Roti Ikhsan Terus Tumbuh, dari Usaha Keluarga hingga Buka Cabang Baru

Roti Ikhsan Terus Tumbuh, dari Usaha Keluarga hingga Buka Cabang Baru

05/10/2026 | Humas BAZNAS RI

Berawal dari usaha keluarga sederhana, Roti Ikhsan kini terus berkembang. Setelah sekitar tiga tahun dijalankan oleh Musleha dan Abdul Azis, usaha roti dan bolu tersebut kini membuka cabang baru di Jalan Pelambuan, Banjarmasin.

Nama Roti Ikhsan diambil dari nama anak pertama mereka, Ikhsan Maulana. Usaha ini sebelumnya bermula di Jalan Belitung, tepat di depan KCM Belda Banjarmasin, yang hingga kini masih menjadi lokasi produksi.

Beragam produk roti dan bolu ditawarkan, mulai dari rasa original, cokelat, hingga kopi. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp65.000.

Seiring waktu, pesanan yang diterima Roti Ikhsan semakin meningkat. Musleha mengatakan, omzet usaha yang sebelumnya berada di kisaran Rp400.000 per hari kini dapat mencapai Rp600.000.

Salah satu pelanggan yang cukup rutin melakukan pemesanan berasal dari sekolah di sekitar lokasi usaha.

“Alhamdulillah ada aja pesanan banyak gitu, terutama sekolah dekat sini, SMA 6 Banjarmasin contohnya,” ujar Musleha.

Untuk mengembangkan usahanya, Musleha dan Abdul Azis memanfaatkan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin. Pembiayaan tahap pertama digunakan untuk membuka cabang baru di Jalan Pelambuan.

“Pembiayaan tahap pertama itu kami gunakan untuk menambah cabang baru. Memang tempatnya masih kecil, tapi alhamdulillah lokasinya strategis, persis di pinggir jalan,” ujar Abdul Azis.

Sementara itu, pembiayaan tahap kedua dimanfaatkan untuk menambah peralatan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan stok bahan baku.

Perkembangan Roti Ikhsan turut dipantau BMD Banjarmasin melalui kunjungan Nailul Muna bersama Muhammad Ikhza ke lokasi produksi di Jalan Belitung. Dalam kunjungan tersebut, BMD memberikan kemasan plastik untuk produk roti berukuran kecil sekaligus berdiskusi mengenai kemasan dan branding.

Musleha pun menyampaikan keinginannya untuk memiliki kemasan berbentuk kotak yang dinilai lebih sesuai untuk produk bolu.

“Kami juga mau kalau bisa dikasih kemasan yang bentuk kotak, untuk bolu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nailul Muna juga mengingatkan pentingnya legalitas merek bagi Roti Ikhsan, terutama karena usaha tersebut telah berkembang dan memiliki cabang baru.

“Kalau usahanya sudah berkembang seperti ini, HAKI juga penting untuk diperhatikan. Kalau memungkinkan, nanti BMD bisa membantu proses pendaftarannya,” jelas Muna.

Selain memberikan pendampingan usaha, BMD Banjarmasin turut menitipkan kaleng infak untuk ditempatkan di Roti Ikhsan. Kaleng tersebut dapat digunakan oleh pembeli yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk berinfak.

Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BMD Banjarmasin untuk membuka ruang berbagi melalui usaha-usaha binaan.

Di akhir kunjungan, Muna mengapresiasi perkembangan Roti Ikhsan yang kini telah memiliki cabang baru. Ia berharap usaha tersebut semakin dikenal dan berkembang.

“Alhamdulillah ya, Pak. Semoga rotinya semakin terkenal, sampai seperti Crystal,” ujar Muna sambil tersenyum.

Bagi Musleha dan Abdul Azis, bertambahnya cabang dan meningkatnya pesanan menjadi dorongan untuk terus membenahi usaha. Selain menjaga kualitas produk, keduanya kini mulai memberi perhatian lebih pada kemasan, branding, dan legalitas merek sebagai bagian dari langkah pengembangan Roti Ikhsan. (Muhammad Ikhza/BMD Banjarmasin)

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ