Apa Saja yang Membatalkan Puasa Selain Makan dan Minum

Apa Saja yang Membatalkan Puasa Selain Makan dan Minum

Apa Saja yang Membatalkan Puasa Selain Makan dan Minum

10/03/2026 | Humas BAZNAS RI

Puasa merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadan. Ibadah ini tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari berbagai hal yang dapat merusak atau bahkan membatalkan puasa. Banyak umat Muslim memahami bahwa makan dan minum adalah hal utama yang dapat membatalkan puasa, namun sebenarnya ada beberapa perkara lain yang juga dapat membatalkan ibadah tersebut.

Memahami hal-hal yang dapat membatalkan puasa sangat penting agar ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadan tetap sah dan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Tidak sedikit umat Islam yang masih ragu atau bahkan belum mengetahui secara jelas apa saja yang termasuk dalam kategori membatalkan puasa selain makan dan minum.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami secara benar apa saja yang dapat membatalkan puasa menurut ajaran Islam. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai hal-hal yang dapat membatalkan puasa selain makan dan minum berdasarkan Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para ulama.


Pengertian Puasa dalam Islam

Sebelum membahas lebih jauh tentang hal-hal yang membatalkan puasa, penting untuk memahami terlebih dahulu makna puasa itu sendiri. Secara bahasa, puasa berasal dari kata shaum yang berarti menahan diri. Sedangkan secara istilah syariat, puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai dengan niat karena Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga sarana untuk meningkatkan ketakwaan. Oleh sebab itu, seorang Muslim perlu memahami dengan baik segala hal yang dapat membatalkan puasa agar ibadahnya tetap sempurna.


Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Selain Makan dan Minum

Selain makan dan minum secara sengaja, ada beberapa perkara lain yang termasuk dalam kategori membatalkan puasa menurut syariat Islam. Berikut penjelasannya.

1. Berhubungan Suami Istri di Siang Hari Ramadan

Salah satu perkara yang jelas membatalkan puasa adalah melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan. Perbuatan ini tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan pelakunya untuk membayar kafarat yang berat.

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa seseorang pernah datang kepada Rasulullah SAW dan mengaku telah berhubungan dengan istrinya pada siang hari Ramadan. Rasulullah SAW kemudian memerintahkannya untuk membayar kafarat, yaitu memerdekakan budak, berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin.

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan suami istri pada siang hari Ramadan termasuk perbuatan serius yang membatalkan puasa.


2. Keluar Mani dengan Sengaja

Keluar mani secara sengaja, baik melalui onani, rangsangan fisik, atau aktivitas lain yang disengaja juga termasuk perkara yang membatalkan puasa.

Namun para ulama menjelaskan bahwa jika mani keluar karena mimpi basah saat tidur, maka hal tersebut tidak membatalkan puasa, karena terjadi di luar kendali seseorang.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga pandangan dan menghindari hal-hal yang dapat memicu syahwat selama menjalankan ibadah puasa.


3. Muntah dengan Sengaja

Muntah juga dapat membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja, misalnya dengan memasukkan jari ke dalam tenggorokan atau melakukan tindakan lain untuk memicu muntah.

Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja maka tidak wajib qadha, tetapi barang siapa yang muntah dengan sengaja maka wajib mengganti puasanya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa muntah yang disengaja termasuk hal yang membatalkan puasa, sedangkan muntah yang terjadi tanpa disengaja tidak membatalkan puasa.


4. Haid dan Nifas

Bagi perempuan Muslim, datangnya haid atau nifas juga termasuk perkara yang membatalkan puasa. Ketika seorang wanita mengalami haid atau nifas di siang hari Ramadan, maka puasanya otomatis batal dan wajib diganti di hari lain setelah Ramadan.

Hal ini merupakan ketentuan syariat yang telah disepakati para ulama berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

Aisyah RA pernah berkata:

“Kami dahulu mengalami haid pada masa Rasulullah SAW, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha salat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa haid merupakan salah satu kondisi yang membatalkan puasa bagi wanita Muslim.


5. Hilang Akal atau Gila

Seseorang yang kehilangan akal, misalnya karena gila atau pingsan sepanjang hari, juga tidak dianggap menjalankan puasa. Dalam kondisi tersebut, puasanya dianggap batal karena syarat sah puasa adalah berakal.

Walaupun kondisi ini tidak selalu disebut sebagai hal yang membatalkan puasa secara langsung, tetapi status puasanya tidak sah karena tidak memenuhi syarat ibadah.


6. Murtad (Keluar dari Islam)

Hal paling berat yang dapat membatalkan puasa adalah murtad atau keluar dari agama Islam. Ketika seseorang keluar dari Islam, maka seluruh ibadahnya termasuk puasa menjadi batal.

Namun tentu saja hal ini merupakan perkara besar dalam akidah dan sangat dijauhi oleh umat Islam.


Hal yang Tidak Membatalkan Puasa Tetapi Perlu Dihindari

Selain hal-hal yang jelas membatalkan puasa, ada juga beberapa perbuatan yang tidak membatalkan puasa tetapi dapat mengurangi pahala puasa jika dilakukan, antara lain:

  • Berkata kasar

  • Bergosip atau menggunjing

  • Berbohong

  • Marah berlebihan

  • Melihat hal-hal yang tidak pantas

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini mengingatkan bahwa tujuan puasa bukan hanya menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, tetapi juga menjaga akhlak dan perilaku.


Hikmah Mengetahui Hal yang Membatalkan Puasa

Mengetahui berbagai perkara yang dapat membatalkan puasa memiliki banyak hikmah bagi umat Islam. Beberapa di antaranya adalah:

1. Menjaga Kesempurnaan Ibadah

Dengan memahami apa saja yang membatalkan puasa, seorang Muslim dapat lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah sehingga puasanya tetap sah.

2. Meningkatkan Ketakwaan

Menjauhi segala hal yang membatalkan puasa membantu seseorang lebih disiplin dalam menjaga diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

3. Menghindari Kesalahan yang Tidak Disadari

Banyak orang mungkin tanpa sadar melakukan hal yang membatalkan puasa karena kurangnya pengetahuan. Dengan mempelajari hukum-hukum puasa, kesalahan tersebut dapat dihindari.

Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang sangat mulia dan penuh keberkahan. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami dengan baik berbagai perkara yang dapat membatalkan puasa, tidak hanya makan dan minum, tetapi juga hal-hal lain seperti berhubungan suami istri di siang hari, keluar mani dengan sengaja, muntah dengan sengaja, haid, nifas, hingga murtad.

Dengan mengetahui secara jelas apa saja yang membatalkan puasa, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih hati-hati dan penuh kesadaran. Hal ini tentu akan membantu menjaga kesempurnaan ibadah serta meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT.

Semoga dengan memahami berbagai perkara yang membatalkan puasa, kita semua dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih baik dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Menjaga puasa dari hal-hal yang membatalkan adalah bentuk ketaatan, namun menyempurnakannya dengan sedekah dan infak akan menjadikan Ramadhan lebih bermakna. Mari jaga ibadah sekaligus kuatkan kepedulian sosial di bulan penuh berkah ini. Donasikan infak Anda melalui BAZNAS.

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ