Bayar Fidyah Ibu Hamil Selama 1 Bulan: Panduan dan Tata Cara

Bayar Fidyah Ibu Hamil Selama 1 Bulan: Panduan dan Tata Cara

Bayar Fidyah Ibu Hamil Selama 1 Bulan: Panduan dan Tata Cara

03/05/2024 | Humas BAZNAS

Hukum membayar fidyah bagi ibu hamil adalah wajib, terkhusus bagi mereka yang berniat untuk tidak berpuasa atau tidak sanggup mengganti puasanya, karena kesehatan janin dan dirinya. Pada kesempatan kali ini akan dibahas panduan tata cara bayar fidyah ibu hamil selama 1 bulan berdasarkan syariat Islam.

Ibu hamil termasuk dalam kelompok orang yang berada dalam udzur syari. Udzur syari diartikan sebagai keadaan yang menyebabkan seseorang diberikan rukhsah atau keringanan untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Namun, sebagai gantinya ia harus tetap menggantinya di kemudian hari melalui fidyah ini. Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 184, berikut:

“(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui,”(QS. Al Baqarah: 184).

 

Hukum Bayar Fidyah Ibu Hamil

Ada tiga kategori ibu hamil yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama Ramadhan berdasarkan hukum Islam, yaitu:

Ibu hamil yang khawatir terhadap kesehatan dirinya sendiri.

Ibu hamil yang khawatir terhadap kesehatan dirinya dan janin di dalam kandungannya.

Ibu hamil yang khawatir terhadap kandungannya.

 

Ibu hamil yang memilih untuk tidak berpuasa karena niat khawatir terhadap kesehatan kandungannya saja, wajib melakukan qadha puasa dan membayar fidyah sebanyak hari yang ditinggalkannya. Hal ini terdapat dalam Kitab al-Fiqh ala Madzahib Arbaah yang dijelaskan oleh Abdurrahman al-Juzairi, dikatakan bahwa:

“Madzhab Syafii berpendapat, bahwa perempuan hamil dan menyusui ketika dengan puasa khawatir akan adanya bahaya yang tidak diragukan lagi, baik bahaya itu membahayakan dirinya beserta anaknya, dirinya saja, atau anaknya saja. Maka dalam ketiga kondisi ini mereka wajib meninggalkan puasa dan wajib mengqadhanya. Namun dalam kondisi ketiga yaitu ketika puasa itu dikhawatirkan membahayakan anaknya saja maka mereka juga diwajibkan membayar fidyah”.

 

Panduan Bayar Fidyah Ibu Hamil Selama 1 Bulan

Aturan dalam pembayaran fidyah ibu hamil adalah sama seperti fidyah bagi orang tua rentan dan sakit parah yaitu berupa makanan pokok atau beras, dan bisa juga uang dengan nominal yang setara makanan pokok. Jika yang ditinggalkannya adalah satu bulan atau 30 hari, maka berikut perhitungannya:

1 hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan adalah sebesar 1 mud. Satu mud di Indonesia setara 0,6 kg atau ¾ liter beras. Apabila utang puasa Ramadhan yang ditinggalkan 30 hari, maka fidyah beras sebanyak 30 mud (0,6 kg x 30 hari).

Sementara itu, di zaman sekarang yang sudah mengenal teknologi, maka pembayaran fidyah dan zakat lainnya bisa melalui online berupa uang. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2024 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang sebesar Rp60.000/hari/jiwa.

Besaran fidyah sendiri berbeda-beda di tiap daerah, jadi apabila dikonversi dalam bentuk rupiah selama 30 hari menjadi Rp60.000 x 30 hari = Rp1.800.000,00.

Pembayaran fidyah sendiri bisa dilakukan di hari Ramadhan setelah meninggalkannya dan di luar bulan suci Ramadhan, sebelum jatuh bulan Ramadhan berikutnya lagi. 

Demikian pembahasan mengenai cara bayar fidyah ibu hamil selama 1 bulan, lengkap dengan hukum serta jenis fidyah yang bisa dibayarkannya. Semoga dapat bermanfaat. Barakallahu Fiikum. 

Islam menganjurkan kita untuk selalu beramal dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan imbalan, sehingga berpotensi mendapatkan ganjaran pahala yang lebih besar di sisi Allah Swt. Maka dari itu, baik Infak maupun Sedekah sama-sama mempunyai nilai dan makna penting dalam kehidupan beragama.

Sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang mengelola dan mengkoordinasikan zakat secara nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan program-programnya dalam menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). BAZNAS RI merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001. Mari kunjungi laman Sedekah BAZNAS untuk melakukan Infak atau Sedekah secara online. Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan, bisa menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya, Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2024 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ