Apakah Harta Warisan Wajib Dizakati, Ini Jawabannya
Apakah Harta Warisan Wajib Dizakati, Ini Jawabannya
08/01/2026 | Humas BAZNASZakat harta warisan kerap menjadi pertanyaan di tengah umat Islam, terutama ketika seseorang menerima peninggalan dari orang tua atau kerabat yang telah wafat. Banyak muslim yang masih bingung apakah harta yang diperoleh dari warisan termasuk objek zakat atau tidak. Pemahaman yang benar mengenai zakat harta warisan sangat penting agar seorang muslim tidak lalai dalam menunaikan kewajiban sekaligus tidak keliru dalam menerapkan hukum syariat.
Dalam Islam, zakat harta warisan memiliki kedudukan yang berbeda dibandingkan dengan zakat mal pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh proses perpindahan kepemilikan harta yang terjadi setelah wafatnya pewaris. Oleh karena itu, zakat harta warisan tidak bisa dipahami secara sederhana tanpa merujuk pada prinsip-prinsip fikih Islam.
Kesadaran terhadap zakat harta warisan juga mencerminkan kepatuhan seorang muslim terhadap aturan Allah SWT. Islam mengajarkan keadilan dan kebersihan harta, termasuk harta yang diperoleh melalui warisan. Dengan memahami zakat harta warisan secara menyeluruh, umat Islam dapat menjalankan ibadah secara lebih sempurna dan terhindar dari keraguan.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap dan mendalam mengenai zakat harta warisan, mulai dari pengertian, hukum, waktu kewajiban, hingga cara perhitungannya. Pembahasan disusun dari sudut pandang muslim dan bersumber dari Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama.
Dengan memahami zakat harta warisan secara benar, diharapkan umat Islam mampu mengelola harta peninggalan dengan penuh amanah dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Pengertian Zakat Harta Warisan dalam Islam
Zakat harta warisan adalah zakat yang berkaitan dengan harta peninggalan seseorang yang telah meninggal dunia dan berpindah kepemilikan kepada ahli waris. Dalam Islam, zakat harta warisan tidak langsung dikenakan begitu seseorang wafat, karena status kepemilikan harta tersebut belum berpindah secara sempurna.
Pemahaman tentang zakat harta warisan harus dimulai dari konsep kepemilikan dalam Islam. Selama harta masih menjadi milik pewaris, kewajiban zakat harta warisan berada pada pewaris tersebut. Namun, setelah pewaris meninggal dunia, kewajiban zakat harta warisan tidak otomatis berpindah sebelum proses pembagian warisan selesai.
Zakat harta warisan juga berkaitan erat dengan hak-hak yang melekat pada harta peninggalan. Dalam Islam, harta warisan harus terlebih dahulu digunakan untuk melunasi utang pewaris, melaksanakan wasiat, dan baru kemudian dibagikan kepada ahli waris. Selama tahapan ini belum selesai, zakat harta warisan belum menjadi kewajiban ahli waris.
Para ulama menjelaskan bahwa zakat harta warisan baru menjadi kewajiban apabila harta tersebut telah diterima secara sah oleh ahli waris dan memenuhi syarat zakat, seperti mencapai nisab dan haul. Dengan demikian, zakat harta warisan bergantung pada kondisi harta setelah menjadi milik masing-masing ahli waris.
Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa zakat harta warisan bukanlah zakat yang dikenakan atas nama pewaris setelah wafat, melainkan zakat atas harta yang telah berpindah kepemilikan kepada ahli waris sesuai ketentuan syariat Islam.
Apakah Harta Warisan Wajib Dizakati
Pertanyaan apakah zakat harta warisan itu wajib sering muncul di tengah masyarakat. Dalam Islam, kewajiban zakat harta warisan tidak berlaku secara mutlak, melainkan bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat zakat yang telah ditentukan.
Zakat harta warisan tidak wajib dikeluarkan sebelum harta tersebut dibagikan kepada ahli waris. Selama harta masih berstatus harta peninggalan, zakat harta warisan belum menjadi kewajiban siapa pun, kecuali jika pewaris masih hidup dan lalai menunaikan zakatnya.
Setelah harta warisan dibagikan, zakat harta warisan menjadi kewajiban masing-masing ahli waris apabila bagian yang diterima telah mencapai nisab. Dalam hal ini, zakat harta warisan diperlakukan sama seperti zakat mal lainnya yang dimiliki secara penuh.
Zakat harta warisan juga tidak diwajibkan apabila harta tersebut habis untuk membayar utang pewaris atau tidak mencapai nisab setelah dibagi. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan keadilan dan kemampuan individu dalam menunaikan kewajiban zakat.
Dengan demikian, zakat harta warisan wajib dikeluarkan bukan karena statusnya sebagai warisan, melainkan karena telah menjadi harta milik pribadi ahli waris yang memenuhi syarat zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Waktu Kewajiban Zakat Harta Warisan
Penentuan waktu kewajiban zakat harta warisan merupakan hal penting agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya. Islam mengajarkan bahwa zakat hanya diwajibkan atas harta yang dimiliki secara sempurna.
Zakat harta warisan tidak wajib dikeluarkan pada saat pewaris meninggal dunia. Pada fase ini, harta masih berstatus harta peninggalan dan belum menjadi milik sah ahli waris. Oleh karena itu, zakat harta warisan belum dikenakan.
Setelah seluruh kewajiban pewaris diselesaikan, seperti pembayaran utang dan pelaksanaan wasiat, barulah harta dibagikan kepada ahli waris. Sejak saat itulah zakat harta warisan mulai diperhitungkan apabila telah memenuhi nisab.
Waktu penghitungan haul zakat harta warisan dimulai sejak harta tersebut diterima oleh ahli waris. Apabila harta warisan berupa uang atau emas dan disimpan selama satu tahun hijriah, maka zakat harta warisan wajib dikeluarkan.
Dengan memahami waktu kewajiban zakat harta warisan, umat Islam dapat menunaikan zakat secara tepat dan terhindar dari praktik yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat.
Cara Menghitung Zakat Harta Warisan
Menghitung zakat harta warisan memerlukan pemahaman yang baik tentang jenis dan nilai harta yang diterima. Dalam Islam, zakat harta warisan mengikuti ketentuan zakat mal secara umum.
Zakat harta warisan dihitung berdasarkan bagian yang diterima masing-masing ahli waris. Apabila bagian tersebut mencapai nisab, maka zakat harta warisan wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen setelah mencapai haul.
Jika zakat harta warisan berupa emas atau perak, maka perhitungannya mengikuti nisab emas dan perak yang berlaku. Begitu pula jika zakat harta warisan berupa uang tunai atau aset perdagangan.
Dalam kasus zakat harta warisan berupa tanah atau properti, zakat hanya wajib jika properti tersebut diperjualbelikan atau menghasilkan pendapatan. Jika hanya digunakan sebagai tempat tinggal, maka zakat harta warisan tidak dikenakan.
Dengan perhitungan yang tepat, zakat harta warisan dapat ditunaikan secara benar dan memberikan manfaat yang besar bagi mustahik sesuai dengan tujuan zakat dalam Islam.
Hikmah dan Manfaat Menunaikan Zakat Harta Warisan
Menunaikan zakat harta warisan memiliki hikmah yang besar bagi kehidupan seorang muslim. Zakat harta warisan berfungsi sebagai sarana pensucian harta dan jiwa dari sifat kikir.
Zakat harta warisan juga menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat harta warisan, harta peninggalan tidak hanya bermanfaat bagi ahli waris, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, zakat harta warisan menjaga keberkahan harta yang diterima. Islam mengajarkan bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya akan membawa ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.
Zakat harta warisan juga memperkuat ikatan sosial dan keadilan ekonomi dalam masyarakat. Melalui zakat harta warisan, kesenjangan sosial dapat dikurangi secara bertahap.
Dengan memahami hikmah ini, umat Islam diharapkan tidak ragu dalam menunaikan zakat harta warisan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Zakat harta warisan merupakan bagian penting dari pembahasan fikih Islam yang perlu dipahami oleh setiap muslim. Zakat harta warisan tidak wajib dikeluarkan sebelum harta dibagikan kepada ahli waris dan hanya berlaku apabila harta tersebut telah memenuhi syarat zakat.
Pemahaman yang benar tentang zakat harta warisan akan membantu umat Islam menjalankan syariat dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan. Islam memberikan aturan yang jelas agar zakat harta warisan tidak menjadi beban, melainkan sarana keberkahan.
Dengan menunaikan zakat harta warisan secara benar, seorang muslim telah menjalankan amanah atas harta yang diterimanya. Zakat harta warisan juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk terus belajar dan memahami zakat harta warisan agar tidak terjadi kekeliruan dalam pengamalannya. Semoga pemahaman tentang zakat harta warisan ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi umat Islam.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us