Merawat Harapan dari Sawah: Ketekunan Pak Suhuri Mengoptimalkan Panen Padi MR 219

Merawat Harapan dari Sawah: Ketekunan Pak Suhuri Mengoptimalkan Panen Padi MR 219

22/10/2026 | Humas BAZNAS RI

Di hamparan sawah Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, ada harapan yang sedang dirawat dengan penuh ketekunan. Di antara barisan tanaman padi yang mulai menghijau, Suhuri, petani binaan BAZNAS yang tergabung dalam Kelompok Tani Paraita, tampak teliti memeriksa setiap rumpun padi di lahannya.

Usia tanaman padinya baru menginjak 15 hari setelah tanam. Namun, bagi Suhuri, setiap hari pada fase awal pertumbuhan ini memiliki arti penting. Ia tahu, panen yang baik tidak hanya ditentukan oleh benih unggul atau luas lahan, tetapi juga oleh ketelitian dalam merawat tanaman sejak awal.

Di lahan seluas 0,75 hektare, Suhuri menerapkan teknik tanam benih langsung atau tabela dengan menggunakan varietas padi MR 219. Barisan tanaman yang tertata rapi menjadi awal dari upayanya membangun pertumbuhan padi yang optimal. Kini, ia melanjutkan ikhtiarnya melalui penyulaman, sebuah langkah sederhana yang menyimpan peran besar bagi keberhasilan budidaya.

Menyulam Tanaman, Menjaga Harapan

Penyulaman bukan sekadar mengganti tanaman yang mati atau tumbuh kurang baik. Bagi Suhuri, kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan setiap bagian lahan memiliki kesempatan yang sama untuk menghasilkan.

Tanaman yang mati, kerdil, atau tumbuh lambat diperiksa dengan saksama, lalu diganti dengan bibit baru yang sehat. Dengan begitu, populasi tanaman diharapkan menjadi lebih merata dan pertumbuhannya lebih seragam.

Ketelitian pada tahap ini juga menjadi bekal untuk perawatan berikutnya. Pertumbuhan tanaman yang relatif serempak dapat membantu petani melakukan pemupukan dan pengendalian hama secara lebih terarah. Setiap rumpun yang dirawat sejak dini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga produktivitas lahan.

“Penyulaman ini sangat penting dilakukan pada usia tanam 10–15 hari agar tanaman baru bisa tumbuh bersama tanaman utama. Jika terlambat, tanaman yang baru disulam akan tertinggal dan pertumbuhannya tidak akan seimbang,” ujar Suhuri.

Baginya, pekerjaan di sawah bukan hanya soal menanam dan menunggu hasil. Ada proses panjang yang menuntut kesabaran, kecermatan, dan kemauan untuk terus belajar membaca kondisi tanaman.

Dari Teknik Tanam hingga Perawatan yang Tepat

Penerapan teknik tabela menjadi salah satu bagian dari upaya Suhuri mengelola lahannya. Melalui teknik tanam benih langsung, benih ditanam langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit seperti pada metode tanam pindah.

Namun, teknik tanam saja tidak cukup. Pertumbuhan padi tetap membutuhkan pengamatan dan perawatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Karena itu, penyulaman pada fase awal menjadi langkah penting untuk memperbaiki bagian lahan yang pertumbuhan tanamannya belum optimal.

Suhuri memahami bahwa hasil panen tidak bisa dijanjikan hanya dari satu tindakan. Benih yang digunakan, kondisi lahan, ketersediaan air, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit turut menentukan hasil akhirnya.

Itulah sebabnya ia memilih untuk tidak melewatkan tahapan perawatan yang dianggap penting. Baginya, lebih baik meluangkan waktu untuk memeriksa tanaman sejak dini daripada membiarkan masalah kecil berkembang dan berpotensi memengaruhi pertumbuhan berikutnya.

Menanam Padi, Menumbuhkan Kesejahteraan

Di balik kesibukannya merawat padi, tersimpan harapan yang lebih besar daripada sekadar memenuhi hamparan sawah dengan tanaman hijau. Ada keluarga yang menggantungkan harapan pada hasil kerja kerasnya, ada kebutuhan rumah tangga yang ingin dipenuhi, dan ada keinginan untuk memperoleh hasil panen yang lebih baik.

“Dengan lahan yang tertata rapi, kami berharap varietas MR 219 ini dapat memberikan hasil yang melimpah dan kesejahteraan bagi keluarga kami,” tuturnya penuh harap.

Harapan itu menjadi pengingat bahwa pertanian bukan semata-mata pekerjaan mengolah tanah. Pertanian juga merupakan ikhtiar menjaga keberlangsungan hidup keluarga, membangun kemandirian, dan membuka peluang bagi kehidupan yang lebih sejahtera.

Sebagai petani binaan BAZNAS, Suhuri terus menjalani proses budidaya dengan mengutamakan ketekunan dan perawatan yang tepat. Setiap tahapan yang dikerjakannya menjadi bagian dari upaya meningkatkan peluang keberhasilan panen, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada berbagai faktor selama musim tanam.

Panen Gemilang Berawal dari Ketekunan

Hari ini, yang terlihat di sawah Suhuri mungkin hanya kegiatan penyulaman. Tidak ada hasil panen yang bisa langsung ditimbang, tidak ada gabah yang sudah bisa dibawa pulang. Yang ada hanyalah barisan tanaman muda, bibit pengganti, dan sepasang tangan yang bekerja dengan teliti.

Namun, justru dari pekerjaan sederhana itulah proses menuju panen dimulai.

Suhuri menunjukkan bahwa pertanian yang baik dibangun melalui perhatian terhadap hal-hal kecil. Memeriksa tanaman, mengganti rumpun yang tidak tumbuh optimal, dan memastikan perawatan dilakukan tepat waktu merupakan langkah-langkah yang mungkin luput dari perhatian, tetapi memiliki arti penting bagi keberhasilan budidaya.

Perjalanan padi MR 219 di lahan seluas 0,75 hektare itu masih panjang. Akan ada tahapan pemeliharaan berikutnya sebelum tanaman siap dipanen. Namun, dengan teknik tanam yang teratur, penyulaman yang tepat waktu, dan perawatan berkelanjutan, Suhuri sedang menyiapkan fondasi bagi hasil yang diharapkannya.

Sebab, panen yang baik tidak hanya dinanti saat bulir padi mulai menguning. Panen itu sesungguhnya mulai diupayakan sejak benih pertama ditanam, dirawat melalui setiap tahapan, dan diperjuangkan dengan kesabaran hingga tiba waktunya menuai hasil.

Di sawah Desa Mapilli Barat, Suhuri terus bekerja. Satu per satu tanaman diperiksa, satu per satu bagian lahan dirawat. Bersama setiap rumpun padi yang tumbuh, ia menumbuhkan harapan akan panen yang lebih baik dan kesejahteraan bagi keluarganya.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ