Siswa Sekolah Cendekia BAZNAS berhasil membudidayakan kelinci, pada Senin (12/7). Ada tiga ekor anak kelinci yang berhasil diternak. Ini bukan kali pertama mereka membantu proses persalinan hewan pengerat nan lucu. Kedua siswa yang terorganisasi dalam Cendekia Farm ini sangat berbahagia melihat proses ternak kelincinya telah menuaikan hasil.

Proses berternak dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Siswa mencari tahu induk betina yang sedang birahi (ingin kawin), kemudian mereka mengawinkan dengan pejantan. Setelah dua minggu dari perkawinan, siswa bertugas mengecek kehamilan induk betina, jika terasa ada bulatan pada perut kelinci itu menandakan induk betina sedang hamil. Setelah hamil siswa mengawasi sampai proses induk kelinci melahirkan dan memisahkan dengan induknya.

Namun, proses berternaknya tidak sampai disitu saja. Mereka harus berjuang membesarkan anak kelinci tersebut hingga bisa mandiri. Anak kelinci sangat rentan untuk mati. Oleh karenanya siswa memiliki tanggung jawab untuk membantunya memberikan susu, dan menempatkan secara khusus.

Proses ternak anak kelinci butuh ketelatenan, bagaimana siswa harus mengawasi anak kelinci agar tidak kelaparan. Setiap hari siswa harus mengecek bagian perut anak kelinci agar mengetahui anak kelinci tersebut sudah menyusui atau belum. Selain itu menjaga anak kelinci agar terhindar dari hewan pemangsa dengan mengecek kandang.

Agroeduwisata peternakan Kelinci (12/7)  

Proses ternak yang panjang itu, dilakukan oleh siswa SCB dengan penuh rasa bahagia. Karena mereka menyukai hewan dan berternak merupakan salah satu hobi yang sangat menyenangkan.

Ke depannya, setelah berhasil membudidayakan kelinci yang sudah ada, Cendekia Farm akan menambah indukan betina pedaging agar koleksi kelinci lebih variatif. Kemudian Cendekia Farm akan mulai memperbanyak marketing agar bisnis kelinci menjadi komoditas yang menjual .

(Humas dan CC)