Dari Teras Rumah, Yenti Menjemput Kemandirian

Dari Teras Rumah, Yenti Menjemput Kemandirian

22/09/2026 | Humas BAZNAS RI

Teras depan rumah bagi sebagian orang mungkin hanya menjadi tempat untuk duduk santai, menerima tamu, atau menikmati secangkir kopi di sore hari. Namun bagi Nuryenti, teras kecil di rumahnya di Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi, menjadi tempat ia menjemput harapan.

Dari tempat sederhana itulah Bu Yenti menjalankan warung nasi miliknya. Tidak ada bangunan besar atau peralatan mewah. Hanya sebuah usaha rumahan yang dirintis dengan modal terbatas, ketekunan, dan keyakinan bahwa dari usaha kecil pun kehidupan bisa berubah.

Perjalanan itu bermula ketika Bu Yenti mendapatkan dukungan permodalan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi. Sebagai salah satu mustahik binaan, ia menerima bantuan modal usaha awal sebesar Rp3 juta.

Bagi Bu Yenti, jumlah tersebut bukan sekadar angka. Modal itu menjadi pijakan untuk mengembangkan warung nasi yang sebelumnya berjalan sederhana. Dengan tambahan modal, ia memiliki ruang untuk mengembangkan usahanya sekaligus memenuhi kebutuhan dagangan yang semakin meningkat.

Namun, modal saja tidak cukup.

Di tengah perjalanan mengembangkan usaha, Bu Yenti juga mengikuti pendampingan yang diberikan BMD. Ia belajar mengelola keuangan usaha, mengatur perputaran modal, sekaligus menyusun strategi agar usaha yang dijalankannya tidak sekadar bertahan dari hari ke hari.

Pelan-pelan, kebiasaan mengelola usaha mulai berubah.

Warung nasi di teras rumah itu pun tumbuh. Pelanggan bertambah, perputaran usaha meningkat, dan kesempatan untuk mengembangkan lini usaha semakin terbuka. Apa yang awalnya hanya usaha kecil dari rumah, kini telah menjadi sumber penghasilan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarganya.

Kini, omzet usaha Bu Yenti mencapai sekitar Rp15 juta per bulan. Dari angka tersebut, ia memperoleh laba bersih sekitar Rp5 juta setiap bulan. Sementara itu, akumulasi modal usahanya telah berkembang hingga sekitar Rp7 juta.

Angka-angka tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan usahanya. Tetapi di balik angka itu, ada cerita tentang keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, dan ketekunan untuk terus menjalankan usaha meski dimulai dari tempat yang sederhana.

Teras kecil di depan rumah yang dahulu mungkin dipandang biasa saja, kini menjadi saksi perubahan kehidupan Bu Yenti.

Kisahnya menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Sebuah modal awal yang tepat, pendampingan yang berkelanjutan, serta kemauan dari penerima manfaat untuk mengembangkan diri dapat menjadi rangkaian yang membuka jalan menuju kemandirian.

Bagi Bu Yenti, warung nasi itu bukan sekadar tempat mencari keuntungan. Ia adalah ruang untuk membangun masa depan—sedikit demi sedikit, dari teras rumah sendiri.

Dan dari sana, sebuah harapan tumbuh: bahwa usaha kecil yang dikelola dengan tekun dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ