Dari Gerobak Mie Ayam, Kusdaryanti Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi di Bukittinggi
Dari Gerobak Mie Ayam, Kusdaryanti Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi di Bukittinggi
25/09/2026 | Humas BAZNAS RIBagi Kusdaryanti, usaha mie ayam bukan sekadar tentang menjual semangkuk makanan. Di balik setiap porsi yang disajikan, ada harapan untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.
Usaha mikro yang dirintis Kusdaryanti di Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan ABTB, Kota Bukittinggi, perlahan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari usaha sederhana, kini omzet penjualannya tumbuh hingga mencapai Rp18 juta per bulan.
Salah satu kunci pertumbuhan usaha tersebut adalah pilihan lokasi. Berada tidak jauh dari kawasan perkantoran dan kampus membuat usaha mie ayam Kusdaryanti mudah ditemukan dan dijangkau calon pelanggan.
Namun, lokasi yang strategis bukan satu-satunya alasan pelanggan datang kembali. Cita rasa yang konsisten menjadi kekuatan lain yang membuat pelanggan terus berdatangan. Dari satu pelanggan, kemudian muncul pelanggan berikutnya. Perlahan, mie ayam Kusdaryanti mulai dikenal dan memiliki pelanggan yang datang berulang kali.
Perjalanan tersebut tidak berlangsung sendirian. Kusdaryanti merupakan salah satu mustahik binaan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi. Pada tahap awal, ia memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta.
Bagi usaha mikro, tambahan modal tersebut menjadi pijakan penting untuk mengembangkan usaha. Namun, modal saja tidak cukup. Kusdaryanti juga mengikuti pendampingan yang dilakukan BMD secara berkelanjutan.
Melalui pendampingan tersebut, ia mendapatkan dukungan untuk mengelola keuangan dan menata strategi usaha dengan lebih terarah. Perlahan, ia mulai mampu melihat usahanya bukan hanya sebagai aktivitas berjualan sehari-hari, tetapi sebagai usaha yang perlu dikelola dan dikembangkan.
Hasilnya mulai terlihat.
Kini, omzet penjualan Kusdaryanti mencapai sekitar Rp18 juta per bulan, dengan laba bersih sekitar Rp6 juta per bulan. Perputaran dan akumulasi modal usahanya juga telah berkembang hingga sekitar Rp5 juta.
Di balik angka-angka tersebut, ada proses panjang yang dijalani dengan ketekunan. Ada keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, serta konsistensi menjaga kualitas produk dan melayani pelanggan.
Kisah Kusdaryanti memperlihatkan bahwa pertumbuhan sebuah usaha kecil dapat dimulai dari langkah sederhana. Bantuan modal memberikan ruang untuk bergerak, sementara pendampingan membantu pelaku usaha mengelola peluang dengan lebih terarah. Selebihnya, ketekunan dan kerja keras menjadi bagian penting dalam menjaga usaha terus bertumbuh.
Dari semangkuk mie ayam yang disajikan setiap hari, Kusdaryanti kini memiliki sumber penghasilan yang semakin kuat. Usahanya bukan hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga menghadirkan harapan baru tentang kemandirian ekonomi.
Perjalanan Kusdaryanti menjadi gambaran bahwa ketika akses terhadap modal, pendampingan, dan kemauan untuk berkembang bertemu dalam satu perjalanan, usaha kecil memiliki peluang untuk tumbuh menjadi pijakan ekonomi yang lebih kokoh bagi keluarga.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us