Dari Semangkuk Mie Ayam: Langkah Mantap Kusdaryanti Menjemput Kemandirian
Dari Semangkuk Mie Ayam: Langkah Mantap Kusdaryanti Menjemput Kemandirian
23/09/2026 | Humas BAZNAS RIAroma kuah gurih dan uap hangat yang membumbung dari panci mie ayam di kawasan Belakang Balok, Kecamatan ABTB, Bukittinggi, Sumatra Barat, selalu berhasil memikat siapa saja yang melintas. Di balik kelezatan semangkuk mie ayam yang kini jadi favorit para pekerja kantor dan mahasiswa sekitar, ada kisah perjuangan dan ketekunan seorang perempuan bernama Kusdaryanti.
Langkah Yenti—sapaan akrabnya—dalam membangun usaha mikro ini tidak diraih dengan mudah. Keputusannya memilih lokasi di dekat area kampus dan perkantoran memang memberi dorongan awal yang besar. Namun, racikan bumbu khas serta konsistensi rasa yang melekat di lidah para pelangganlah yang membuat warungnya tak pernah sepi.
Titik balik perjalanan usaha ini bermula saat Yenti memperoleh kepercayaan dan bantuan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi. Sebagai salah satu penerima manfaat (mustahik), ia menerima suntikan modal awal sebesar Rp3.000.000.
Bagi Yenti, bantuan tersebut membawa secercah harapan baru untuk melangkah lebih jauh.
"Saya sangat bersyukur atas bantuan awal dari BMD Bukittinggi dan bimbingan yang diberikan selama ini. Modal dan ilmu yang saya terima menjadi pendorong utama hingga usaha mie ayam ini bisa berkembang dan berdiri mandiri seperti sekarang," tutur Kusdaryanti penuh rasa haru.
Tak sekadar memanfaatkan bantuan modal, Yenti tekun mengikuti setiap program pendampingan intensif dari BMD. Ia mempelajari cara mengelola keuangan usaha, mengatur aliran kas, hingga merancang strategi pemasaran secara terarah.
Ketekunan dan rasa syukurnya berbuah manis. Saat ini, omset penjualan mie ayam Kusdaryanti melonjak hingga mencapai Rp18.000.000 per bulan, dengan keuntungan bersih sekitar Rp6.000.000 setiap bulannya. Akumulasi modal usahanya pun merangkak naik hingga menyentuh Rp5.000.000.
Kisah Kusdaryanti menjadi cermin nyata bahwa perpaduan antara kerja keras, permodalan yang tepat sasaran, serta pendampingan yang berkelanjutan mampu mengubah alur kehidupan. Dari semangkuk mie ayam di sudut Bukittinggi, Yenti membuktikan bahwa kemandirian ekonomi dapat terwujud dengan ikhtiar dan kesungguhan hati.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us