
Jelaskan Pengertian Iman: Dari Segi Bahasa, Istilah, dan Hakikat
Jelaskan Pengertian Iman: Dari Segi Bahasa, Istilah, dan Hakikat
29/08/2025 | Humas BAZNAS RISebagai seorang muslim, memahami arti iman merupakan hal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Banyak umat Islam yang sering ditanya tentang bagaimana menjelaskan makna iman secara lengkap. Oleh karena itu, ketika diminta untuk jelaskan pengertian iman, maka kita perlu mengetahui bahwa iman tidak hanya sekadar keyakinan di dalam hati, tetapi juga mencakup ucapan dan perbuatan.
Iman memiliki kedudukan yang fundamental dalam ajaran Islam, bahkan menjadi salah satu pilar utama dalam Rukun Iman yang enam. Dengan memahami secara menyeluruh, mulai dari segi bahasa, istilah, hingga hakikatnya, seorang muslim akan mampu memperkuat akidahnya dan menegakkan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, artikel ini akan berfokus pada permintaan untuk jelaskan pengertian iman dari tiga sudut pandang: bahasa, istilah, dan hakikat, agar pembahasan lebih jelas dan menyeluruh.
1. Jelaskan Pengertian Iman dari Segi Bahasa
Ketika diminta untuk jelaskan pengertian iman dari segi bahasa, maka kita perlu menelusuri asal kata iman yang berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata al-iman yang memiliki akar kata amn yang berarti aman, tenteram, dan percaya. Dalam arti bahasa, iman berarti membenarkan sesuatu dengan hati, menerima dengan sepenuh keyakinan, serta merasa tenang atas kebenaran yang diyakini.
Para ulama bahasa menjelaskan bahwa jika seseorang diminta untuk jelaskan pengertian iman dari sisi lughawinya (bahasa), maka iman adalah keyakinan yang menumbuhkan rasa aman dalam jiwa. Seorang mukmin (orang yang beriman) disebut demikian karena dirinya memiliki rasa percaya kepada Allah dan segala kebenaran yang diturunkan-Nya. Dengan kata lain, iman memberikan ketenteraman batin.
Dalam praktik sehari-hari, jika kita menelaah dan berusaha jelaskan pengertian iman secara sederhana menurut bahasa, maka iman adalah kepercayaan yang melahirkan rasa tenang. Misalnya, ketika seorang muslim percaya kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, dan takdir, maka kepercayaannya itu menghadirkan ketenangan karena ia yakin bahwa hidupnya berada dalam lindungan Allah.
Lebih jauh, jika kita jelaskan pengertian iman dari bahasa Arab, maka iman bukan hanya percaya secara lisan, tetapi mencakup pengakuan hati yang penuh keikhlasan. Karena itu, para ahli tafsir dan bahasa menyebutkan bahwa iman adalah lawan dari kufur. Kufur berarti menolak atau mengingkari, sedangkan iman berarti menerima dan membenarkan.
Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa ketika diminta untuk jelaskan pengertian iman dari segi bahasa, maka yang dimaksud adalah sebuah keyakinan yang melahirkan rasa aman, percaya, dan membenarkan dengan sepenuh hati. Hal ini menjadi dasar penting sebelum masuk ke pengertian iman dalam istilah syariat.
2. Jelaskan Pengertian Iman dari Segi Istilah
Jika kita melanjutkan pembahasan untuk jelaskan pengertian iman dari segi istilah, maka kita harus merujuk pada penjelasan para ulama akidah. Dalam istilah syariat, iman berarti keyakinan di dalam hati, pengakuan dengan lisan, dan pembuktian dengan perbuatan. Definisi ini dipegang oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Ketika seseorang diminta untuk jelaskan pengertian iman menurut istilah, maka perlu ditegaskan bahwa iman bukan sekadar rasa percaya di dalam hati, melainkan harus diwujudkan dengan amal saleh. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim: “Iman itu terdiri dari lebih dari tujuh puluh cabang, yang paling tinggi adalah ucapan ‘La ilaha illallah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman.”
Dengan hadis ini, jika kita jelaskan pengertian iman, maka jelas bahwa iman memiliki dimensi yang luas: keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Hal ini menegaskan bahwa iman dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
Ketika ulama klasik diminta untuk jelaskan pengertian iman dari segi istilah, Imam Abu Hanifah menjelaskan bahwa iman adalah pembenaran hati terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal menegaskan bahwa iman mencakup keyakinan, ucapan, dan amal perbuatan. Perbedaan ini lebih kepada penekanan, namun secara prinsip semua sepakat bahwa iman tidak berhenti hanya di hati.
Lebih dalam lagi, saat seseorang ingin jelaskan pengertian iman, maka ia harus mengingat bahwa iman adalah pondasi amal. Tanpa iman, amal perbuatan seorang hamba tidak akan diterima di sisi Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Kahfi <18>: 110, “Barang siapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.”
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa ketika diminta untuk jelaskan pengertian iman dari segi istilah, maka iman adalah keyakinan yang melahirkan amal, bukan sekadar ucapan kosong tanpa pembuktian nyata.
3. Jelaskan Pengertian Iman dari Segi Hakikat
Selanjutnya, jika seseorang ingin jelaskan pengertian iman dari segi hakikat, maka ia akan membahas makna iman secara mendalam dalam kehidupan manusia. Hakikat iman adalah cahaya yang Allah tanamkan di dalam hati seorang hamba, yang membimbingnya menuju ketaatan dan menjauhkan dari kemaksiatan.
Dalam pembahasan akidah, jika kita jelaskan pengertian iman dari segi hakikat, maka iman adalah hubungan spiritual antara manusia dengan Allah yang melahirkan ketundukan total. Dengan iman, seorang muslim rela mengorbankan apa saja demi keridaan Allah. Iman bukan sekadar konsep teoritis, tetapi hakikat yang hidup dan dirasakan dalam setiap tindakan.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa ketika seseorang ingin jelaskan pengertian iman, maka hakikatnya iman adalah perilaku nyata yang lahir dari hati yang ikhlas.
Lebih jauh, ulama tasawuf ketika diminta untuk jelaskan pengertian iman dari segi hakikat, mereka menggambarkan iman sebagai cahaya yang menenangkan hati. Iman membuat seseorang yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, sehingga ia sabar dalam ujian dan syukur dalam nikmat. Hakikat iman inilah yang membuat seorang mukmin kuat dalam menghadapi segala cobaan.
Oleh karena itu, saat kita jelaskan pengertian iman dari segi hakikat, maka yang dimaksud bukan hanya teori, melainkan pengalaman spiritual yang nyata. Seorang mukmin sejati akan merasakan bahwa iman adalah energi yang menuntun langkah hidupnya.
Dari seluruh uraian di atas, jelaslah bahwa ketika diminta untuk jelaskan pengertian iman, kita harus melihatnya dari berbagai sudut pandang. Dari segi bahasa, iman berarti membenarkan dan merasa aman. Dari segi istilah, iman berarti keyakinan hati, ucapan lisan, dan pembuktian dengan amal perbuatan. Sementara dari segi hakikat, iman adalah cahaya yang menuntun hidup seorang muslim menuju ketundukan total kepada Allah.
Dengan demikian, jawaban untuk jelaskan pengertian iman bukan hanya sekadar definisi singkat, melainkan pemahaman yang mendalam tentang akidah, amal, dan pengalaman spiritual. Semoga dengan memahami hal ini, iman kita semakin kuat dan bisa menjadi bekal utama dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us
