Kisah Rohyati Menguatkan Ekonomi Keluarga Bersama ZMart BAZNAS
Kisah Rohyati Menguatkan Ekonomi Keluarga Bersama ZMart BAZNAS
14/10/2026 | Humas BAZNAS RIPagi hari menjadi waktu yang sibuk bagi Ibu Rohyati. Di tengah aktivitas warga yang mulai bergerak, warung ZMart miliknya di Link Sumur Watu, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, menjadi salah satu tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak hanya melayani pembeli di warung, Ibu Rohyati juga menjalankan usaha berjualan sayuran demi menambah penghasilan keluarga.
Bagi Ibu Rohyati, menjalankan dua usaha sekaligus bukan sekadar soal mencari keuntungan. Ada ikhtiar, ketekunan, dan harapan untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik. Setiap hari, ia berusaha memastikan kedua usahanya berjalan beriringan, saling mendukung, dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi keluarganya.
Pada Selasa, 13 Oktober 2026, pendamping Program ZMart BAZNAS melakukan kunjungan ke warung milik Ibu Rohyati. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memantau perkembangan usaha sekaligus melihat secara langsung strategi yang diterapkannya dalam mengelola dan mempertahankan kegiatan ekonomi keluarga.
Dari usaha warung ZMart, Ibu Rohyati memperoleh omzet berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per hari. Sementara itu, usaha penjualan sayuran yang juga ditekuninya mampu menghasilkan omzet hingga Rp700.000 per hari.
Di balik aktivitas yang dijalankannya, terdapat cara pengelolaan usaha yang patut diperhatikan. Ibu Rohyati memilih untuk memisahkan modal warung ZMart dari modal usaha sayurannya. Langkah sederhana ini dilakukan agar perputaran uang dari masing-masing usaha dapat dipantau dengan lebih mudah dan kebutuhan modal tetap terjaga.
Baginya, mengelola dua usaha bukan hanya tentang memastikan barang dagangan terjual, tetapi juga menjaga agar modal tetap tersedia untuk menjalankan kegiatan usaha pada hari berikutnya.
Ketekunan dan Strategi di Balik Dua Usaha
Salah satu kekuatan usaha Ibu Rohyati terletak pada kemampuannya melihat peluang dari kebiasaan pelanggan. Warung ZMart miliknya cenderung ramai pada pagi hari, terutama ketika masyarakat datang untuk membeli sayuran.
Menariknya, pelanggan yang awalnya datang untuk membeli sayuran juga berkesempatan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya di warung ZMart. Mereka dapat membeli berbagai barang kebutuhan sehari-hari tanpa harus berpindah tempat.
Kondisi tersebut menjadi peluang yang dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan. Aktivitas usaha sayuran turut membuka kesempatan bagi warung ZMart untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Kedua usaha yang dijalankan pun dapat saling mendukung dalam menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih produktif.
Dari keseharian Ibu Rohyati, terlihat bahwa pengembangan usaha tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Mengenali kebiasaan pelanggan, menjaga ketersediaan barang, serta mengatur modal secara disiplin merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan usaha agar terus berjalan.
Pendampingan untuk Menguatkan Langkah
Dalam kunjungan tersebut, pendamping memberikan dorongan agar Ibu Rohyati terus mempertahankan kebiasaan memisahkan modal usaha, menjaga kelengkapan barang dagangan, dan memberikan pelayanan yang ramah kepada pelanggan.
Waktu pagi yang menjadi periode ramai juga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan berbagai kebutuhan rumah tangga yang tersedia di warung ZMart. Dengan begitu, pelanggan yang datang untuk membeli sayuran dapat sekaligus berbelanja kebutuhan lainnya.
Pendampingan ini bukan hanya tentang memantau angka penjualan, tetapi juga mendukung penerima manfaat agar semakin mampu mengenali potensi usahanya, mengambil keputusan yang tepat, dan mengembangkan strategi sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui Program ZMart BAZNAS, upaya tersebut diharapkan dapat membantu Ibu Rohyati memperkuat pengelolaan usaha, menjaga keberlangsungan perdagangan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Langkah Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Perjalanan Ibu Rohyati menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi keluarga dapat dibangun melalui ketekunan dan kemauan untuk terus berusaha. Menjalankan dua usaha sekaligus tentu membutuhkan tenaga, waktu, dan pengelolaan yang cermat. Namun, dengan menjaga perputaran modal dan memanfaatkan peluang dari pelanggan yang datang, ia terus berikhtiar agar usahanya dapat bertahan dan berkembang.
Dua usaha yang dikelolanya menjadi bagian dari perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membangun harapan akan masa depan yang lebih baik.
Melalui pendampingan berkelanjutan Program ZMart BAZNAS, Ibu Rohyati diharapkan semakin mampu mengembangkan potensi kedua usahanya, meningkatkan omzet, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Sebab, di balik sebuah warung sederhana dan aktivitas berjualan sayuran setiap pagi, tersimpan kisah tentang ketekunan seorang perempuan yang tidak berhenti berusaha. Dengan pengelolaan yang baik, semangat yang terjaga, dan pendampingan yang berkelanjutan, langkah-langkah kecil yang ia lakukan hari ini dapat menjadi fondasi bagi kesejahteraan keluarga di masa mendatang.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us