Fenomena La Nina diprediksi akan terjadi sejak Oktober 2021 hingga Februari 2022. Hal itu akan menyebabkan peningkatan curah hujan secara konsisten sehingga berpotensi memicu banjir di sejumlah daerah.

BAZNAS Tanggap Bencana menggelar rapat koordinasi untuk menyiagakan tim se-Indonesia terkait dampak La Nina. Acara dilakukan pada Kamis (11/11) secara daring melalui zoom dan dihadiri oleh 84 peserta perwakilan dari BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia.

Acara dibuka oleh Kepala BAZNAS Tanggap Bencana, Dian Aditya Mandana Putri. "Dampak dari La Nina ini sangat cepat datang dan cepat selesai, contohnya seperti banjir bandang, longosr, atau gelombang tinggi. Maka jika kita tidak bergerak cepat dan tidak bisa berkoordinasi aktif, penanganan bencana terutama kepada mustahik yang terdampak ini akan berlangsung lama, atau kita sebagai penolong akan terlambat datang. Hal inilah yang ingin sama-sama kita gerakkan, agar kita semua dapat cepat tanggap dalam membantu mustahik-mustahik yang terdampak. Sehingga tidak ada lagi keterlambatan dalam penanganan bencana, tidak ada lagi mustahik yang tidak terlayani, sehingga BAZNAS dapat menjadi lembaga terpercaya dalam ketanggapan dan kesigapannya khususnya di bidang kebencanaan ini." kata Dian dalam sambutannya.

Materi rapat koordinasi diisi oleh anggota BAZNAS Tanggap Bencana RI yaitu, wakil kepala BAZNAS Tanggap Bencana, Taufiq Hidayat; manajer respon, Irfan Fauzi; dan senior officer PUSDATIN, Anda.

Rapat koordinasi digelar untuk merapatkan barisan dan meningkatkan koordinasi tim BAZNAS Tanggap Bencana se-Indonesia dalam menghadapi dampak La Nina.

Terkait