Petani Binaan BAZNAS Panen 127 Kg Kacang Panjang dalam Sehari

  • Diposting oleh : HUMAS BAZNAS
  • Tanggal : 08/01/2021
  • Dokumentasi BAZNAS


    Salah seorang petani binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Roni, berhasil memanen 127 kilogram kacang panjang dalam satu hari, pada Rabu (6/1). Roni merupakan petani mustahik kelompok `Bina Hidup Sejahtera` di Desa Cirendeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.

     

    Petani berusia 37 tahun itu tak henti-hentinya mengucap rasa syukur. Kegembiraan terpancar dari raut wajahnya, saat ditemui oleh pendamping program Lumbung Pangan, Muhamad Pirdaus, di area kebun seluas 4.000 meter persegi saat memanen.

     

    "Ahamdulillah bersyukur atas panen musim ini, di mana harga kacang panjang ditaksir hingga 8.000 per kilogram, serta bersyukur atas harga jual yang tinggi di pasaran. Alhamdulillah, panen pada hari ini melebihi target yakni 127 kilogram dan akan dipanen setiap dua hari," ucap Roni.

     

    Menurut Pirdaus, selain dorongan dari BAZNAS, keberhasilan itu juga didasari oleh tekad dan semangat yang dilakoni Roni. Setelah mendapatkan bantuan modal usaha, Roni bersama kelompok tani dan pendamping membelanjakan benih kacang panjang. 

     

    Kini berkat keuletannya dalam merawat tanaman menggunakan pemupukan organik, usahanya berbuah manis. Bahkan untuk mengembangkan usaha, Roni akan menambahnya dengan bibit tanaman terong.

     

    "Roni dibantu dengan istri dan tetangganya melakukan proses panen dengan cara manual, yaitu memetiknya dengan tangan," ucap Pirdaus.

     

    Pada kesempatan terpisah, Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS Deden Kuswanda turut bangga dengan pencapaian Roni. Menurut Deden, keberhasilan Roni merupakan buah dari kerja keras dan kesabarannya selama ini. 

     

    Dia pun berharap, petani binaan lainnya bisa mengambil hal positif dari Roni untuk mengembangkan usahanya.

     

    "Roni merupakan mustahik binaan BAZNAS yang telah mendapatkan bantuan modal usaha dan pendampingan sejak bulan Oktober 2020. Masa pandemi seperti saat ini tidak membuat Roni terpuruk, justru dia mendapatkan hasil positif dari usaha pertaniannya," kata Deden.

>
BAYAR ZAKAT