Dari Penerima Manfaat Menjadi Pemberi Manfaat: Kisah Inspiratif Bengkel Z Auto Milik Pak Panji

Dari Penerima Manfaat Menjadi Pemberi Manfaat: Kisah Inspiratif Bengkel Z Auto Milik Pak Panji

28/08/2025 | Humas BAZNAS

Di tengah jalan alternatif Sawangan, Depok, berdiri sebuah bengkel motor sederhana dengan papan nama Z Auto yang mencolok. Dari luar, bengkel itu tampak sama seperti bengkel motor lain pada umumnya. Namun, di balik gemerincing kunci pas dan suara mesin yang diperbaiki, tersimpan kisah perjuangan seorang pria bernama Pak Panji.

Awalnya, Pak Panji hanyalah seorang penerima manfaat dari program pemberdayaan ekonomi Baznas Kota Depok. Kini, bengkel yang ia rintis tidak hanya menjadi sumber penghidupan keluarganya, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi orang lain dan ikut serta dalam syiar zakat, infak, serta sedekah.

Usaha yang Tumbuh dari Kampung

Bengkel Z Auto milik Pak Panji memang tidak berdiri di jalur utama. Letaknya berada di tengah perkampungan, di jalan alternatif Sawangan yang padat dengan lalu lintas motor warga sekitar. Namun, justru di situlah letak keberuntungannya. Banyaknya pengguna sepeda motor di kawasan itu menjadi peluang emas bagi usahanya.

“Alhamdulillah, walaupun di dalam kampung, bengkel ini tidak pernah sepi. Masyarakat percaya karena saya berusaha jujur dalam melayani,” tutur Pak Panji dengan senyum sederhana.

Kejujuran dan kerja keras itulah yang membuat pelanggan betah datang kembali. Ditambah lagi, papan branding dari Baznas yang terpasang di depan bengkelnya menjadi simbol kepercayaan. “Orang jadi lebih yakin untuk servis di sini,” tambahnya.

Membuka Pekerjaan untuk Orang Lain

Tak hanya mengandalkan tenaganya sendiri, kini Bengkel Z Auto sudah memiliki dua orang montir yang membantu Pak Panji. Setiap harinya, bengkel bisa melayani sedikitnya lima motor untuk servis ringan, dan dua motor untuk servis berat.

“Kalau lagi ramai, sehari bisa dapat penghasilan kotor antara 1,5 sampai 2 juta rupiah. Keuntungannya sekitar 500 sampai 700 ribu,” jelasnya.

Dengan beban gaji untuk para montir, tentu diperlukan manajemen keuangan yang baik. Beruntung, Pak Panji mendapat bimbingan dari pendamping Baznas. Salah satu metode yang diajarkan adalah menyisihkan tabungan harian minimal Rp400 ribu untuk mengantisipasi saat bengkel sedang sepi.

“Kuncinya disiplin. Alhamdulillah, dengan menabung, usaha bisa terus jalan lancar, gaji montir juga aman,” ucapnya mantap.

Dari Penerima Manfaat Menjadi Pemberi Manfaat

Kisah Pak Panji bukan hanya tentang usaha bengkel yang terus berkembang. Lebih dari itu, ia kini juga ikut menghidupkan semangat berbagi. Atas inisiatif Baznas Kota Depok, sebuah kotak amal ditempatkan di Bengkel Z Auto. Dari sana, setiap pelanggan yang ingin bersedekah dapat menitipkan sebagian rezekinya.

Hasilnya pun nyata. Pada bulan Juli lalu, kotak amal tersebut berhasil menghimpun infaq sebesar Rp300 ribu. Jumlah yang tidak hanya bernilai rupiah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa usaha kecil di kampung bisa ikut bergerak dalam syiar zakat, infak, dan sedekah.

Harapan ke Depan

Bagi Pak Panji, bengkel ini bukan sekadar tempat mencari nafkah. Ia ingin menjadikannya sarana kebaikan yang lebih luas. “Dulu saya penerima manfaat, sekarang saya ingin jadi pemberi manfaat. Semoga bengkel ini bisa terus berkembang, bermanfaat bagi keluarga, karyawan, dan masyarakat sekitar,” tuturnya penuh harap.

Kisah perjalanan Bengkel Z Auto adalah gambaran nyata bagaimana zakat dan pemberdayaan ekonomi dapat mengubah hidup seseorang. Dari seorang penerima manfaat, kini Pak Panji melangkah lebih jauh: menciptakan lapangan kerja, berbagi dengan sesama, dan menjadi bagian dari gerakan kebaikan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ