
Tentara yang Membantu Palestina di Tengah Krisis Kemanusiaan
Tentara yang Membantu Palestina di Tengah Krisis Kemanusiaan
20/08/2025 | Humas BAZNASKrisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza telah menggugah hati umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di tengah penderitaan rakyat Palestina, hadir tentara yang membantu Palestina dalam misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan. Peran ini menjadi sangat penting, karena blokade dan serangan yang terus berlangsung membuat akses darat dan laut tertutup, sehingga jalur udara menjadi alternatif yang paling memungkinkan.
Indonesia melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa tentara yang membantu Palestina tidak hanya hadir dengan kekuatan militer, tetapi juga membawa misi kemanusiaan dan solidaritas.
Bantuan berupa 80 ton pangan telah diterjunkan melalui misi airdrop kedua pada 18 Agustus 2025. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa tentara yang membantu Palestina berperan penting dalam memastikan logistik kemanusiaan dapat sampai kepada masyarakat Gaza.
Kehadiran TNI bersama BAZNAS adalah simbol kepedulian tanpa batas. Bukan hanya sekadar pengiriman logistik, melainkan bentuk dukungan moral bahwa rakyat Palestina tidak berjuang sendirian. Sehingga, dalam setiap langkahnya, tentara yang membantu Palestina menjadi representasi dari persaudaraan global umat Islam.
Kolaborasi BAZNAS dan Tentara yang Membantu Palestina
Kolaborasi antara BAZNAS dan tentara yang membantu Palestina adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat Indonesia. Misi airdrop tahap kedua yang dilakukan pada 18 Agustus 2025 berlangsung sehari setelah HUT ke-80 Republik Indonesia. Hal ini menandakan bahwa semangat kemerdekaan bangsa Indonesia juga diiringi dengan semangat membela keadilan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah memiliki amanah besar dalam menyalurkan bantuan umat Islam Indonesia. Namun, dalam situasi krisis di Gaza, tidak mudah untuk menembus blokade. Di sinilah peran tentara yang membantu Palestina melalui TNI AU menjadi sangat penting untuk memastikan bantuan tiba dengan selamat.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa logistik disiapkan dengan sistem pengamanan khusus sehingga saat diterjunkan oleh tentara yang membantu Palestina, bantuan tersebut mendarat dengan aman di titik penerima. Hal ini menegaskan bahwa setiap detil misi kemanusiaan diperhitungkan secara matang.
Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, yang ikut langsung dalam pesawat Hercules TNI AU di langit Gaza, menuturkan bahwa keberhasilan misi airdrop adalah hasil kerja sama erat antara BAZNAS dan tentara yang membantu Palestina. Dari ketinggian, terlihat jelas bagaimana perjuangan membawa logistik ke wilayah yang diblokade membutuhkan keberanian, profesionalitas, dan niat tulus.
Ke depan, BAZNAS menegaskan akan terus melanjutkan penyaluran bantuan melalui berbagai skema. Semua ini akan tetap membutuhkan kehadiran tentara yang membantu Palestina, karena hanya dengan kolaborasi, bantuan kemanusiaan dapat sampai dengan aman.
Simbol Solidaritas: Tentara yang Membantu Palestina dalam Misi Kemanusiaan
Keterlibatan tentara yang membantu Palestina dalam misi kemanusiaan memiliki nilai simbolis yang sangat besar. Dalam pandangan umat Islam, solidaritas bukan hanya berupa doa, melainkan juga aksi nyata. Oleh karena itu, kehadiran TNI bersama BAZNAS adalah jawaban atas panggilan kemanusiaan tersebut.
Bantuan 80 ton pangan yang diterjunkan melalui airdrop tahap kedua menjadi bukti bahwa tentara yang membantu Palestina tidak hanya hadir di medan tempur, melainkan juga di medan kemanusiaan. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kekuatan militer bisa diarahkan untuk melindungi dan menolong mereka yang tertindas.
Misi kemanusiaan yang dijalankan ini bertepatan dengan momentum penting, yaitu perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-80 tahun. BAZNAS menyampaikan bahwa keberhasilan misi bersama tentara yang membantu Palestina menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Saat rakyat Indonesia merayakan kebebasan, mereka juga mengulurkan tangan bagi rakyat Palestina yang masih memperjuangkan hak hidupnya.
Lebih jauh, keberhasilan airdrop tahap kedua ini juga memperlihatkan bagaimana umat Islam di Indonesia tidak tinggal diam. Donasi masyarakat yang terkumpul melalui BAZNAS membuktikan bahwa setiap muslim memiliki kontribusi nyata. Melalui tangan tentara yang membantu Palestina, donasi tersebut sampai kepada rakyat Gaza yang sangat membutuhkan.
Dengan demikian, solidaritas ini bukan hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Dan tentara yang membantu Palestina menjadi bagian dari rangkaian sejarah perjuangan kemanusiaan yang terus dikenang.
Dampak Positif dari Kehadiran Tentara yang Membantu Palestina
Kehadiran tentara yang membantu Palestina dalam misi kemanusiaan membawa dampak positif yang besar. Pertama, dari sisi logistik, airdrop memastikan bahwa bantuan pangan tidak terhambat oleh blokade darat maupun laut. Tanpa peran TNI sebagai tentara yang membantu Palestina, distribusi bantuan tidak mungkin terlaksana dengan baik.
Kedua, dari sisi psikologis, rakyat Palestina merasakan adanya dukungan moral. Melihat tentara yang membantu Palestina datang dengan penuh keteguhan hati, memberi harapan baru bahwa dunia masih peduli dengan penderitaan mereka. Hal ini penting untuk menjaga semangat bertahan hidup masyarakat Gaza.
Ketiga, dari sisi keagamaan, umat Islam di Indonesia semakin yakin bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS benar-benar sampai kepada yang berhak. Hal ini terbukti melalui kerja sama erat dengan tentara yang membantu Palestina yang bertugas menyalurkan bantuan di medan sulit.
Keempat, dari sisi hubungan internasional, misi ini memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak sekadar memberikan pernyataan politik, tetapi menghadirkan aksi nyata. Kolaborasi BAZNAS dan tentara yang membantu Palestina menjadi bukti bahwa diplomasi kemanusiaan Indonesia berjalan dengan efektif.
Akhirnya, dari sisi persaudaraan umat, kehadiran tentara yang membantu Palestina menguatkan ukhuwah islamiyah. Solidaritas tanpa batas ini menjadi teladan bahwa ketika satu bagian umat Islam menderita, bagian lainnya harus ikut peduli.
Tentara yang Membantu Palestina adalah Simbol Persaudaraan Umat
Krisis di Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Namun, aksi nyata Indonesia melalui BAZNAS dan tentara yang membantu Palestina memberi secercah harapan bagi rakyat Palestina. Bantuan pangan 80 ton yang diterjunkan melalui airdrop tahap kedua adalah bukti bahwa solidaritas umat Islam tidak pernah surut.
Tentara yang membantu Palestina bukan hanya hadir sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai agen kemanusiaan. Melalui kerja sama ini, logistik bisa tiba dengan selamat, doa bisa diwujudkan dalam aksi, dan solidaritas bisa diubah menjadi kenyataan.
Sebagai umat Islam, kita wajib terus mendukung perjuangan ini. Dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, setiap muslim di Indonesia dapat menjadi bagian dari misi kemanusiaan tersebut. Nantinya, bantuan itu akan diteruskan oleh tentara yang membantu Palestina untuk sampai kepada saudara-saudara kita di Gaza.
Akhirnya, peran tentara yang membantu Palestina akan selalu dikenang sebagai simbol persaudaraan umat Islam. Dari Indonesia untuk Palestina, dari zakat hingga airdrop, semua adalah wujud kasih sayang dan kepedulian tanpa batas.
Anda bisa turut membantu saudara-saudara kita di Palestina, dengan memberikan sedekah terbaik di SEDEKAH PALESTINA
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us
