Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
20/07/2026 | Humas BAZNAS RIBanyak umat Islam mencari amalan pembuka rezeki bulan Safar dengan harapan memperoleh keberkahan dalam kehidupan, kelancaran usaha, serta kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut merupakan ikhtiar yang baik selama dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dalam ajaran Islam, tidak ada amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar untuk membuka pintu rezeki. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan Rasulullah untuk dilakukan kapan saja, termasuk ketika memasuki bulan Safar.
Sebagai seorang muslim, penting untuk memahami bahwa rezeki datang dari Allah SWT. Tidak ada bulan yang secara otomatis membawa kesialan atau keberuntungan. Justru Islam mengajarkan agar setiap waktu dimanfaatkan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Oleh karena itu, ketika membahas amalan pembuka rezeki bulan Safar, yang dimaksud adalah amalan-amalan yang memiliki landasan dari Al-Qur'an dan hadis sahih sehingga dapat diamalkan dengan penuh keyakinan.
Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan?
Sebelum membahas amalan, perlu dipahami bahwa sebagian masyarakat masih meyakini bulan Safar sebagai bulan yang penuh musibah atau kesialan. Padahal keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam Islam.
Rasulullah bersabda:
"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu."
(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa anggapan bulan Safar sebagai bulan sial merupakan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang kemudian diluruskan oleh Rasulullah. Dengan demikian, umat Islam tidak dianjurkan mengaitkan datangnya musibah atau sempitnya rezeki dengan bulan Safar.
Sebaliknya, bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat diisi dengan berbagai ibadah sebagaimana bulan-bulan lainnya.
Rezeki Berasal dari Allah SWT
Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Firman Allah SWT:
"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."
(QS. Hud: 6)
Namun demikian, Allah juga memerintahkan manusia untuk berusaha, bekerja, berdoa, dan bertawakal. Oleh sebab itu, amalan pembuka rezeki bulan Safar bukanlah ritual tertentu yang diyakini memiliki kekuatan khusus, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah yang menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki.
Amalan Pembuka Rezeki Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Berikut beberapa amalan yang memiliki dasar dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih dan dapat diamalkan pada bulan Safar maupun bulan lainnya.
1. Memperbanyak Istighfar
Istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah
Allah SWT berfirman:
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu."
(QS. Nuh: 10–12)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya menjadi sebab diampuninya dosa, tetapi juga menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki.
Rasulullah sendiri beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih.
2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki
Doa merupakan bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah adalah:
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."
(HR. Tirmidzi)
Doa tersebut dapat dibaca setelah salat ataupun pada waktu-waktu mustajab.
3. Menjaga Salat Lima Waktu
Salat merupakan ibadah utama dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu."
(QS. Taha: 132)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT sehingga menjaga salat menjadi salah satu sebab memperoleh keberkahan hidup.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah tidak mengurangi harta.
Rasulullah bersabda:
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."
(HR. Muslim No. 2588)
Sedekah justru menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam berbagai urusan.
Pada bulan Safar, memperbanyak sedekah menjadi salah satu amalan pembuka rezeki bulan Safar yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
5. Menjalin Silaturahmi
Hubungan baik dengan keluarga memiliki keutamaan yang besar.
Rasulullah bersabda:
"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa silaturahmi menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki oleh Allah SWT.
6. Bertakwa kepada Allah SWT
Takwa merupakan kunci datangnya pertolongan Allah.
Allah SWT berfirman:
"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(QS. At-Talaq: 2–3)
Ayat ini menjadi landasan penting bahwa keberkahan rezeki berkaitan erat dengan ketakwaan seorang muslim.
7. Bertawakal Setelah Berusaha
Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.
Rasulullah bersabda:
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa burung tetap keluar mencari makan. Demikian pula seorang muslim diperintahkan bekerja sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Hal yang Sebaiknya Dihindari pada Bulan Safar
Dalam mengamalkan amalan pembuka rezeki bulan Safar, umat Islam juga perlu menghindari keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat.
Beberapa di antaranya adalah:
- Meyakini bulan Safar membawa kesialan.
- Menganggap ada ritual tertentu yang pasti membuka rezeki tanpa dalil.
- Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki.
- Mengikuti amalan yang bersumber dari hadis palsu atau tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam.
Islam mengajarkan agar setiap ibadah memiliki landasan yang jelas berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah.
Cara Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh
Selain amalan yang telah disebutkan, seorang muslim dapat mengisi bulan Safar dengan berbagai aktivitas yang mendatangkan pahala, seperti:
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Memperbanyak zikir pagi dan petang.
- Menunaikan salat sunnah.
- Membantu fakir miskin.
- Berbakti kepada orang tua.
- Menjaga kejujuran dalam bekerja.
- Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat.
- Memperbanyak doa untuk keberkahan keluarga.
Semua amal tersebut dapat menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT.
Pada hakikatnya, amalan pembuka rezeki bulan Safar bukanlah amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar, melainkan berbagai ibadah yang telah diajarkan Rasulullah dan dapat diamalkan sepanjang tahun. Islam juga menegaskan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial sebagaimana kepercayaan masyarakat jahiliah.
Seorang muslim hendaknya mengisi bulan Safar dengan memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, berdoa, bekerja secara halal, dan bertawakal kepada Allah SWT. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut, seorang muslim berharap memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Pada akhirnya, amalan pembuka rezeki bulan Safar yang paling utama adalah memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta menjauhkan diri dari keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan kepada seluruh umat Islam.
Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us