Bersyukur, Musim Kering Petani Binaan BAZNAS di Sleman Sukses Panen Bawang Merah

13/09/2023 | Ekonomi Pedesaan

Para petani program Lumbung Pangan binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Kabupaten Sleman, DIY, merasa sangat bersyukur. Di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, mereka masih bisa melakukan panen bawang merah dengan kualitas baik.

Petani binaan BAZNAS di Dusun Gombang, Tirtoadi, Mlati ini sukses panen bawang merah di lahan seluas 4,4 hektare yang dikelola oleh 50 kepala keluarga (KK).

Hartana, salah satu petani di Dusun Gombang yang juga Ketua Kelompok Bina Karya mengatakan, dirinya sangat bersyukur karena tetap bisa melakukan panen komoditas bawang merah. Hal ini karena meski musim kering, sawahnya masih teraliri air dari Selokan Mataram.

"Daerah-daerah lain memang sedang kesulitan air karena kemarau panjang. Mau tanam apapun sulit. Tapi Alhamdulillah di sini kita mendapat berkah dari Selokan Mataram sehingga masih bisa panen dengan cukup baik," kata Hartana saat memulai panen perdana, Senin (11/9/2023).

Bupati Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo yang hadir membersamai petani melakukan panen raya bawang merah, juga mengungkapkan rasa syukurnya.

"Kami bersyukur, kebetulan Sleman juga dianugerahi Allah tanah yang subur," ungkapnya.

Kustini juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memilih para petani di wilayahnya dalam program Lumbung Pangan.

"Kami berterima kasih, petani kami dipercaya untuk mencoba menanam bawang merah. Dan ternyata hasilnya cukup menggembirakan," ujarnya.

Menurut Kustini, Pemkab Sleman dan BAZNAS memiliki tujuan yang sama dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Saidah Sakwan, MA., juga kagum dengan kerja keras para petani di Dusun Gombang, Sleman ini.

"Ini baru pertama kali para petani di sini menanam bawang merah, Alhamdulillah hasilnya bagus. Apalagi ini HPP (Harga Pokok Penjualan)-nya juga cukup efisien, produktivitasnya cukup baik," kata Saidah.

Setelah panen raya ini, kata Saidah, BAZNAS akan segera memikirkan offtaker atau penyalur yang akan membeli.

"Ini penting agar para petani tidak kesulitan menjual hasil panen, tentu dengan harga yang menguntungkan bagi petani," ujarnya.

Saidah menambahkan, penanaman bawang merah di lokasi ini sebagai pilot project. Jika berhasil dengan bagus, nantinya akan dikembangkan di desa-desa lainnya di Sleman. Dengan target Kabupaten Sleman menjadi sentra dan lumbung pangan bawang merah.

Program Lumbung Pangan di Kabupaten Sleman telah dimulai sejak Juni 2023, dan telah memasuki satu kali masa tanam.

Dalam program ini BAZNAS bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bumi Cendekia selaku pembina bagi para petani, dan PT Elevarm sebagai pendamping pelaksanaan pertanian sekaligus offtaker.

Pada panen yang masih akan terus berlangsung hingga akhir September 2023 ini, diproyeksikan hasil panen akan mencapai sebanyak 39,900 kilogram (39,9 ton). Hasil yang lumayan untuk panen perdana.

Program Lumbung Pangan merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik pedesaan di bidang pertanian melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan.

Program ini mendorong mustahik untuk membentuk kelompok usaha yang mampu mengelola produktivitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan produk pertanian.

Tahun 2023 ini, program Lumbung Pangan BAZNAS telah tersalurkan di 6 provinsi dan 9 kabupaten/kota di Indonesia.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2024 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ