penghasilan Sesuai Ketentuan 2026

Zakat penghasilan dikenakan atas pendapatan rutin seperti gaji, honorarium, atau jasa profesional.

BAZNAS RI menetapkan nisab zakat penghasilan tahun 2026 sebesar:

  • Rp7.640.144 per bulan

  • Rp91.681.728 per tahun

Nilai ini setara dengan 85 gram emas 14 karat, berdasarkan harga rata-rata emas tahun 2025. Penetapan ini mengacu pada PMA Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tentang zakat penghasilan.

Jika penghasilan seorang Muslim mencapai atau melebihi nisab tersebut, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.

Rumus Cara Hitung Zakat Penghasilan

Zakat = 2,5 persen × Penghasilan Bersih

Contoh:

Jika penghasilan bersih per bulan = Rp10.000.000
Karena melebihi nisab Rp7.640.144:

Zakat = 2,5 persen × Rp10.000.000
= Rp250.000 per bulan

Jika penghasilan di bawah nisab, zakat tidak wajib, namun dianjurkan bersedekah.

Cara Hitung Zakat Emas dan Perak

Zakat emas wajib dikeluarkan jika kepemilikan mencapai nisab setara 85 gram emas dan telah dimiliki selama satu tahun (haul).

Rumus:

Zakat = 2,5 persen × total nilai emas

Contoh:

Memiliki 100 gram emas
Harga emas per gram = Rp1.000.000
Total nilai = Rp100.000.000

Zakat = 2,5 persen × Rp100.000.000
= Rp2.500.000 per tahun

Cara Hitung Zakat Tabungan dan Investasi

Tabungan dan investasi wajib dizakati jika mencapai nisab dan telah tersimpan selama satu tahun.

Rumus:

Zakat = 2,5 persen × saldo akhir

Contoh:

Saldo tabungan Rp120.000.000 selama 1 tahun
Zakat = 2,5 persen × Rp120.000.000
= Rp3.000.000

Cara Hitung Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan dikenakan pada aset usaha yang telah berjalan selama satu tahun.

Rumus:

Zakat = 2,5 persen × (modal + keuntungan + piutang – utang jatuh tempo)

Contoh:

Total aset usaha = Rp200.000.000
Utang jatuh tempo = Rp50.000.000

Nilai bersih = Rp150.000.000
Zakat = 2,5 persen × Rp150.000.000
= Rp3.750.000

Hikmah dan Manfaat Menunaikan Zakat

Memahami cara hitung zakat tidak hanya memudahkan kewajiban ibadah, tetapi juga membuka pintu keberkahan. Manfaat zakat antara lain:

  • Membersihkan harta dan jiwa

  • Mengurangi kesenjangan sosial

  • Membantu fakir miskin dan pemberdayaan ekonomi umat

  • Menumbuhkan solidaritas sosial

  • Mendatangkan keberkahan rezeki

BAZNAS menegaskan bahwa penetapan nisab mempertimbangkan kemaslahatan muzaki dan mustahik agar zakat mampu mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pentingnya Standar Nisab Nasional

Penetapan nisab zakat penghasilan tahun 2026 mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya. Penyesuaian ini mempertimbangkan tren kenaikan upah dan kondisi ekonomi masyarakat.

Standar emas 14 karat dipilih karena dianggap relevan dan seimbang antara kepatuhan syariah serta kemaslahatan umat. Kebijakan ini juga memastikan pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan para pemangku kepentingan zakat terus dilakukan agar tata kelola zakat nasional semakin efektif dan transparan.

Cara Hitung Zakat agar Lebih Mudah dan Tepat

Agar lebih mudah dalam menerapkan cara hitung zakat, berikut langkah praktis yang bisa dilakukan:

  1. Catat seluruh penghasilan dan aset yang dimiliki

  2. Periksa apakah telah mencapai nisab

  3. Hitung nilai harta bersih

  4. Kalikan 2,5 persen untuk zakat mal

  5. Tunaikan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS agar tepat sasaran

Menunaikan zakat melalui lembaga resmi juga memastikan distribusi yang adil dan berdampak luas bagi masyarakat.

Memahami cara hitung zakat merupakan langkah penting bagi setiap Muslim agar dapat menunaikan kewajiban dengan benar dan sesuai syariat. Dengan mengikuti ketentuan nisab yang telah ditetapkan serta memahami perhitungan zakat penghasilan, emas, tabungan, dan zakat fitrah, ibadah zakat dapat dilakukan dengan mudah dan penuh keyakinan.

Cara hitung zakat yang tepat tidak hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjadi sarana berbagi rezeki dan memperkuat solidaritas umat. Ketika zakat ditunaikan secara benar dan terkelola dengan baik, ia mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Semoga kita termasuk golongan yang istiqamah dalam menunaikan zakat dan menjadikannya sebagai jalan menuju keberkahan hidup dunia dan akhirat.

Sahabat BAZNAS juga bisa menghitung zakat secara akurat melalui laman Kalkulator Zakat.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ