BAZNAS Hadir di Tengah Luka Gempa NTT, Dapur Umum Jadi Harapan bagi Para Pengungsi
BAZNAS Hadir di Tengah Luka Gempa NTT, Dapur Umum Jadi Harapan bagi Para Pengungsi
20/08/2026 | Humas BAZNAS RIGempa bumi tidak hanya mengguncang tanah. Bagi mereka yang menjadi korban, gempa juga mengguncang rasa aman, memisahkan keluarga dari rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung, dan memaksa banyak orang menjalani hari-hari dalam ketidakpastian.
Di tengah situasi tersebut, kebutuhan yang terlihat sederhana menjadi sangat berarti: makanan hangat, air, tempat beristirahat, dan seseorang yang datang membawa kabar bahwa mereka tidak sendirian.
Di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepedulian itu hadir melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendirikan dapur umum di Ponpes Pancasila, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa.
Dapur umum tersebut menjadi ruang tempat relawan dan warga setempat bergotong royong menyiapkan makanan siap saji bagi para pengungsi.
Bukan sekadar dapur. Di tengah situasi darurat, tempat itu menjadi simbol bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli.
BAZNAS Prioritaskan Kebutuhan Dasar Korban Gempa
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pangan, menjadi salah satu prioritas BAZNAS dalam merespons bencana gempa bumi di NTT.
“Dapur umum sudah mulai beroperasi untuk segera memproduksi sejumlah makanan dengan dibantu oleh sejumlah relawan dan warga setempat untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat di pengungsian,” ujar Idy, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Keterlibatan warga setempat menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan tersebut. Selain mempercepat pelayanan, kolaborasi antara relawan dan masyarakat membantu memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Jumlah makanan yang diproduksi pun akan terus disesuaikan dengan kebutuhan para pengungsi.
Sebab dalam situasi bencana, bantuan bukan tentang sekadar seberapa banyak yang diberikan. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, pada waktu yang tepat, dan dalam bentuk yang benar-benar berguna.
Dari Dapur Umum, Ada Harapan yang Dihidupkan
Bagi sebagian orang, makanan mungkin hanya bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun bagi seseorang yang sedang berada di pengungsian setelah kehilangan rasa aman akibat gempa, sepiring makanan hangat bisa memiliki arti yang jauh lebih besar.
Ia memberi tenaga untuk melewati hari.
Ia menjadi pengingat bahwa kehidupan harus terus berjalan.
Dan yang tak kalah penting, ia menyampaikan pesan sederhana: ada yang peduli.
BAZNAS terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak agar bantuan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan di lapangan. Upaya tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Idy menegaskan bahwa BAZNAS prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat NTT dan berkomitmen untuk terus hadir mendampingi mereka.
“BAZNAS sangat prihatin atas musibah yang terjadi di NTT. Kita tahu banyak saudara-saudara kita yang terdampak dan membutuhkan bantuan. Karena itu, BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana hingga masa pemulihan,” ujarnya.
Tidak semua orang bisa datang langsung ke NTT. Tidak semua orang dapat menjadi relawan atau membantu memasak di dapur umum.
Namun kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk kehadiran fisik.
Donasi yang kita sisihkan dapat menjadi bagian dari bantuan untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit. Di tangan lembaga yang menyalurkannya, kepedulian tersebut dapat berubah menjadi makanan, kebutuhan darurat, dan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana.
Saat seseorang kehilangan rumah, kita mungkin tidak bisa mengembalikan rumah itu dalam sekejap.
Tetapi kita bisa membantu menghadirkan makanan untuk hari ini.
Kita bisa membantu mereka melewati masa tanggap darurat.
Kita bisa ikut memastikan mereka tahu bahwa di tengah musibah, mereka tidak berjalan sendirian.
Mari Bantu Korban Gempa NTT Bersama BAZNAS
Musibah di NTT adalah pengingat bahwa bencana dapat datang tanpa banyak memberi waktu untuk bersiap. Ketika saudara-saudara kita sedang berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar, uluran tangan dari masyarakat menjadi sangat berarti.
Mari salurkan donasi kemanusiaan melalui BAZNAS dan jadikan sebagian rezeki kita sebagai jalan untuk membantu korban gempa NTT.
Karena satu donasi mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi bisa menjadi makanan hangat bagi seseorang yang sedang bertahan.
Mari bersama-sama menguatkan saudara kita di NTT.
Salurkan donasi melalui BAZNAS. Bantu hari ini, hadirkan harapan untuk mereka yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
Berikan dukungan terbaik Anda melalui: baznas.go.id/sedekahbencana atau klik link ini: SEDEKAH BENCANA
atau melalui:
BSI 900.005.5740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Layanan BAZNAS
wa.me/6281188821818
14047 / 021-39526001
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us