Dari Limbah Dapur Menjadi Solusi Hijau: Inovasi Eco Enzym dan Pupuk Organik Cair di Balai Ternak BAZNAS
Dari Limbah Dapur Menjadi Solusi Hijau: Inovasi Eco Enzym dan Pupuk Organik Cair di Balai Ternak BAZNAS
29/08/2025 | Humas BAZNAS RISiapa sangka, sisa sayuran dan kulit buah yang biasanya berakhir di tempat sampah justru bisa menjadi solusi ramah lingkungan bagi peternakan? Hal inilah yang dibuktikan oleh kelompok peternak Nurul Huda Farm di Desa Tegal Karang, Blok Karang Tengah, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Di Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Cirebon, para peternak bertransformasi menjadi eco warrior dengan memanfaatkan limbah dapur untuk membuat Eco Enzym dan Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan ini bukan sekadar eksperimen, melainkan langkah nyata menuju pertanian dan peternakan berkelanjutan.
Dari Sisa Dapur Jadi Inovasi Ramah Lingkungan
Pagi itu, suasana Balai Ternak BAZNAS tampak berbeda. Tumpukan sisa sayuran, kulit buah segar, dan galon-galon berisi air bersih tersusun rapi di sudut ruangan. Para anggota kelompok tampak antusias mengikuti arahan dari pendamping, Bpkm Iryanto.
"Awalnya kami tidak menyangka kalau kulit buah yang biasanya dibuang bisa diolah jadi sesuatu yang sangat bermanfaat," ujar salah satu anggota kelompok dengan wajah penuh semangat.
Proses pembuatan Eco Enzym ternyata sederhana, namun membutuhkan ketelatenan. Bahan-bahan seperti 3 kg sisa kulit buah dan sayuran segar, 1 kg tetes tebu, dan 10 liter air bersih dicampur dalam galon. Setelah itu, galon ditutup rapat dan setiap hari harus dibuka sebentar untuk melepaskan gas hasil fermentasi.
Fermentasi tahap awal berlangsung selama sebulan, sebelum akhirnya galon ditutup kembali untuk difermentasi lanjutan selama tiga bulan. Hasilnya? Cairan bening dengan aroma khas yang dikenal sebagai Eco Enzym.
Manfaat Besar dari Cairan Ajaib
Eco Enzym yang dihasilkan ternyata memiliki banyak manfaat, khususnya bagi para peternak. Cairan ini bisa dijadikan disinfektan alami untuk kandang, menjaga kebersihan sekaligus mencegah penyakit pada hewan ternak.
Tidak hanya itu, Eco Enzym juga dapat dicampurkan dalam pembuatan pupuk organik cair. Bahkan, cairan ini bisa menggantikan EM4, produk fermentasi komersial yang biasa digunakan dalam pengolahan bahan organik.
"Ini sangat membantu kami. Selain lebih hemat, hasilnya juga ramah lingkungan," kata salah seorang peternak sambil menunjukkan hasil Eco Enzym yang siap digunakan.
Bukti Nyata Semangat Berkelanjutan
Kegiatan pemanfaatan limbah dapur ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan modal besar. Dengan bahan sederhana yang ada di sekitar rumah, para peternak bisa menghadirkan solusi hijau yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran baru di kalangan masyarakat desa. Bahwa sampah bukanlah akhir, melainkan awal dari sesuatu yang bernilai.
Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Cirebon berharap program ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya untuk peternak, tetapi juga untuk masyarakat luas. Jika semakin banyak orang yang peduli dan memanfaatkan limbah dapur dengan cara ini, maka cita-cita menuju pertanian dan peternakan berkelanjutan bisa lebih cepat terwujud.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us
