Keutamaan Menolong Sesama dalam Islam beserta Dalil dan Contoh Amalannya
Keutamaan Menolong Sesama dalam Islam beserta Dalil dan Contoh Amalannya
29/10/2026 | Humas BAZNAS RIManusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Ada saatnya kita kuat dan mampu menolong, ada saatnya kita lemah dan membutuhkan uluran tangan. Islam memandang saling tolong sebagai bagian dari iman, sehingga keutamaan menolong sesama disebut berulang kali dalam Al-Qur’an dan hadis.
Artikel ini membahas keutamaan menolong sesama secara ringkas, mulai dari dalil, balasan bagi penolong, contoh amalan sehari-hari, hingga adab yang perlu dijaga. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua.
Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Menolong Sesama
Allah memerintahkan kita saling membantu dalam QS. Al-Maidah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” Ayat ini menjadi dasar utama sekaligus batasannya, yaitu menolong hanya dalam kebaikan.
QS. Al-Hujurat ayat 10 menegaskan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Persaudaraan iman menuntut kita peduli, tidak membiarkan saudara kita kesulitan sendirian.
Allah juga memuji hamba-Nya yang memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan karena mengharap rida-Nya, tanpa menginginkan balasan maupun ucapan terima kasih (QS. Al-Insan ayat 8–9). Ayat ini menggambarkan keikhlasan dalam menolong.
Adapun balasannya, QS. Al-Baqarah ayat 261 mengumpamakan harta yang diinfakkan di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Pahala orang yang menolong sesama dilipatgandakan oleh Allah.
Dalil Hadis tentang Keutamaan Menolong Sesama
Rasulullah bersabda bahwa Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya (HR. Muslim). Inilah salah satu keutamaan menolong sesama yang paling menenangkan, karena pertolongan Allah menyertai kita ketika kita menolong orang lain.
Dalam hadis lain, beliau menjelaskan bahwa siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, Allah akan melapangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang kesulitan, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat (HR. Muslim).
Rasulullah juga mengumpamakan orang beriman dalam hubungan antarsesama seperti satu bangunan yang bagian-bagiannya saling menguatkan (HR. Bukhari dan Muslim). Di hadis lain, beliau bersabda bahwa tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri (HR. Bukhari dan Muslim).
Beliau pun menyebut bahwa manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain (HR. Thabrani, dinilai hasan oleh sebagian ulama). Maka seorang muslim sejati selalu berusaha memberi manfaat, sekecil apa pun.
Balasan bagi Orang yang Menolong Sesama
Balasan pertama adalah pertolongan Allah di dunia, sebagaimana janji dalam hadis di atas. Orang yang ringan tangan biasanya dimudahkan urusannya ketika ia sendiri membutuhkan.
Balasan kedua adalah dilapangkannya kesusahan di hari kiamat, hari ketika setiap orang membutuhkan keringanan. Inilah bekal akhirat yang sangat berharga.
Balasan ketiga adalah pahala yang berlipat dan terus mengalir. Menolong dengan cara yang manfaatnya berkelanjutan, seperti sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, tidak terputus pahalanya meski pelakunya telah wafat (HR. Muslim).
Balasan keempat adalah ketenangan hati dan keberkahan hidup. Orang yang gemar menolong lebih lapang jiwanya, lebih bersyukur, dan lebih dicintai lingkungannya.
Contoh Amalan Menolong Sesama dalam Kehidupan Sehari-hari
Amalan paling dekat adalah membantu keluarga dan tetangga, misalnya meminjamkan tenaga, menjenguk yang sakit, atau mengirim makanan. Rasulullah mewasiatkan agar kita memuliakan tetangga (HR. Bukhari dan Muslim).
Kita juga bisa memberi kemudahan bagi orang yang berutang. Rasulullah menyebut bahwa orang yang memberi tangguh kepada orang yang kesulitan, atau membebaskan utangnya, akan dinaungi Allah pada hari kiamat (HR. Muslim).
Bentuk lain adalah bersedekah, menyantuni anak yatim, dan menunaikan zakat. Zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima, sedangkan infak dan sedekah dapat membantu siapa pun yang membutuhkan. Menyalurkannya lewat lembaga resmi seperti BAZNAS dan LAZ membuat bantuan lebih tepat sasaran.
Kita pun dapat menolong dengan ilmu dan tenaga: mengajari anak mengaji, membimbing teman belajar, atau ikut menjadi relawan saat bencana. Kata-kata baik, senyum tulus, dan menyingkirkan gangguan dari jalan juga termasuk sedekah (HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).
Adab agar Pertolongan Bernilai Ibadah
Pertama, niatkan karena Allah, bukan untuk pujian. Kedua, jangan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan penerima, sebagaimana peringatan QS. Al-Baqarah ayat 264. Ketiga, tolonglah dalam kebaikan saja, sesuai batas QS. Al-Maidah ayat 2.
Keempat, perhatikan prioritas: utamakan kewajiban terhadap keluarga, zakat, dan pelunasan utang sebelum memberi lebih banyak. Kelima, menolonglah sesuai kemampuan dan jaga kehormatan orang yang dibantu. Pertolongan kecil yang tulus lebih berharga daripada bantuan besar yang disertai kesombongan.
Keutamaan menolong sesama sangat besar: mendatangkan pertolongan Allah, melapangkan kesusahan di akhirat, dan melipatgandakan pahala. Dalil dari Al-Qur’an dan hadis menunjukkan bahwa menolong adalah ciri iman dan akhlak mulia.
Mari mulai dari yang terdekat dan sesuai kemampuan, dengan niat yang lurus. Semoga Allah menerima amal kita dan menjadikan keutamaan menolong sesama sebagai sebab kita mendapat naungan dan ampunan-Nya. Aamiin.
Mari sempurnakan ibadah Anda dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us